Tafsir Maqāṣidī QS. al-Isrā’ Ayat 29: Rekonstruksi Etika Finansial Islam dalam Menghadapi Konsumerisme Digital

Authors

  • Faiza Marhamah Elyafi Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
    Indonesia
  • Fikramsyah Putra Ramadhan Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
    Indonesia
  • Vanes Septriani Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
    Indonesia
  • M. Khalyl Fadhlan Darwis Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
    Indonesia
  • Muhammad Rifky Alfares Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
    Indonesia
  • Zulheldi Zulheldi Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/jkk.v5i3.1071

Keywords:

Tafsir Maqāshidī, Maqāshid al-Shari’ah, Etika finansial Islam, Konsumerisme digital, Qs. Al-Isra’ ayat 29

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat dan memunculkan berbagai persoalan seperti impulsive buying, penggunaan PayLater, flash sale, live shopping, dan fear of missing out (FOMO) yang berpotensi mendorong perilaku konsumtif dan pengelolaan keuangan yang tidak proporsional. Penelitian ini bertujuan menganalisis QS. al-Isrā’ ayat 29 melalui pendekatan tafsir Maqāṣidī serta merekonstruksi relevansinya sebagai landasan etika finansial Islam dalam menghadapi konsumerisme digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, literatur Maqāṣid al-Qur’an dan Maqāṣid al-Sharī‘ah, serta berbagai literatur ilmiah mengenai etika finansial dan konsumerisme digital. Analisis data dilakukan melalui content analysis, deskriptif-analitis, dan pendekatan tafsir maudhu’i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. al-Isrā’ ayat 29 mengandung prinsip keseimbangan (tawāzun) dalam pengelolaan harta dengan menghindari dua ekstrem, yaitu kikir dan berlebih-lebihan. Dalam perspektif Maqāṣidī, kandungan ayat berkaitan terutama dengan ḥifẓ al-māl, serta memiliki keterkaitan dengan ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-‘aql. Prinsip tersebut dapat dikontekstualisasikan untuk merespons konsumerisme digital melalui moderasi konsumsi, prioritas kebutuhan, tanggung jawab terhadap utang, rasionalitas pengambilan keputusan, pengendalian diri, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa tafsir Maqāṣidī dapat mengembangkan pesan QS. al-Isrā’ ayat 29 dari larangan moral terhadap pemborosan menjadi kerangka etika finansial Islam yang operasional, kontekstual, dan berorientasi pada kemaslahatan dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu Zayd, Wasfi’ Asyur. (2019). Al-Tafsir al-Maqāshidī li Suwar al-Qur’an al-Karim. al-Qahirah: Mufakkirun.

Aeni, N. (2026). Maqoshid Syariah Sebagai Kerangka Etika Konsumsi Muslim Di Era Kapitalisme Digital. Al-Wathan: Jurnal Ilmu Syariah, 7(1), 706-725.

Al-Farmawi, Abd al-Hayy. (1977). Al-Bidayah fi al-Tafsir al-Maudhu’i. Kairo: al-Hadharah al-‘Arabiyyah.

al-Fasi, ‘Allal. (1993). Maqāshid al-Shari’at al-Islamiyyah Wa Makarimuha. Beirut: Dar al-Gharb al-Islami.

Al-Firuzzabadi, Muhammad ibn Ya’qub. (1999). Al-Qamus al-Muhit. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Qurthubi. (2006). Al-Jami’ Li Ahkam al-Qur’an Wa al-Mubayyin Lima Tadhammanahu Min al-Sunnah Wa Ay al-Furqan, Tahqiq: ‘Abdullah Ibn ‘Abd al-Muhsin al-Turki. Jilid 10. Beirut: Mu’assasah ar-Risalah.

Al-Shatibi, Abu Ishaq. (1997). Al-Muwafaqat Fi Ushul Al-Shari’ah. Juz II. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Zurqani, Muhammad ‘Abd al-‘Azhim. (2001). Dirasah wa Taqwim al-Mughallathat al-Tafsir al-Maudhu’i. al-Qahirah: Dar Ibn ‘Affan.

Amir, A.N., Tasnim, A.R. (2025). Konsepsi Maqāshid al-Shari’ah dalam Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir Karya Muhammad al-Tahir Ibn ‘Ashur. Jurnal Kajian Hukum Islam, 3(1).

Andyani, R. A., Wiratmoko, G., & Al Banna, M. H. (2025). Determinan Sosial Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue: Peran Pendidikan, Pengetahuan, dan Modal Sosial di Kabupaten Pati. Jurnal Penelitian Sains Teknologi, 1(2), 83-95.

At-Thabari. (1992). Jami’ Al-Bayan ‘an Ta’wil Ayy Al-Qur’an. Juz 14. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Auda, J. (2008). Maqāshid Al-Shari’ah as Philosophy of Islamic Law. Virginia, AS: IIIT.

Chasanah, S. (2026). Pola Perilaku Konsumen Muslim Terhadap Fenomena Live Shopping di Tiktok Shop dan Shopee: Perspektif Etika Bisnis Islam. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 6(2), 3670-3679.

Fadillah, R., Nurullah, A. R., & Yusufa, F. (2026, August). Buynow Paylater: Telaah Lensa Etika Fikih Muamalah dan Kebijakan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 32 Tahun 2025. In Proceedings of The International Conference on Interdisciplinary Research (Vol. 6, No. 1, pp. 278-295).

Fahriana, L. (2024). Tafsir Maqāshidī: Definisi, Sejarah Perkembangan, dan Aplikasinya. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 14(2). https://doi.org/10.47200/ulumuddin.v14i2.2596

Gunawan, A., Harahap, A. A., & Gunawan, S. (2026). Maqāṣidī Interpretation of Qur’anic Social Verses: Reconstructing Social Justice in Contemporary Contexts: Penafsiran Maqāṣidī terhadap Ayat-ayat Sosial dalam Al-Qur'an: Merekonstruksi Keadilan Sosial dalam Konteks Kontemporer. Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies, 5(1), 20-35.

Hafidz, S. M., Putra, H. F. R., & Ramadhan, F. T. (2025). Rekonstruksi Hukum Bisnis Syariah dalam Menghadapi Transformasi Ekonomi Digital. Media Riset Bisnis Ekonomi Sains dan Terapan, 3(2), 73-79.

Hamzah, F., A. Kunkun. (2025). Perkembangan Tafsir Maqāshidī Di Indonesia. Kalamizu: Jurnal Sains, Sosial, dan Studi Agama, 2(1). https://hamfara.com/kalamizu/article/view/103

Kholid, A. N. (2026). Normalisasi Hutang di Kalangan Generasi Digital: Studi Sosio-Yuridis dalam Perspektif Maqashid Syari’ah. Manhajuna: Jurnal Hukum Islam dan Fiqih Kontemporer, 1(1), 89-102.

Krippendorff, K. (2004). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. 2nd ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Miles, M.B., Huberman, A.M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis. A Methods Sourcebook. Edition 3. USA: Sage Publications. Terj. Tjetjep Rohindi Rohidi. UI-Press.

Mustaqim, A. (2010). Epistemologi Tafsir Kontemporer. Yogyakarta: LKiS.

Mustaqim, A. (2019). Argumentasi Keniscayaan Tafsir Maqāshidī Sebagai Basis Moderasi Islam. Pidato Pengukuhan Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Mustaqim, A. (2019). Tafsir Maqāshidī: Paradigma Baru Tafsir al-Qur’an. Yogyakarta: LKiS.

Negara, S. P. P. S., Pratama, D., & Al Kubro, P. B. (2025). Valorization of Crab Shell Waste into Onion Sticks: Physicochemical Characteristics and Sensory Acceptance of Soft-Shell Crab and Blue Swimming Crab Shell Flours. Jurnal Penelitian Sains Teknologi, 1(2), 69-82.

Nugraha, M. A., & Hasbiyallah, M. A. (2026). Kepemimpinan Pendidikan Islam di Era Digital. Elementa Media Literasi.

Nurdiana, I. (2026). Daily Quran: Sisi Lain Digitalisasi Iman dan Komodifikasi Ruang Sakral. Afdan Rojabi Publisher.

Nurjaman, M. (2026). Dimensi Etika dan Spiritual dalam Konsep Harta Islam serta Relevansinya terhadap Krisis Ketimpangan Ekonomi di Indonesia. Equality: Journal of Islamic Law (EJIL), 4(1), 15-28.

Nurromadhon, S., Karimah, S. A., Maulana, M. E., & Rusmana, D. (2026). Materialisme dan Orientasi Dunia dalam Tafsir Sunda Kitabul Mubin Perspektif Double Movement. Horizon: Jurnal Studi Islam, 1(1).

Rahmi, A., Najib, M., Herawati, M., & Raharjo, H. (2026). Israf dalam Ekonomi Digital: Perspektif Etika Konsumsi Islam terhadap Gaya Hidup Hedonis. EKOBIS SYARIAH, 10(1), 1-15.

Sahidi, S. N., & Nurrohim, A. (2026). Moderasi Konsumsi Populer Generasi Z: Analisis Prinsip Qawama dalam QS. Al-Furqan [25]: 67. Al Karima: Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir, 10(1), 57-77.

Salamah, U. (2019). Maqāshid al-Qur’an Menurut Ba’iduzzaman Said Nursi. Jurnal Studi Quranika, 4(01).

Shihab, Quraish. (1996). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi Dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat. Cet. 13. Bandung: Mizan.

Sitepu, R. K. (2025). Neoliberalisme Homo Ekonomikus: Budaya Konsumersime Indonesia sebagai Bentuk Pendisiplinan Kapitalisme. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(2), 237-250.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumual, E. N., & Rahayu, Y. F. (2026). Fintech dalam Perspektif Teologis: Kajian terhadap Etika Pengelolaan Keuangan Keluarga Sederhana berbasis Gereja Kontemporer. AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 5(1), 39-53.

Syahidin, A., Dalimunthe, S. M., & Fahmi, A. L. (2026). Rekonstruksi Pemikiran Ekonomi Islam: Analisis Historis dan Implikasinya Bagi Keuangan Kontemporer. Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 11(1).

Widiastuti, N., Gustiana, I., Ani, Y. A., & Hergandi, H. (2026). Krisis Peradaban Modern dan Rekonstruksi Paradigma Pendidikan: Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 197-208.

Yaqin, A. (2021). Yusuf al-Qardhawi’s Istinbath Method and Its Implementation In The Moderation Of Islamic Law. Al-Ahkam: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 31(01). https://doi.org/10.21580/ahkam.2021.31.1.7075

Zamzam, M., Firmansyah, B., & Lestari, C. (2026). Etika Islam Dan Tantangan Modernitas: Studi Tentang Perubahan Nilai Dalam Kehidupan Masyarakat Muslim. Jurnal Adab dan Peradaban Islam, 2(2), 9-16.

Zulfiqri, M., Hakim, A. R., & Lazuardi, A. (2023). Etika Konsumsi Muslim di Tengah Inflasi dan Ketidakpastian Ekonomi: Pendekatan Maqasid Al-Syari'ah Terhadap Perubahan Perilaku Ekonomi Masyarakat Indonesia. Jurnal Al-fatih Global Mulia, 5(2), 107-120.

Downloads

Published

2026-08-30

How to Cite

Elyafi, F. M., Ramadhan, F. P., Septriani, V., Darwis, M. K. F., Alfares, M. R., & Zulheldi, Z. (2026). Tafsir Maqāṣidī QS. al-Isrā’ Ayat 29: Rekonstruksi Etika Finansial Islam dalam Menghadapi Konsumerisme Digital. Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 5(3), 900–929. https://doi.org/10.23917/jkk.v5i3.1071

Issue

Section

Articles