Beban Ganda Kultural Istri Petani sebagai Bentuk Diskriminasi Gender: Perspektif CEDAW

Authors

  • Siti Rohmah Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Salatiga
    Indonesia
  • Tri Wahyu Hidayati Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Salatiga
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/jkk.v5i3.1267

Keywords:

Beban Ganda, budaya patriarki, CEDAW, kesetaraan gender, hak asasi manusia

Abstract

Beban ganda perempuan dalam keluarga petani umumnya dikaitkan dengan tekanan ekonomi, tetapi praktik tersebut juga dapat berlangsung karena norma budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban ganda kultural istri petani di Desa Penawangan, Kabupaten Grobogan, dalam perspektif Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW). Penelitian menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga pasangan suami istri petani yang dipilih secara purposive. Data dianalisis secara kualitatif dan diinterpretasikan berdasarkan Pasal 5 dan Pasal 16 CEDAW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban ganda tidak terutama disebabkan oleh kebutuhan ekonomi, melainkan norma budaya yang memandang keterlibatan istri dalam pekerjaan pertanian sebagai kewajiban. Istri menjalankan pekerjaan domestik dan pertanian secara bersamaan, sementara pembagian tanggung jawab, akses terhadap hasil kerja, dan ruang pengambilan keputusan belum seimbang. Kemarahan suami dan tekanan sosial juga menjadi mekanisme yang mempertahankan praktik tersebut. Dalam perspektif CEDAW, kondisi ini menunjukkan adanya diskriminasi de facto melalui stereotip gender dan ketidaksetaraan dalam hubungan perkawinan. Penelitian menegaskan pentingnya transformasi norma budaya dan penguatan kesetaraan substantif dalam keluarga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Firda, A. L., Diana, N. Z., & Yulianti, Y. (2021). Beban ganda perempuan dalam rumah tangga di Soka Gunungkidul: Pandangan feminis dan Islam. EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 10(1), 10–20. https://doi.org/10.15408/empati.v10i1.19223

Badan Pembinaan Hukum Nasional. (2008). Laporan akhir kompendium tentang hak-hak perempuan. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. https://bphn.go.id/data/documents/hak_hak_perempuan.pdf

Efendi, F. E., & Fidiyani, R. (2025). Kesetaraan gender peladang sayur dalam distribusi kerja bagi kesejahteraan keluarga di Kabupaten Magelang. Bookchapter Hukum dan Lingkungan, 1, 601–626.

Ernaningtyas, A., & Tanlain, E. C. (2023). Beban ganda perempuan pekerja: Sebuah refleksi atas konstruksi budaya patriarki. Jurnal HAM, 16(2), 3.

Fanny Nainggolan, J., Ramlan, R., & Harahap, R. R. (2022). Pemaksaan perkawinan berkedok tradisi budaya: Bagaimana implementasi CEDAW terhadap hukum nasional dalam melindungi hak-hak perempuan dalam perkawinan? Uti Possidetis: Journal of International Law, 3(1), 56. https://doi.org/10.22437/up.v3i1.15452

Fauzan, Z. S., & Harianto, S. (2025). Migrasi laki-laki Madura dan beban ganda perempuan: Ketahanan keluarga dalam pusaran ketergantungan. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 11(2), 199–206.

Fujiati, D. (2014). Relasi gender dalam institusi keluarga dalam pandangan teori sosial dan feminis. Muwazah, 6(1), 153130.

Hani, F., & Hidayat, M. (2026). Strategi buruh tani perempuan dalam pemenuhan ekonomi rumah tangga di Nagari Bukik Limbuku. Jurnal Perspektif, 9(2), 388–399.

Hamidah, A. (2021). Urgensi prinsip non-diskriminasi dalam regulasi untuk pengarus-utamaan kesetaraan gender. Jurnal Hukum & Pembangunan, 51(3).

Hamlan, H., & Siregar, R. (2019). Peran serta perempuan dalam menunjang perekonomian keluarga miskin: Analisis isu gender pada keluarga petani di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara.

Harahap, R. B. (2020). Kesetaraan dan keadilan gender dalam usaha tani padi di Desa Tobing Julu Kec. Huristak Kab. Padang Lawas. Jurnal Kajian Gender dan Anak, 2(1), 71–90.

Huda, K., & Renggani, L. A. (2021). Perempuan kapuk dalam ekspektasi budaya patriarki: Sebuah analisis beban ganda gender. Kafaah: Journal of Gender Studies, 11(2), 184–198.

Jalil, I. A., & Tanjung, Y. (2020). Peran ganda perempuan pada keluarga masyarakat petani di Desa Simpang Duhu Dolok Kabupaten Mandailing Natal. Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP), 1(1), 58–70. https://doi.org/10.30596/jisp.v1i1.4376

Jalil, I. A., Tanjung, Y., & Program Studi di Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. (2020). Peran ganda perempuan pada keluarga masyarakat petani di Desa Simpang Duhu Dolok Kabupaten Mandailing Natal. Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP), 1(1), 58–70. https://doi.org/10.30596/jisp.v1i1.4376

Khaerani, S. N. (2017). Kesetaraan dan ketidakadilan gender dalam bidang ekonomi pada masyarakat tradisional Sasak di Desa Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming, 11(1), 59–76.

Khotimah, K. (2009). Diskriminasi gender terhadap perempuan dalam sektor pekerjaan. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak, 4(1), 158–180.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. (2024, 24 Juli). Siaran pers Komnas Perempuan merespon 40 tahun ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan. Komnas Perempuan. https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/siaran-pers-komnas-perempuan-merespon-40-tahun-ratifikasi-konvensi-penghapusan-segala-bentuk-diskriminasi-terhadap-perempuan

Malau, O. (2022). Analisis pendampingan pastoral dengan perspektif gender terhadap petani perempuan dengan peran ganda di Kampung Lumban Sibotik Desa Sibarani Nasampulu/Namungkup Kecamatan Laguboti tahun 2021. Areopagus: Jurnal Pendidikan dan Teologi Kristen, 20(1), 129–139.

Noviryani, M. (2020, 7 Maret). Marginalisasi perempuan di sektor pertanian Jawa Timur didorong pengaruh aspek budaya dan psikologis. The Conversation. https://doi.org/10.64628/AAN.steeyc4wc

Pasaribu, R. H. (2023). Beban ganda perempuan Batak dalam partisipasi politik. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(1), 123–132.

Putri, A. S., & Anzari, P. P. (2021). Dinamika peran ganda perempuan dalam keluarga petani di Indonesia. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S), 1(6), 757–763.

Rahadian, A. (2018, 31 Juli). Menyoal diskriminasi terhadap perempuan: 34 tahun pasca ratifikasi CEDAW. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). https://pkbi.or.id

Rahayu. (2012). Kesetaraan gender dalam aturan hukum dan implementasinya di Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, 9(3), 15.

Rohani, M., & Arifin, M. (2023). Ketidakadilan gender pada buruh perempuan di Desa Tengin Baru Kecamatan Sepaku. E-Journal Pembangunan Sosial, 11(2), 61–72.

Sakina, A. I., & A, D. H. S. (2017). Menyoroti budaya patriarki di Indonesia. Share: Social Work Journal, 7(1), 71.

Sakina, A. I., & Siti, D. W. A. (2017). Menyoroti budaya patriarki di Indonesia. Share: Social Work Journal, 7(1), 73. https://doi.org/10.24198/share.v7i1.13820

Samsi, M., Damaiyanti, V. P., & An’amta, D. A. A. (2024). Kontribusi petani perempuan dalam proses pertanian padi di Desa Marampiau Kabupaten Tapin. Huma: Jurnal Sosiologi, 3(1), 99–109.

Silaban, L. T. E. (2018). Beban ganda petani perempuan di keluarga (Studi pada perempuan Batak Toba di Desa Sitolubahal) [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara.

Sitinjak, S. V. (2026). Pengaturan pencegahan diskriminasi gender akibat norma budaya di Indonesia. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(3), 15. https://doi.org/10.62281/1mpe3w38

Susanti, N. (2020). Peran ekonomi wanita dan kesetaraan gender dalam budaya Karo. Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies, 1(2), 52–69.

Thaha, H., & Yuniar, V. (2023). Dampak peran ganda petani perempuan dalam kehidupan rumah tangga di masa kini. Academic Journal of Da'wa and Communication, 4(1), 23–36.

Wiasti, N. M., & Suarsana, I. N. (2023). Perempuan petani dalam kuasa patriarki: Studi ekofeminisme di Subak Bulung Daya Desa Antap Kabupaten Tabanan Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 13(1), 132–152.

Downloads

Published

2026-08-22

How to Cite

Rohmah, S., & Hidayati, T. W. (2026). Beban Ganda Kultural Istri Petani sebagai Bentuk Diskriminasi Gender: Perspektif CEDAW. Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 5(3), 854–877. https://doi.org/10.23917/jkk.v5i3.1267

Issue

Section

Articles