Konstruksi Makna Nasionalisme dalam Mawtini dan Bagimu Negeri: Analisis Semiotik Lintas Budaya

Authors

  • Ferry Saputra Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
    Indonesia
  • Eka Putra Wirman Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
    Indonesia
  • Abrar Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
    Indonesia
  • Erizal llyas Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/jkk.v5i3.1309

Keywords:

Mawtini, Bagimu Negeri, nasionalisme, semiotika, Ferdinand de Saussure, Riffaterre

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi makna nasionalisme dalam lirik lagu Mawtini dan Bagimu Negeri melalui perspektif semiotik serta membandingkan representasi nasionalisme dalam konteks budaya yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semiotik struktural Ferdinand de Saussure yang dipadukan dengan konsep semiotika Riffaterre. Data penelitian berupa kata, frasa, dan ungkapan dalam kedua lirik yang dianalisis berdasarkan hubungan penanda dan petanda, ketidaklangsungan ekspresi, pembacaan heuristik dan hermeneutik, matriks, model, varian, serta hipogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lagu menggunakan ketidaklangsungan ekspresi melalui penggantian arti, penyimpangan arti, dan penciptaan arti untuk membangun makna nasionalisme. Mawtini mengonstruksi nasionalisme melalui simbol tanah air, kebebasan, perjuangan, dan martabat bangsa, sedangkan Bagimu Negeri menekankan negara, janji, pengabdian, loyalitas, dan pengorbanan. Pembacaan heuristik dan hermeneutik menunjukkan transformasi makna dari tingkat literal menuju makna simbolik dan ideologis. Analisis hipogram menunjukkan bahwa perbedaan konstruksi tersebut berkaitan dengan latar sosial dan historis masing-masing lagu. Secara komparatif, Mawtini merepresentasikan nasionalisme yang cenderung emansipatoris melalui perjuangan dan pembebasan, sedangkan Bagimu Negeri merepresentasikan nasionalisme yang cenderung devosional melalui pengabdian dan loyalitas kepada negara. Penelitian ini menegaskan bahwa lagu patriotik tidak hanya merefleksikan nilai nasionalisme, tetapi juga berperan sebagai medium semiotik dalam membentuk identitas dan kesadaran kolektif lintas budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, M. (2024). Analisis semiotika Michael Riffaterre puisi “Ad–Dunya” pada Diwan Mahmud Al–Warraq. Prosiding Konferensi Nasional Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab. https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/knm-bsa/article/view/2362

Abrar, A. N. (2020). Tinjauan konstruksi sosial atas nasionalisme net generation. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(1), 75–90.

Akastangga, M. D. B. (2020). Syair al-Hikmah wa al-Mauidzoh fi Diwan Mahmud al-Warraq (Analisis semiotika Riffaterre). PENAOQ: Jurnal Sastra, Budaya dan Pariwisata, 1(1), 19–32.

Al-Falah, A., Kuswardono, S., & Irawati, R. P. (2021). Semiotika dalam lirik lagu “Al Barq Al Yamani” oleh Nissa Sabyan dan Adam Ali. Lisanul Arab: Journal of Arabic Learning and Teaching, 10(2), 59–73.

Alessandro, A., & Ramadhani, S. P. (2024). Analisis semiotika makna cinta dalam lirik lagu “Seperti Kisah”–Rizky Febian. BroadComm, 6(1), 77–85.

Arliani, N., & Adiyanto, W. (2023). Representasi kecemasan dalam lirik lagu “Rehat” Kunto Aji (analisis semiotika Ferdinand de Saussure). Innovative: Journal of Social Science Research, 3(3), 2808–2821.

Betancourt, M. C. (2008). Cassandra’s calling: The poetics of convocation in the works of María Elena Cruz Varela. In M. C. Betancourt, Cuban women writers (pp. 85–113). Palgrave Macmillan US. https://doi.org/10.1057/9780230614666_4

Cahya, A. T. D., Lestari, R. D., & Mustika, I. (2021). Analisis makna lagu “Lihat, Dengar, Rasakan” dari Sheila On 7 menggunakan pendekatan semiotika. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 67–76.

Carter, S. (2021a). Early modern intertextuality. Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-68908-7

Carter, S. (2021b). Parody and intertextuality: The Ovidian epyllia. In S. Carter, Early modern intertextuality (pp. 65–83). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-68908-7_4

Durgasingh, R., & Selvon-Ramkissoon, N. (Eds.). (2024). Caribbean discourses: Stylistic and critical discourse approaches to language use in the Caribbean. Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-031-45047-1

Dwipayanti, N. K., Mandala, A. K. U. D. A., & Dewi, P. T. K. (2021). Analisis semiotika Riffaterre dalam lagu Sakura karya Naotaro Moriyama. Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha, 7(2), 139–145.

Fahmi, M., Nawawi, M., Prasetia, S. A., Adienk, F. M. S. I., & Suratin, S. I. (2023). Konstruksi nilai-nilai toleransi berbasis Al-Quran sebagai upaya menangkal narasi radikalisme agama di Indonesia kontemporer. Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 22(1), 58–86.

Febrianty, L., & Irawan, W. (2022). Analisis makna pesan motivasi dalam lirik lagu 21st Century Girls. IKOMIK: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Informasi, 2(2), 138–145.

Fitriani, A., & Rokhim, M. (2026). Ekokritik dan estetika ʿarūḍ dalam puisi nasionalisme Ali Ahmad Bakatsir. Ukazh: Journal of Arabic Studies, 7(1), 92–118.

Gemilang, C. D. P. (2022). Semiotika Riffaterre dalam puisi “Qabla an Numdhi” karya Faruq Juwaidah. A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 11(2), 473–485.

Gunawan, S., Loen, M. N., & Yunus, S. (2026). Analisis semiotika representasi waktu dan kematian dalam lirik lagu “O, Tuan” oleh .Feast. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(1), 1387–1396.

Humaira, H. W., Firdaus, A., & Suparman, F. (2022). Konstruksi nilai-nilai syukur dalam lirik lagu (analisis semiotika Ferdinand de Saussure pada lirik lagu “Cukup Lebih Baik”). Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 6(2), 378–389.

Huri, R. M., Hayati, Y., & Nst, M. I. (2017). Analisis semiotika Riffaterre dalam puisi Dongeng Marsinah karya Sapardi Djoko Damono. Jurnal Bahasa dan Sastra, 5(1), 52–66.

Istiqlaliyah, L., Taufiq, M. A., & Romdlon, A. M. (2025). Analisis semiotika Riffaterre pada puisi Al-Hubbu wa al-Hurriyya karya Ali Ahmad Bakathir. A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 14(1), 226–240.

Kartikasari, A. W. (2014). Nasionalisme dalam sajak karya Chairil Anwar (analisis semiotik dalam sajak Karawang Bekasi). Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah, 2(3).

Kholid, A. A., & Ahmad, M. T. (2024). Analisis semiotika dalam lirik lagu Ala Bali–perspektif Ferdinand de Saussure. An-Nas, 8(2), 213–227.

Kusumawati, H. S., Rahayu, N. T., & Fitriana, D. (2019). Analisis semiotika model Roland Barthes pada makna lagu “Rembulan” karya Ipha Hadi Sasono. KLITIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2). http://journal.univetbantara.ac.id/index.php/klitika/article/view/476

Latifi, Y. N. (2013). Puisi Ana karya Nazik Al-Mala’ikah (analisis semiotik Riffaterre). Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(1), 25–55.

Morris, M. (2013). Transnational glamour, national allure: Community, change and cliché in Baz Luhrmann’s Australia. In J. Shaw, P. Kelly, & L. E. Semler (Eds.), Storytelling: Critical and creative approaches (pp. 83–113). Palgrave Macmillan UK. https://doi.org/10.1057/9781137349958_7

Mubarok, I., Mastur, M., & Irwansya, I. (2024). Patriotisme dalam puisi Risālah ilā Jamāl ‘Abd al-Nāṣir karya Nizār Qabbāni (analisis semiotika Riffaterre). A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 13(2), 531–543.

Muslimah, M., Pudjiastuti, S. R., & Setyawan, V. (2025). Pengembangan modul berbasis BBM (bermain, bercerita, menyanyi) untuk meningkatkan minat terhadap lagu nasional dalam membangun karakter nasionalisme. Jurnal PAKAR: Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(2), 82–91.

Najib, F. A., & Humaidi, H. (2020). Nasionalisme dalam Al-Qur’an: Analisis kontekstual Abdullah Saeed. Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, 6(1), 70–83.

Nasution, W. E. P. (2022). Pembacaan semiotik Riffaterre terhadap puisi-puisi dalam buku teks Bahasa Indonesia Kemendikbud kelas X SMA/MA/SMK/MAK edisi revisi 2017 dan pembelajarannya di kelas X SMA Negeri 2 Pekanbaru [Disertasi doktoral, Universitas Islam Riau]. https://repository.uir.ac.id/13139/

Noviana, F., & Saifudin, A. (2020). Pemaknaan lirik lagu Shabondama karya Ujo Noguchi berdasarkan analisis semiotika Michael Riffaterre. Japanese Research on Linguistics, Literature, and Culture, 2(2), 143–160.

Nugraha, R. P. (2016). Konstruksi nilai-nilai nasionalisme dalam lirik lagu (analisis semiotika Ferdinand de Saussure pada lirik lagu “Bendera”). Jurnal Ilmu Ekonomi dan Sosial, 5(3), 290–303.

Nurgini, S. (2024). Analisis struktur lagu dan makna teks Hymne Kota Jambi [Skripsi, Universitas Jambi]. https://repository.unja.ac.id/73946/

Oktaviani, A. (2020). Analisa semiotika Michael Riffaterre pada lirik lagu “Pilu Membiru” karya Kunto Aji [Skripsi, Kwik Kian Gie School of Business]. http://eprints.kwikkiangie.ac.id/1049/

Patria, H. G., Vanisa, L. F. P., Wimala, A. P., Sulistiyawan, C. F., Agustine, R. L., Nikmah, F., ... & Nikolaou, D. A. (2027). Black Soldier Fly Bioconversion for Sustainable Organic Waste Management: A Systematic Review and Circular Economy Framework. Jurnal Penelitian Sains Teknologi, 1-27.

Pranata, J. R., & Deni, I. F. (2024). Analisis semiotika makna spiritual pada lirik lagu Jiwa yang Bersedih karya Ghea Indrawari. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 8(1), 127–140.

Prasetiyo, A., & Nugraha, F. A. (2022). Membangun nasionalisme dan patriotisme melalui penciptaan lagu anak. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 23(2), 96–106.

Pratama, Z. S., Ardiansyah, F. R., Apriliya, F. C., Prasetyo, D. A. W., Ariellintang, K. A., Arseno, D. A., ... & Dũng, P. A. (2027). Atmospheric Microplastic Pollution in Jakarta: Environmental Impacts, Human Health Implications, and Integrated Management Strategies. Jurnal Penelitian Sains Teknologi, 28-59.

Rahim, A. A. (2022). Puisi Asyhadu an Lā Imroatan Illa Anti karya Nizar Qabbani (analisis semiotik Riffaterre). Nazharat: Jurnal Kebudayaan, 28(2), 180–193.

Rahmawati, I., & Walidin, M. (2022). Kedermawanan dalam syair Hatim At-Tha’i (analisis semiotika Riffaterre). Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam, 22(1), 59–74.

Ramadhani, A. N., & Supratman, L. P. (2020). Analisis semiotika tentang makna nasionalisme pada video klip “Bumi Terindah.” Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi), 6(1), 10–22.

Riffaterre, M. (1978). Semiotics of poetry. Indiana University Press.

Riyanti, R. F., Rofidah, A. A. I., Nurfianda, N., Fadilah, A. N., Firstly, A. S. R., Salamah, S. F. N. L., ... & Janssens, C. M. (2027). Artificial Intelligence as a Virtual Assistant Teacher for Personalized Inclusive Learning: A Systematic Literature Review and Human AI Collaboration Framework for Indonesia. Jurnal Penelitian Sains Teknologi, 126-155.

Salsabila, A. S. (2025). Representasi konsep diri (self concept) dalam lirik lagu “Mengenal Lebih Jauh” karya Nuca: Analisis semiotik Ferdinand de Saussure. Filosofi: Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya, 2(4), 1–11.

Sari, D. P., Taufiq, M. A., & Romdlon, A. M. (2024). Analisis semiotika Riffaterre dalam puisi Kayfa Uhibbuki Dun Al-Dajr karya Abdul Mun’im Adib. Prosiding Konferensi Nasional Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab, 1(1), 166–176.

Sever Serezli, E. (2024). Children’s literature: Exploring intertextual relationships. Children’s Literature in Education, 55(3), 517–532. https://doi.org/10.1007/s10583-022-09522-8

Skeete, G. (2024). Storifying Caribbean cricket: Voice and perspective in Paul Keens-Douglas’s “Tanti at de Oval.” In R. Durgasingh & N. Selvon-Ramkissoon (Eds.), Caribbean discourses (pp. 259–283). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-031-45047-1_10

Stern, J. M. (2020). Jacob’s ladder: Logics of magic, metaphor and metaphysics: Narratives of the unconscious, the self, and the assembly. Sophia, 59(2), 365–385. https://doi.org/10.1007/s11841-017-0592-y

Suharsono, S., Adilla, I., & Hadi, S. (2023). Kerinduan pada tanah air dalam antologi puisi ʿĀsyiq min Filisṭīn karya Mahmoud Darwish (analisis semiotika Riffaterre). Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(1), 1–13.

Syah, A. S. N. (2021). Analisis makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu “Insya Allah” karya Maher Zain. Textura, 2(1), 29–38.

Tauqan, I. (2002). Al-aʿmāl al-shiʿriyyah al-kāmilah.

Wahidah, A. N., & Mardiansyah, Y. (2025). Kajian semiotika Riffaterre pada lagu “‘Ain” Humood Alkhudher karya Saif Fadhel. Lughaat: Journal of Arabic Linguistics, 1(1), 15–27.

Wiesenthal, C. (1997). Figuring madness in nineteenth-century fiction. Palgrave Macmillan UK. https://doi.org/10.1057/9780230371316

Yuhmansyah, M. N., Masnani, S. W., Haeruddin, H., Agussalim, A., & Nur, M. (2025). Analisis semiotika Riffaterre terhadap lagu Atuna Tufuli karya Remi Bandali. Ihya Al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab, 10(1), 94–109.

Yonita, L., Hafiar, H., & Sani, A. (2018). Konstruksi makna nasionalisme pada desain uang rupiah kertas. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 17(1), 13–28.

Yuwita, N. (2018). Representasi nasionalisme dalam film Rudy Habibie (studi analisis semiotika Charles Sanders Peirce). Jurnal Heritage, 6(1), 40–48.

Zahro, F. (2022). Semiotika Michael Riffaterre dalam puisi Fî ‘Ainika Unwanî karya Faruq Juwaidah. Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab, 4(1), 75–93.

Zhao, Y. (2025). Semiotics: Principles & problems. Springer Nature Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-96-0037-3

Downloads

Published

2026-09-16

How to Cite

Saputra, F., Wirman, E. P., Abrar, A., & llyas, E. (2026). Konstruksi Makna Nasionalisme dalam Mawtini dan Bagimu Negeri: Analisis Semiotik Lintas Budaya. Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 5(3), 953–984. https://doi.org/10.23917/jkk.v5i3.1309

Issue

Section

Articles