Jurnal Keilmuan dan Keislaman https://jsr.ums.ac.id/jkk <p><img style="float: left; padding-right: 10px;" src="https://jsr.ums.ac.id/public/site/images/msa945/cover-jkk--ng-2-6a292b12f7fe4cb8307051b1634fdc79.jpg" alt="" width="169" height="234" /><strong>Jurnal Keilmuan dan Keislaman</strong> merupakan media komunikasi ilmiah yang bertujuan untuk menumbuhkan kepribadian yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, untuk mengabdi secara iklas kepada Allah dan memberi manfaat kepada sesama umat.</p> <p><strong>Jurnal Keilmuan dan Keislaman</strong> dikembangkan berdasarkan visi UMS Universitas Muhammadiyah Surakarta menjadi Pusat Pendidikan dan Pengembangan IPTEKS yang Islami dan memberi arah perubahan. Jurnal ini sebagai media komunikasi ilmiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sebagai bagian dari ibadah kepada Allah (<em>integrated</em>) yang memberi impak terwujudnya masyarakat utama, mengembangkan sumberdaya manusia berdasarkan nilai-nilai keislaman dan memberi arah perubahan dalam rangka mewujudkan masyarakat utama.</p> <p>Tujuan <strong>Jurnal Keilmuan dan Keislaman</strong> adalah sebagai media komunikasi ilmiah yang unggul di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni; mempublikasikan karya ilmiah yang berkualitas yang mengamalkan nilai-nilai Islam; mempublikasikan karya ilmiah secara berkelanjutan (<em>sustainable</em>) dengan tata kelola yang baik.</p> <div> <p>Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian, artikel tinjauan (review), laporan kasus, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Ruang lingkup jurnal ini berfokus pada <strong>topik Keilmuan dan Keislaman</strong><strong data-start="465" data-end="484">,</strong> namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut:</p> <ol> <li>Pendidikan,</li> <li>Sosial dan Humaniora,</li> <li>Keislaman,</li> <li>Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,</li> <li>Teknik,</li> <li>Kesehatan dan Kedokteran,</li> <li>Pertanian, Peternakan, dan Perikanan,</li> <li>Komputer, Informasi, dan Data,</li> <li>Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen,</li> <li>Lingkungan dan Energi,</li> <li>Seni dan Desain,</li> <li>Hukum, Politik, dan Pemerintahan.</li> </ol> <p>Diterbit secara berkala setiap tahun (Maret, Juni, September, dan Desember).</p> </div> <h3>Identitas Jurnal</h3> <div class="col-9 journal_details" style="float: left; margin-right: 10px; margin-top: 20px; border: 1px dashed #c7500b; padding: 10px;"><strong>Title:</strong> Jurnal Keilmuan dan Keislaman<br /><strong>e-ISSN</strong>: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2964-4941" target="_blank" rel="noopener">2964-4941</a><br /><strong>Publisher:</strong> <a href="http://library.ums.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Perpustakaan dan Layanan Digital</a><br /><strong>Email</strong>: [email protected]<br /><strong>Telp</strong>: +62271717417 ext 2197 | 2130<br /><strong>Alamat</strong>: Jl. Ahmad Yani No. 157, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57169, Jawa Tengah, Indonesia<br /><strong>Periode Terbit:</strong> Maret, Juni, September, Desember<br /><strong>Tahun Terbit Pertama: </strong>Maret 2022<br /><strong>Akreditasi:</strong> Sinta 5</div> <p><br /> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> en-US [email protected] (Eko Purnomo, M.Pd.) [email protected] (Fajar Gemilang) Sun, 05 Apr 2026 19:02:58 +0700 OJS 3.3.0.20 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Strategi Remaja Masjid dalam Mengoptimalkan Partisipasi Tadarus Al-Qur’an dan Dampaknya terhadap Karakter Religius Remaja https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/989 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pelaksanaan tadarus Al-Qur’an berbasis remaja masjid, strategi yang digunakan dalam meningkatkan partisipasi dan motivasi remaja, serta implikasinya terhadap pembentukan karakter religius dan keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan di Masjid Al-Kautsar pada bulan Ramadhan. Subjek penelitian terdiri dari remaja peserta tadarus dan pengurus masjid yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi angket sebagai data pendukung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tadarus berlangsung secara terstruktur dan partisipatif dengan melibatkan remaja masjid sebagai penggerak utama melalui sistem halaqah dan penjadwalan yang konsisten. Strategi berbasis pendekatan kelompok sebaya (peer group), variasi metode, serta penciptaan suasana yang kondusif terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi intrinsik dan partisipasi aktif remaja. Kegiatan tadarus juga memberikan implikasi yang signifikan terhadap pembentukan karakter religius, yang tercermin pada peningkatan dimensi keimanan, etika, dan kedisiplinan. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan potensi keberlanjutan yang tinggi, ditandai dengan adanya komitmen remaja untuk melanjutkan kebiasaan membaca Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas ibadah setelah Ramadhan. Dengan demikian, tadarus Al-Qur’an dapat diposisikan sebagai model pembinaan karakter religius berbasis komunitas yang efektif dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian pendidikan agama Islam serta implikasi praktis bagi pengelola masjid dan lembaga pendidikan dalam merancang program pembinaan karakter yang lebih adaptif dan partisipatif.</p> Dwi Rahmanisa, Rakfatul Huurul Aini, Kasita Anisarani, Nadya Ayu Lestari , Zefani Amelia, Hapni Laila Siregar Copyright (c) 2026 Dwi Rahmanisa, Rakfatul Huurul Aini, Kasita Anisarani, Nadya Ayu Lestari , Zefani Amelia, Hapni Laila Siregar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/989 Sun, 05 Apr 2026 00:00:00 +0700 Analisis Multidimensional Bullying pada Sekolah Dasar: Perspektif Ekologi, Pembelajaran Sosial, dan Relasi Kekuasaan https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/979 <p>Bullying pada jenjang sekolah dasar merupakan fenomena yang berdampak signifikan terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, faktor penyebab, dampak, serta implikasi bullying di SDIT Ar-Risalah Kartasura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying terjadi dalam bentuk fisik, verbal, dan sosial, dengan bullying verbal sebagai bentuk yang paling dominan. Faktor penyebab melibatkan interaksi antara faktor individu, teman sebaya, lingkungan sekolah, dan keluarga, di mana dinamika kelompok menjadi penguat utama. Dampak bullying dirasakan oleh korban, pelaku, dan pengamat, baik secara psikologis, sosial, maupun akademik. Analisis berdasarkan Teori Ekologi Bronfenbrenner, Social Learning Theory, dan teori Olweus menunjukkan bahwa bullying merupakan fenomena multidimensional. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanganan yang komprehensif melalui penguatan pengawasan, pendidikan karakter berbasis praktik, program anti-bullying, serta pelibatan guru dan orang tua.</p> Fahriyyah Nurul Najmi, Wahdan Najib Habiby Copyright (c) 2026 Fahriyyah Nurul Najmi, Wahdan Najib Habiby https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/979 Mon, 06 Apr 2026 00:00:00 +0700 Integrasi Ontologi Tuhan, Alam, dan Manusia dalam Filsafat Pendidikan: Systematic Literature Review https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/997 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis pandangan ontologis mengenai esensi dan eksistensi Tuhan, alam, dan manusia serta implikasinya terhadap pengembangan filsafat pendidikan yang holistik. Pendekatan yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan mengacu pada protokol PRISMA, melalui penelusuran literatur pada basis data Google Scholar, DOAJ, dan SINTA dalam rentang tahun 2021–2025. Dari proses seleksi yang sistematis, diperoleh 10 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut menggunakan teknik <em>thematic synthesis</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, ontologi ketuhanan memiliki peran signifikan dalam membentuk makna hidup, kesejahteraan psikologis, serta konsistensi perilaku manusia, sehingga menjadi fondasi nilai dan moral dalam pendidikan. Kedua, ontologi alam menegaskan bahwa alam merupakan realitas objektif yang bersifat relasional dengan manusia, sehingga mendorong pentingnya pendidikan berbasis pengalaman dan kesadaran ekologis. Ketiga, ontologi manusia menunjukkan bahwa manusia merupakan entitas multidimensional yang mencakup aspek sosial, spiritual, kognitif, dan kultural, sehingga memerlukan pendekatan pendidikan yang humanis dan holistik. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi dimensi ontologis Tuhan, alam, dan manusia menjadi dasar dalam pengembangan filsafat pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan kesadaran ekologis. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian filsafat pendidikan serta menjadi acuan praktis bagi perancangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang lebih transformatif dan bermakna.</p> Asep Wahyu Muhrom Dani, Muhammad Noor Ginanjar Jaelani, Syaiful Ulum Riswandi, Muhammad Misbakul Munir Copyright (c) 2026 Asep Wahyu Muhrom Dani, Muhammad Noor Ginanjar Jaelani, Syaiful Ulum Riswandi, Muhammad Misbakul Munir https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/997 Sat, 11 Apr 2026 00:00:00 +0700 Efektivitas Terapi Murottal terhadap Keputusasaan pada Pasien Hemodialisis: Systematic Literature Review Berbasis Pendekatan Biopsikososial-Spiritual https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/980 <p>Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit kronis yang berdampak tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga pada aspek psikologis pasien, salah satunya adalah keputusasaan (<em>hopelessness</em>). Pasien yang menjalani hemodialisis rentan mengalami keputusasaan akibat kompleksitas penyakit dan terapi jangka panjang, sehingga diperlukan intervensi komplementer yang efektif, termasuk pendekatan berbasis spiritual seperti terapi murottal Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusasaan pada pasien hemodialisis serta menganalisis potensi terapi murottal dalam menurunkan keputusasaan melalui pendekatan <em>narrative literature review</em>. Data dikumpulkan dari basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar menggunakan kata kunci <em>Chronic Kidney Disease (CKD)</em>, <em>hemodialysis</em>, <em>hopelessness</em>, dan <em>murottal</em> dengan operator Boolean “AND”, pada rentang tahun 2021–2025. Dari total 421 artikel yang ditemukan, sebanyak 7 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa keputusasaan dipengaruhi oleh berbagai faktor, meliputi depresi, kecemasan, usia, pendidikan, pendapatan, ketidakpastian penyakit, status transplantasi, serta perilaku perawatan diri. Terapi murottal terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan, mengurangi kelelahan, menstabilkan tekanan darah, serta meningkatkan kualitas tidur. Secara integratif, terapi murottal berpotensi menurunkan keputusasaan melalui mekanisme tidak langsung dengan memperbaiki kondisi psikologis dan fisiologis pasien. Dengan demikian, terapi murottal dapat dipertimbangkan sebagai intervensi non-farmakologis berbasis spiritual dalam pendekatan perawatan holistik pada pasien hemodialisis, meskipun penelitian lanjutan dengan desain eksperimental yang lebih kuat masih diperlukan untuk memperkuat evidensi ilmiah.</p> Rizka Oktarini, Mamnuah Copyright (c) 2026 Rizka Oktarini, Mamnuah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/980 Sat, 11 Apr 2026 00:00:00 +0700 Konvergensi dan Divergensi Kebijakan Pendidikan: Studi Komparatif Kurikulum Holistik di India dan Indonesia https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1006 <p>Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut sistem pendidikan mengadopsi pendekatan yang holistik, adaptif, dan berpusat pada peserta didik untuk merespons perkembangan teknologi dan dinamika global. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan kurikulum holistik dan pembelajaran abad ke-21 di India dan Indonesia, serta mengidentifikasi konvergensi paradigma, divergensi strategi implementasi, dan tantangan sistemik yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Sebanyak 50 artikel diidentifikasi dan diseleksi menjadi 36 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan menggunakan <em>thematic analysis</em> dan pendekatan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua negara memiliki konvergensi dalam paradigma pendidikan yang menekankan pengembangan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum holistik. Namun, terdapat divergensi dalam implementasi kebijakan, di mana India melalui National Education Policy (NEP) 2020 lebih menonjolkan pendekatan struktural dan sistemik, sementara Indonesia melalui Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka lebih mengedepankan pendekatan kontekstual dan desentralistik. Selain itu, kedua negara menghadapi tantangan serupa berupa kesenjangan infrastruktur digital, variasi kualitas guru, serta kesenjangan antara kebijakan dan implementasi. Faktor kunci keberhasilan meliputi kepemimpinan transformasional, penguatan kompetensi guru, integrasi teknologi yang inklusif, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam kajian pendidikan komparatif dan secara praktis memberikan rekomendasi kebijakan yang adaptif dan kontekstual untuk mendukung transformasi pendidikan berkelanjutan.</p> Septi Nugrohoningsih, Sri Marmoah, Fadhil Purnama Adi Copyright (c) 2026 Septi Nugrohoningsi, Sri Marmoah, Fadhil Purnama Adi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1006 Wed, 22 Apr 2026 00:00:00 +0700 Dinamika Psikologis pada Perempuan Korban Kekerasan dalam Berpacaran https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1004 <p>Kekerasan dalam hubungan pacaran merupakan fenomena yang semakin mengkhawatirkan, khususnya pada perempuan dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika psikologis perempuan korban kekerasan dalam hubungan pacaran di Kota Sorong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria perempuan berusia 18–40 tahun, berstatus mahasiswi, dan pernah atau sedang mengalami kekerasan dalam pacaran. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, keterangan <em>significant other</em>, serta tes psikologi Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI). Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika psikologis korban terbentuk melalui tiga pola utama. Pertama, keterikatan emosional dalam siklus kekerasan (<em>cycle of violence</em>) yang memunculkan <em>trauma bonding</em>. Kedua, distorsi kognitif berupa <em>self-blame</em>, normalisasi kekerasan, dan keyakinan terhadap perubahan pasangan yang berkontribusi pada <em>learned helplessness</em>. Ketiga, respons perilaku sebagai strategi bertahan yang berkembang menjadi maladaptif dan menyebabkan hilangnya <em>agency</em>. Selain itu, pengalaman kekerasan masa lalu dan rendahnya dukungan sosial memperkuat keterjebakan korban, sementara dukungan sosial menjadi faktor penting dalam proses pemulihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika psikologis korban bersifat kompleks dan melibatkan interaksi aspek afektif, kognitif, dan konatif. Oleh karena itu, intervensi perlu dilakukan secara komprehensif dengan menekankan pemulihan emosional, restrukturisasi kognitif, penguatan <em>agency</em>, serta dukungan sosial.</p> Ayu Lestari, Adinda Shofia, Syafira Putri Ekayani Copyright (c) 2026 Ayu Lestari, Adinda Shofia, Syafira Putri Ekayani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1004 Wed, 22 Apr 2026 00:00:00 +0700 Grounded Theory sebagai Pendekatan Epistemologis dalam Penelitian Pendidikan Agama Islam: Dari Metodologi ke Konstruksi Teori https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1018 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penerapan pendekatan grounded theory dalam penelitian Pendidikan Agama Islam (PAI), meliputi aspek konseptual, prosedur metodologis, serta implikasi teoretisnya dalam pengembangan keilmuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research yang dianalisis melalui tahapan grounded theory, yaitu open coding, axial coding, dan selective coding, yang dilakukan secara simultan dan iteratif dengan menerapkan constant comparative method. Sumber data berupa literatur ilmiah, kitab, dan dokumen akademik yang relevan dengan kajian PAI dan metodologi grounded theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grounded theory memiliki relevansi tinggi dalam penelitian PAI karena mampu menghasilkan teori substantif yang berakar pada realitas empiris dan kontekstual. Secara konseptual, grounded theory tidak hanya berfungsi sebagai metode penelitian, tetapi juga sebagai pendekatan epistemologis yang mendukung pengembangan teori pendidikan Islam yang lebih autentik. Pendekatan ini menyediakan kerangka analisis yang sistematis dan fleksibel, serta dapat diadaptasi dalam penelitian kepustakaan dengan menjadikan dokumen sebagai sumber data utama. Sementara itu, secara teoretis, grounded theory berkontribusi dalam menghasilkan model konseptual internalisasi nilai yang mencakup keteladanan guru, pembiasaan ibadah, lingkungan religius, dan refleksi spiritual sebagai faktor utama pembentukan karakter religius peserta didik. Penelitian ini juga menemukan adanya implikasi epistemologis berupa pergeseran paradigma dari ketergantungan terhadap teori Barat menuju pengembangan teori berbasis konteks lokal dalam Pendidikan Agama Islam. Pendekatan grounded theory memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan strategi pembelajaran dan penguatan budaya religius di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, grounded theory dapat dipandang sebagai pendekatan yang strategis dalam memperkuat metodologi dan pengembangan keilmuan PAI yang kontekstual, aplikatif, dan berbasis data empiris.</p> Dedy Rizaldi, Sehat Ihsan Shadiqin, Teuku Zulfikar Copyright (c) 2026 Dedy Rizaldi, Sehat Ihsan Shadiqin, Teuku Zulfikar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1018 Wed, 06 May 2026 00:00:00 +0700 The Role of Family Support and Self-Control in Enhancing Career Adaptability among Non-Commissioned Police Officers: Evidence from Kulon Progo Police https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1008 <p>Career adaptability is a critical competency for police personnel, particularly for early-career non-commissioned officers (BRIPDA) who face dynamic and complex work demands. This study aims to examine the influence of family support and self-control on career adaptability among BRIPDA personnel in the Kulon Progo Police Department. A quantitative approach was employed, involving 248 participants aged between 18 and 28 years. Data were collected using the Career Adaptability Scale, Family Support Scale (Zimet et al., 1988), and Self-Control Scale (Tangney et al., 2004). The data were analyzed using simple and multiple linear regression techniques. The results indicate that family support has a positive and significant effect on career adaptability, with a contribution of 30.6% (R² = 0.306, p &lt; .001). Similarly, self-control also shows a significant effect, contributing 28.6% (R² = 0.286, p &lt; .001). More importantly, the combined effect of family support and self-control explains 65.9% of the variance in career adaptability (R² = 0.659, p &lt; .001), indicating a substantial increase in explanatory power when both variables are considered simultaneously. These findings suggest that career adaptability is influenced by both external factors, such as family support, and internal factors, such as self-control. The study highlights the importance of integrating environmental support and psychological competencies to enhance adaptability among police personnel. The results provide both theoretical contributions to career construction theory and practical implications for human resource development within law enforcement institutions.</p> Fatikha Putri Lidya, Sri Muliati Abdullah Copyright (c) 2026 Fatikha Putri Lidya, Sri Muliati Abdullah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1008 Fri, 08 May 2026 00:00:00 +0700 Aksiologi dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi: Perspektif Etika, Moral, dan Islam dalam Membangun Peradaban Humanis https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1024 <p>Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pada era modern telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Kemajuan teknologi memberikan berbagai kemudahan dan efisiensi, namun di sisi lain juga menimbulkan persoalan etis, moral, dan sosial seperti penyalahgunaan teknologi, degradasi nilai kemanusiaan, serta ancaman terhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aksiologi sebagai landasan nilai dalam perkembangan dan pemanfaatan IPTEK. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>) melalui penelaahan berbagai buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang berkaitan dengan filsafat ilmu, aksiologi, dan perkembangan teknologi modern. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dari berbagai sumber ilmiah yang diperoleh melalui perpustakaan digital dan Google Scholar. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengkaji, menginterpretasikan, dan mensintesis berbagai pandangan teoritis mengenai aksiologi dan implementasinya dalam perkembangan IPTEK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksiologi memiliki peran strategis sebagai landasan etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Aksiologi berfungsi sebagai pengontrol moral, filter etis, serta pedoman dalam menjaga martabat manusia di tengah perkembangan teknologi modern. Selain itu, perspektif Islam menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan agama merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi, di mana IPTEK harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia serta tetap berlandaskan nilai spiritual dan moral. Integrasi nilai aksiologis dalam pengembangan IPTEK menjadi penting untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya berorientasi pada aspek material dan teknis, tetapi juga mendukung terciptanya kehidupan yang humanis, berkeadaban, dan berkelanjutan.</p> Luthfi Nurdiansyah, Riko Febrialdo, Ajie Hariyadi, Andry Wirawan, Muhammad Misbakul Munir Copyright (c) 2026 Luthfi Nurdiansyah, Riko Febrialdo, Ajie Hariyadi, Andry Wirawan, Muhammad Misbakul Munir https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1024 Fri, 08 May 2026 00:00:00 +0700 Strategi Internasionalisasi Muhammadiyah melalui Pendidikan, Kemanusiaan, dan Diplomasi Islam Moderat https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1013 <p>Muhammadiyah merupakan organisasi Islam modern di Indonesia yang aktif berperan dalam pergaulan internasional melalui bidang kemanusiaan, pendidikan, dan diplomasi global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Muhammadiyah dalam pergaulan internasional serta strategi internasionalisasi yang dilakukan organisasi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (<em>library research</em>) melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan dokumen ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah berperan sebagai aktor non-negara (<em>non-state actor</em>) melalui tiga aspek utama. Pertama, Muhammadiyah menjalankan diplomasi kemanusiaan global melalui MDMC, EMT, dan Lazismu dalam berbagai misi bantuan internasional, khususnya di Palestina. Kedua, Muhammadiyah mempromosikan Islam moderat melalui diplomasi pendidikan, dialog intelektual, dan media digital. Ketiga, Muhammadiyah melakukan internasionalisasi organisasi melalui pengembangan PCIM, Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Muhammadiyah Australia College (MAC), dan penguatan jejaring pendidikan global. Penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah berhasil membangun citra sebagai organisasi Islam modern yang moderat, humanis, dan berkontribusi terhadap perdamaian serta pembangunan global.</p> Muhamad Utsman, Nisfu Ana, Dina Mardiana Copyright (c) 2026 Muhamad Utsman, Ana Nisfu, Dina Mardiana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1013 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0700 Bahasa Ritual Rokat Tase’ Masyarakat Pesisir Madura: Kajian Ontologis dalam Perspektif Filsafat Bahasa https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1038 <p>Penelitian ini bertujuan mengkaji bahasa dalam ritual Rokat Tase’ masyarakat pesisir Madura sebagai tindakan sakral dalam perspektif ontologi filsafat bahasa. Rokat Tase’ merupakan tradisi selamatan laut yang mengandung dimensi religius, sosial, budaya, dan filosofis dalam kehidupan masyarakat nelayan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode hermeneutik-konseptual. Data penelitian berupa teks doa, mantra, hasil wawancara, dokumentasi ritual, serta literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, dokumentasi, wawancara, dan <em>close reading</em>, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan deskriptif-interpretatif, analisis tindak tutur, analisis konseptual ontologis, dan sintesis filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rokat Tase’ mengalami transformasi dari tradisi bernuansa animisme-dinamisme menuju ritual yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam tanpa kehilangan identitas budaya lokalnya. Struktur ritual meliputi tahap persiapan, pengajian dan doa bersama, serta pelarungan sesaji yang melibatkan partisipasi kolektif masyarakat pesisir. Penelitian ini juga menemukan bahwa bahasa dalam ritual Rokat Tase’ tidak hanya bersifat simbolik, tetapi berfungsi sebagai tindakan performatif yang menghadirkan realitas sakral dalam kehidupan masyarakat. Berdasarkan teori tindak tutur J. L. Austin, doa dan mantra ritual mengandung dimensi lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang membentuk makna sosial dan spiritual masyarakat nelayan. Secara ontologis, bahasa ritual berfungsi sebagai medium eksistensial yang menghubungkan manusia, Tuhan, dan laut dalam struktur kosmologis masyarakat pesisir Madura.</p> Sinarsih Sinarsih, Anas Ahmadi Copyright (c) 2026 Sinarsih Sinarsih, Anas Ahmadi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1038 Sun, 17 May 2026 00:00:00 +0700 Aktualisasi Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam Muhammadiyah di Era Digital: Pendidikan, Dakwah, dan Transformasi Sosial sebagai Gerakan Islam Berkemajuan https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1042 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktualisasi <em>amar ma’ruf nahi munkar</em> dalam Muhammadiyah, tantangan implementasinya di era digital dan globalisasi, serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan sumber data utama dari database Scopus dan sumber pendukung dari Google Scholar. Proses seleksi literatur dilakukan melalui tahapan identifikasi, penyaringan, dan sintesis tematik berdasarkan relevansi penelitian. Hasil seleksi menghasilkan 34 artikel yang terdiri atas 24 artikel utama dari Scopus dan 10 artikel pendukung dari Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi <em>amar ma’ruf nahi munkar</em> Muhammadiyah diwujudkan melalui pendidikan, dakwah digital, dan filantropi sosial. Dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), spiritualitas, dan ilmu pengetahuan untuk membentuk karakter religius dan moderat. Pada bidang dakwah, Muhammadiyah memanfaatkan media digital untuk memperkuat moderasi beragama dan literasi media masyarakat. Sementara itu, dalam bidang filantropi sosial, Muhammadiyah mengimplementasikan teologi Al-Ma’un melalui pelayanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini juga menemukan berbagai tantangan, seperti disinformasi digital, radikalisme media sosial, fragmentasi otoritas keagamaan, dan pengaruh globalisasi budaya. Namun demikian, Muhammadiyah mampu mengembangkan strategi adaptif melalui penguatan dakwah moderat, transformasi digital organisasi, dan pendidikan berbasis Islam berkemajuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai <em>amar ma’ruf nahi munkar</em> Muhammadiyah tetap relevan dalam membangun masyarakat yang moderat, inklusif, dan berkelanjutan di era modern.</p> Nurdin Nurdin, Rifia Nur Diana, Dina Mardiana Copyright (c) 2026 Nurdin Nurdin, Rifia Nur Diana, Dina Mardiana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1042 Mon, 18 May 2026 00:00:00 +0700 Rekonstruksi Relasi Parental dalam Pengasuhan Anak Perspektif Al-Qur’an: Pendekatan Tafsir Mubâdalah Berbasis Tauhid, Keadilan, dan Raḥmah https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1049 <p>Penelitian ini bertujuan merekonstruksi relasi parental dalam pengasuhan anak dengan merespons dominasi pembacaan patriarkal dalam tafsir ayat-ayat keluarga yang cenderung menempatkan ibu sebagai pengasuh utama dan ayah sebagai pencari nafkah. Studi ini mengintegrasikan nilai tauhid, keadilan (<em>‘adl</em>), dan <em>raḥmah</em> melalui pendekatan tafsir mubâdalah sebagai kerangka hermeneutik resiprokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis kajian pustaka dengan analisis hermeneutik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan pengasuhan anak, yaitu QS. al-Baqarah: 233, QS. Luqmān: 13–19, QS. an-Nisā’: 34, QS. at-Taḥrīm: 6, dan QS. al-Rūm: 21.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak secara inheren mendukung relasi hierarkis dalam keluarga, melainkan menegaskan prinsip kesalingan, musyawarah, tanggung jawab kolektif, dan kasih sayang dalam relasi ayah dan ibu. Melalui pendekatan mubâdalah, ayat-ayat tersebut direinterpretasi sebagai dasar relasi parental yang kooperatif, dialogis, dan responsif gender, sekaligus mengakui anak sebagai subjek yang memiliki hak dan kebutuhan perkembangan yang harus dipenuhi secara optimal.</p> <p>Integrasi nilai tauhid sebagai fondasi ontologis kesetaraan manusia, keadilan sebagai prinsip distribusi peran yang kontekstual, dan <em>raḥmah</em> sebagai orientasi relasional menghasilkan model pengasuhan Islam yang tidak hanya normatif-teologis, tetapi juga relevan secara psikososial serta sejalan dengan prinsip perlindungan anak dalam konteks keluarga Muslim kontemporer.</p> Mukhammad Syariful Hidayat, Nur Arfiyah Febriani, Nur Rofiah Copyright (c) 2026 Mukhammad Syariful Hidayat, Nur Arfiyah Febriani, Nur Rofiah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1049 Wed, 20 May 2026 00:00:00 +0700 Epistemologi Kebenaran dalam Islam: Telaah Filosofis, Sosiologis, dan Implikasinya terhadap Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1070 <p>Konsep kebenaran merupakan salah satu landasan fundamental dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) karena memengaruhi cara peserta didik memahami ajaran agama, mengembangkan pengetahuan, serta berinteraksi dengan realitas sosial. Namun, kebenaran dalam Islam tidak hanya dipahami dalam dimensi teologis, melainkan juga memiliki dimensi filosofis dan sosiologis yang saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai macam kebenaran dalam Islam melalui perspektif filosofis dan sosiologis serta menganalisis implikasinya terhadap pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur yang meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen yang relevan dengan konsep kebenaran, filsafat pendidikan Islam, sosiologi agama, dan pengembangan kurikulum PAI. Data dianalisis menggunakan teknik <em>content analysis</em> melalui proses reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebenaran dalam Islam bersifat multidimensional yang mencakup dimensi teologis, filosofis, ilmiah, dan sosiologis. Kebenaran teologis bersumber dari wahyu sebagai kebenaran absolut, sedangkan kebenaran filosofis dan ilmiah diperoleh melalui akal serta pengalaman empiris yang bersifat relatif dan dinamis. Dari perspektif sosiologis, kebenaran dipahami sebagai realitas yang mengalami proses konstruksi sosial melalui interaksi budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat Muslim. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam perlu mengintegrasikan dimensi normatif, filosofis, ilmiah, dan sosiologis agar mampu menghasilkan pembelajaran yang kontekstual, kritis, dan relevan dengan tantangan masyarakat modern. Integrasi tersebut diharapkan dapat membentuk peserta didik yang memiliki keimanan yang kuat, kemampuan berpikir kritis, literasi ilmiah, serta kepekaan sosial yang tinggi.</p> Ayu Suraya, Mercy Amilia Saleh, Hermi Pardalena, Hendardi Rizaldi, Siti Uswatun Khasanah, Sayid Qutub Copyright (c) 2026 Ayu Suraya, Mercy Amilia Saleh, Hermi Pardalena, Hendardi Rizaldi, Siti Uswatun Khasanah, Sayid Qutub https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1070 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0700 Relevansi Filosofis Ta'lim al-Muta'allim terhadap Pembelajaran Terintegrasi Aparatur Sipil Negara di Kementerian Keuangan https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1062 <p class="07KatakunciKeywords">Transformasi pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) mendorong perubahan paradigma pembelajaran dari model pelatihan konvensional menuju pembelajaran terintegrasi berbasis <em>corporate university</em>, <em>workplace learning</em>, dan <em>continuous learning</em>. Namun, pendekatan tersebut cenderung berorientasi pada aspek teknis dan kinerja sehingga dimensi nilai, etika, dan karakter belum memperoleh perhatian yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi nilai-nilai pendidikan dalam kitab <em>Ta’lim al-Muta’allim</em> karya Syekh Az-Zarnuji terhadap pembelajaran terintegrasi dalam pengembangan kompetensi ASN di Kementerian Keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>). Sumber data utama terdiri atas kitab <em>Ta’lim al-Muta’allim</em> dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 350/KMK.011/2022 tentang Implementasi Pembelajaran Terintegrasi di Lingkungan Kementerian Keuangan. Data dianalisis menggunakan <em>content analysis</em> dan <em>comparative analysis</em> untuk mengidentifikasi keterkaitan konseptual antara pendidikan Islam klasik dan sistem pembelajaran ASN modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat relevansi filosofis yang kuat antara nilai-nilai pendidikan dalam <em>Ta’lim al-Muta’allim</em> dan pembelajaran terintegrasi ASN, khususnya pada aspek niat belajar, keteladanan, pembelajaran sosial, budaya belajar berkelanjutan, dan orientasi kebermanfaatan ilmu. Nilai-nilai adab, integritas, tanggung jawab, serta kesungguhan dalam menuntut ilmu memiliki kesesuaian dengan prinsip <em>continuous learning</em>, <em>experiential learning</em>, <em>social learning</em>, dan <em>learning organization</em> yang menjadi fondasi pengembangan kompetensi ASN modern. Integrasi nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam memperkuat karakter, integritas, budaya belajar, serta implementasi nilai dasar ASN BerAKHLAK. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam klasik memiliki kontribusi konseptual yang relevan dalam memperkaya sistem pengembangan kompetensi ASN berbasis <em>corporate university</em> melalui penguatan keseimbangan antara kompetensi profesional dan pembentukan karakter.</p> Muh. Anang Al Aziz, Ridwan Sidik Kurniawan, Rahmad Imaduddin, Muhammad Misbakul Munir Copyright (c) 2026 Muh. Anang Al Aziz, Ridwan Sidik Kurniawan, Rahmad Imaduddin, Muhammad Misbakul Munir https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1062 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0700 Ijma’ sebagai Metode Penyelesaian Hukum Islam Kontemporer: Analisis Transplantasi Organ Tubuh Manusia dalam Perspektif Maqashid al-Syari’ah https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1057 <p>Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran modern telah melahirkan berbagai persoalan hukum Islam kontemporer, salah satunya terkait transplantasi organ tubuh manusia. Persoalan ini memunculkan perdebatan di kalangan ulama karena berkaitan dengan aspek teologis, etis, medis, dan kemanusiaan yang tidak dijelaskan secara eksplisit dalam Al-Qur’an maupun Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi ijma’ sebagai metode penyelesaian masalah dalam hukum Islam kontemporer dengan studi kasus transplantasi organ tubuh manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode analisis deskriptif-analitis. Sumber data primer meliputi Al-Qur’an, Hadis, kitab ushul fiqh, serta fatwa lembaga fikih internasional dan nasional terkait transplantasi organ. Sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ijma’ memiliki peran penting dalam membangun legitimasi hukum Islam terhadap persoalan transplantasi organ melalui pendekatan ijtihad jama’i yang melibatkan pertimbangan multidisipliner. Perbedaan pandangan ulama terhadap transplantasi organ dipengaruhi oleh variasi metode istinbath hukum, pertimbangan maslahat dan mafsadah, serta pendekatan maqashid al-syari’ah. Mayoritas ulama kontemporer cenderung membolehkan transplantasi organ dengan syarat tertentu berdasarkan prinsip hifdz an-nafs (menjaga jiwa), kondisi darurat (dharurah), dan kemaslahatan umat. Penelitian ini menegaskan bahwa hukum Islam memiliki fleksibilitas metodologis dalam merespons perkembangan teknologi medis modern tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar Syariah. Dengan demikian, ijma’ dan maqashid al-syari’ah menjadi instrumen penting dalam menjaga relevansi hukum Islam terhadap dinamika persoalan kontemporer.</p> Mulya Hasanah, Kamal Hasuna Copyright (c) 2026 Mulya Hasanah, Kamal Hasuna https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1057 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0700 Degradasi Akhlak Remaja di Era Digital: Analisis Faktor Penyebab dan Strategi Pembinaan Karakter Berbasis Pendidikan Agama Islam di SMA Kosgoro Kota Bogor https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1102 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena degradasi akhlak remaja di lingkungan sekolah, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta mendeskripsikan strategi pembinaan karakter berbasis Pendidikan Agama Islam di SMA Kosgoro Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas koordinator guru Bimbingan dan Konseling (BK), guru BK, serta siswa kelas XI. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi akhlak remaja di lingkungan sekolah ditandai dengan menurunnya sikap sopan santun terhadap guru, penggunaan bahasa yang kurang santun, meningkatnya perilaku individualistik, rendahnya empati sosial, serta berkurangnya kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Faktor penyebab degradasi akhlak terdiri atas faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kondisi emosional remaja yang belum stabil, rendahnya kesadaran moral, dan lemahnya kontrol diri, sedangkan faktor eksternal meliputi pengaruh media sosial, budaya digital, lingkungan pergaulan, pola asuh keluarga, dan kurangnya pengawasan orang tua. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sekolah menerapkan berbagai strategi pembinaan karakter melalui kegiatan religius, pembiasaan perilaku positif, pendekatan humanis, serta penguatan Pendidikan Agama Islam. Program seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dzikir bersama, dan pembinaan karakter terbukti memberikan dampak positif terhadap pembentukan akhlak siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan akhlak remaja memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat melalui pendekatan pendidikan yang religius, humanis, dan adaptif terhadap perkembangan budaya digital.</p> Ahmad Khori, Ida Fitriana, Iis Mulyani Copyright (c) 2026 Ahmad Khori, Ida Fitriana, Iis Mulyani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1102 Mon, 08 Jun 2026 00:00:00 +0700 Commuter Marriage: Dinamika Komunikasi Interpersonal dan Ketahanan Keluarga dalam Pernikahan Jarak Jauh https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1050 <p><em>Commuter marriage</em> merupakan bentuk pernikahan jarak jauh yang terjadi ketika pasangan suami istri hidup terpisah secara geografis akibat tuntutan pekerjaan, pendidikan, maupun kebutuhan ekonomi. Fenomena ini semakin berkembang seiring meningkatnya mobilitas tenaga kerja dan pola kehidupan <em>dual-career</em> pada masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika <em>commuter marriage</em>, khususnya terkait karakteristik hubungan, komunikasi interpersonal, manajemen konflik, ketahanan keluarga, serta strategi mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Penelitian menggunakan pendekatan <em>systematic literature review</em> (SLR) dengan metode deskriptif-analitik. Data diperoleh melalui penelusuran literatur dari Google Scholar, Scopus, dan ProQuest menggunakan kata kunci <em>commuter marriage</em>, <em>long-distance marriage</em>, komunikasi interpersonal, ketahanan keluarga, dan <em>family resilience</em>. Literatur yang digunakan merupakan artikel ilmiah terbitan tahun 2010–2023 yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan secara tematik-integratif melalui proses identifikasi, pengkodean, sintesis, dan interpretasi temuan dari berbagai sumber penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>commuter marriage</em> memiliki karakteristik berupa keterpisahan geografis, keterbatasan interaksi langsung, serta ketergantungan terhadap teknologi komunikasi. Faktor utama penyebab <em>commuter marriage</em> meliputi pekerjaan, ekonomi, pendidikan, dan pola kehidupan <em>dual-career</em>. Komunikasi interpersonal yang efektif, pengelolaan konflik secara konstruktif, serta ketahanan keluarga menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas hubungan. Selain itu, strategi seperti penguatan kepercayaan, komunikasi intensif, dukungan sosial, dan pertemuan tatap muka secara berkala terbukti membantu pasangan mempertahankan keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan <em>commuter marriage</em> tidak hanya ditentukan oleh kedekatan fisik, tetapi juga oleh kualitas komunikasi, komitmen, kemampuan adaptasi, dan ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.</p> Taufik Hidayat, Arisman Arisman Copyright (c) 2026 Taufik Hidayat, Arisman Arisman https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1050 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0700 Kepemimpinan Perempuan dalam Perspektif Islam Kontemporer: Analisis Kesetaraan Gender dan Reinterpretasi Teks Keagamaan https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1129 <p>Kepemimpinan perempuan dalam Islam masih menjadi perdebatan yang berkembang di kalangan masyarakat Muslim akibat adanya perbedaan interpretasi terhadap teks-teks keagamaan dan pengaruh budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinan perempuan dalam perspektif Islam kontemporer, mengkaji prinsip kesetaraan gender dalam Islam, serta mengeksplorasi argumentasi dan dinamika sosial yang memengaruhi penerimaan terhadap kepemimpinan perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, serta karya akademik yang membahas kepemimpinan perempuan, feminisme Islam, dan reinterpretasi teks-teks keagamaan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui identifikasi dan interpretasi tema-tema utama yang berkaitan dengan kepemimpinan perempuan dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam pada dasarnya menempatkan laki-laki dan perempuan dalam posisi yang setara sebagai hamba Allah Swt. dan khalifah di bumi. Kepemimpinan dalam Islam lebih menekankan aspek kompetensi, integritas, tanggung jawab moral, dan kemaslahatan dibandingkan faktor gender. Pemikiran Islam kontemporer juga menunjukkan adanya reinterpretasi terhadap teks-teks keagamaan yang lebih kontekstual dan inklusif sehingga membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam kepemimpinan publik. Meskipun demikian, budaya patriarki, stereotip gender, dan perbedaan interpretasi agama masih menjadi tantangan dalam penerimaan kepemimpinan perempuan di masyarakat Muslim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan perempuan dalam Islam memiliki legitimasi yang kuat selama didasarkan pada kapasitas, kualitas, dan kemampuan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.</p> Putri Riani, Viani Kornelia, Firda Nazirah, Ahmadi Ahmadi Copyright (c) 2026 Putri Riani, Viani Kornelia, Firda Nazirah, Ahmadi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1129 Tue, 16 Jun 2026 00:00:00 +0700 Tauhid Rububiyyah dan Perilaku Peduli Lingkungan Mahasiswa: Studi Korelasional pada Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1150 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman Tauhid Rububiyyah dan perilaku peduli lingkungan pada mahasiswa Program Studi Sastra Inggris angkatan 2024 Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 140 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dari total populasi 216 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan didukung oleh wawancara terhadap enam responden. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman Tauhid Rububiyyah berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 29,16 atau 58,32% dari skor maksimum. Perilaku peduli lingkungan mahasiswa juga berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 27,93 atau 55,86% dari skor maksimum. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,200 (p &gt; 0,05). Selanjutnya, hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif, signifikan, dan kuat antara pemahaman Tauhid Rububiyyah dan perilaku peduli lingkungan (r = 0,615; p &lt; 0,001). Nilai koefisien determinasi sebesar 37,8% menunjukkan bahwa pemahaman Tauhid Rububiyyah memberikan kontribusi terhadap perilaku peduli lingkungan mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi pemahaman Tauhid Rububiyyah yang dimiliki mahasiswa, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk menunjukkan perilaku peduli lingkungan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai ketauhidan dalam pendidikan tinggi sebagai upaya membangun kesadaran dan tanggung jawab ekologis yang berlandaskan ajaran Islam.</p> Rasya Regina Shafa, Sanny Septia Nursyabani Dewi, Faisal Abdul Aziz, Aria Gentra Mahajana, Dadan Firdaus, Falih Ijlal Septian Copyright (c) 2026 Rasya Regina Shafa, Sanny Septia Nursyabani Dewi, Faisal Abdul Aziz, Aria Gentra Mahajana, Dadan Firdaus, Falih Ijlal Septian https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jsr.ums.ac.id/jkk/article/view/1150 Thu, 25 Jun 2026 00:00:00 +0700