PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI OBAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT SURAKARTA TAHUN 2019

Authors

  • Millata Hanifa Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nurul Mutmainah Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/ujp.v1i1.131

Keywords:

edukasi, kepatuhan, tuberkulosis paru, leaflet

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis termasuk penyakit kronis yang mana kepatuhan dalam pengobatan menjadi hal yang sangat penting. Pengetahuan tentang penyakit tuberkulosis dan risiko ketidakpatuhan dalam pengobatan dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan maka dilakukan edukasi sebagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Media tambahan seperti leaflet dibutuhkan untuk memudahkan pasien untuk memahami edukasi yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat kepatuhan pasien TB paru di BBKPM Surakarta dan menganalisis tingkat kepatuhan pasien TB paru sebelum dan sesudah pemberian edukasi dengan leaflet pada kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan control group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 44 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan kriteria inklusi yaitu pasien TB paru usia 18-65 tahun yang sudah menjalani pengobatan kategori I minimal 1 bulan di BBKPM Surakarta tahun 2019 dan bersedia menjadi responden serta dapat berkomunikasi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxom dan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil penelitian sebelum pemberian intervensi pasien yang patuh dalam pengobatan sejumlah 9 responden (40,9%) dan setelah pemberian intervensi jumlah pasien yang patuh menjadi 14 respondem (63,6%). Terdapat peningkatan kepatuhan yang bermakna antara sebelum dan sesudah pemberian intervensi dengan nila p (sign) 0,010 (<0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat peningkatan kepatuhan yang bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p (sign) 0,175 (>0,05). Terdapat perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan antara kelompok intervensi berupa edukasi

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andarmoyo, S. (2015). Pemberian Pendidikan Kesehatan Melalui Media Leaflet Efektif Dalam Peningkatan Pengetahuan Perilaku Pencegahan Tuberkulosis Paru di Kabupaten Ponorogo. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, (November), 600–605. Retrieved from http://seminar.umpo.ac.id/index.php/semnasdik2015/article/viewFile/276/276

Dahlan, M. S. (2013). Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Penerbit Salemba Medika.

Departemen Kesehatan RI. (2005). Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Tuberkulosis. Jakarta. Dotulong, J. F. J., Sapulete, M. R., & Kandou, G. D. (2015). Hubungan Faktor Risiko Umur, Jenis Kelamin Dan Kepadatan Hunian Dengan Kejadian Penyakit Tb Paru Di Desa Wori Kecamatan Wori. Jurnal Kedokteran Komunitas Dan Tropik, 3(2), 57–65.

Imamala B. (2016). Hubungan Kepatuhan dan Keberhasilan Terapi pada Pasien TB Paru Fase Intensif di Instalasi Rawat Jalan BBKPM Surakarta. Skripsi. Surakarta: Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kementerian Kesehatan RI. (2014). Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016. Kementerian Kesehatan RI, 163.

Pertiwi, R. N., Wuryanto, M. A., & Sutiningsih, D. (2012). Hubungan Antara Karakteristik Individu, Praktik Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Tuberculosis Di Kecamatan Semarang Utara Tahun 2011. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(1), 435–445.

Prihanti, G. S., Sulistiyawati, & Rahmawati, I. (2017). Analisis Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru. Saintika Medika, 11(2), 127. https://doi.org/10.22219/sm.v11i2.4207

Putra, O. N. (2018). Pengaruh Pemberian Konseling dan Leaflet Terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Dalam meminum Obat di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta. Skripsi. Surakarta: Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rahmadi, G. I. (2017). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis pada Pasien Tuberkulosis Paru di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta Periode Januari-Juni 2017. Skripsi. Surakarta: Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sriwijaya, R. A., Kumala, S., Keban, S. A., Bhakti, S., Palembang, P., & Farmasi, F. (2018). Pengaruh Edukasi Farmasis terhadap Outcome Terapi Pasien TB Paru Fase Intensif di RSUP Persahabatan Periode Maret-Juli 2015. Jurnal Penelitian Sains, 20(September), 86–91.

World Health Organisation. (2018). Global Health TB Report. In Who. https://doi.org/ISBN 978- 92-4-156564-6

Yeti, A., Candrawati, E., & A.W, R. C. (2015). Pengetahuan Pasien Tuberculosis Berimplikasi Terhadap Kepatuhan Berobat. Jurnal Care, 3(2), 35–44. https://doi.org/10.1016/0304-8853(95)01195-1

Downloads

Published

2022-02-28

How to Cite

Hanifa, M., & Mutmainah, N. (2022). PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI OBAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT SURAKARTA TAHUN 2019 . Usadha Journal of Pharmacy, 1(1), 111–122. https://doi.org/10.23917/ujp.v1i1.131

Issue

Section

Articles