HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KERASIONALAN SWAMEDIKASI PENYAKIT MAAG PADA MASYARAKAT DI DESA SELOJARI KECAMATAN KLAMBU KABUPATEN GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH

Authors

  • Sania Nayasari Khoirunnisa Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nurul Mutmainah Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/ujp.v2i2.147

Keywords:

swamedikasi, obat maag, tingkat pengetahuan, kerasionalan

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang penting bagi setiap manusia karena tanpa kesehatan yang baik, manusia sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu penyakit yang sering diobati dengan pengobatan mandiri yaitu sakit maag. Tingkat pengetahuan memiliki fungsi sebagai informasi pendukung saat melakukan swamedikasi agar pelaksanaanya tepat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara tingkat pengetahun terhadap kerasionalan swamedikasi penyakit maag pada masyarakat di Desa Selojari Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sampel yang
digunakan dalam penelitian ini sebanyak 389 responden yang merupakan masyarakat Desa Selojari berumur 17-60 tahun, pernah melakukan swamedikasi maag dalam 1 tahun terakhir, bersedia menjadi responden dan mengikuti prosedur penelitian. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (67,9%), cukup (30,1%), dan kurang (2,1%). Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kerasionalan swamedikasi, data dianalisis dengan uji rank spearman. Dari hasil penelitian hubungan tingkat pengetahuan terhadap kerasionalan swamedikasi saling berhubungan dengan p value 0,000. Selain itu nilai signifikan menunjukkan hasil yang positif artinya bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan masyarakat Desa Selojari maka kerasionalan swamedikasi juga semakin meningkat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Qerem, W., Jarab, A., Hammad, A., Alsajri, A. H., Al-Hisma, S. W., Ling, J., Alabdullah, A. S., Salama, A., and Mosleh, R., 2022, Knowledge, Attitudes, and Practices of Adult Iraqi Population Towards COVID-19 Booster Dose: A Cross-Sectional Study, Patient Preference and Adherence, 16, 1525–1537.

American Pharmacists Association, 2009, Drug Information Handbook 17th Edition. Lexi Comp’s Drug Reference Handbook.

Aniamarta, Thasya., Alifia. S. H., Febriana. L. A., 2022, Review Artikel : Penyebab dan Pengobatan Serangan Jantung, Jurnal Biologi Samudra, 4(1), 22-31.

Arikunto, Suharsini., 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta.

BPS, 2022, Persentase Penduduk yang Mengobati Sendiri Selama Sebulan Terakhir (Persen), 2019-2021. Badan Pusat Statistika. Diakses pada : https://www.bps.go.id/indicator/30/1974/1/persentase-penduduk-yang-mengobati-sendiriselama-sebulan-terakhir.html [Diakses pada 25 Juni 2022]

Damayanti, D. A., 2017, Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Penggunaan Obat Analgetik Pada Swamedikasi Nyeri Gigi di Masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Skripsi, Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2007, Pedoman Penggunaan Obat Bebas Dan Bebas Terbatas, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Dipiro, J. T, 2020, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach Eleventh Editio, Mc Graw Hill, New York.

Farida, U., Yogi, B, M., Wika., A., Amaliyah, S, 2021, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas Untuk Swamedikasi Pada Masyarakat Dusun Krajan Kedungjambe Singgahan Tuban, Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science, 3(1), 1-9.

Farizal, 2015., Faktor Faktor yang Mempengaruhi Pasien Melakukan Swamedikasi Obat Maag Di Apotek Bukit Tinggi., Jurnal Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi, 63-68.

Harahap, N.A., Khoirunnisa, & Tanuwijaya,J., 2017 , Tingkat Pengetahuan Pasien dan Rasionalitas Swamedikasi di Tiga Apotek Kota Penyabungan, Jurnal Sains Farmasi Dan Klinis. 3(5), 186-192.

Hartati, Sri., Wasisto, U., Jumaini, 2014, Hubungan Pola Makan Dengan Resiko Gastritis Pada Mahasiswa Yang Menjalani Sistem KBK, JOM PSIK, 1(2).

Ikatan Apoteker Indonesia, 2021, ISO Informasi Spesialite Obat Indonesia volume 53, PT Pharma Tekno Solusi, Jakarta.

Ilmi, T., Suprihatin, Y., & Probosiwi, N., 2021, Hubungan Karakteristik Pasien dengan Perilaku Swamedikasi Analgesik di Apotek Kabupaten Kediri, Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 17(1), 21-34.

Lady, F., 2019, Ketepatan Swamedikasi Maaf pada Pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri Non Kesehatan Di Kecamatan Pontianak Selatan Periode 2019, 1(2), 1-2.

Mandjur, 2023, Tay Pin San Cair, terdapat di https://www.mandjur.co.id/tay-pin-san-cair [Diakses pada 29 Maret 2023 ]

Muhith, Abdul., Sandu, Siyoto., 2016, Pengaruh Pola Makan dan Merokok Terhadap Kejadian Gastritis pada Lansia, Jurnal Keperawatan, 10(3), 136-139.

Mulat, T. M., 2016, Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Terhadap Penyakit Gastritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong Kota Makassar, Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 4(1), 30–37.

Nabila, A., Puspitasari, C. E., & Erwinayanti, G. A. . S., 2020, Hubungan Tingkat Pendapatan dan Pendidikan dengan Perilaku Masyarakat Melakukan Swamedikasi Gastritis di Kelurahan Nunleu Kota Kupang, Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(1), 242–247.

Notoatmodjo, S., 2007, Promosi Kesehatan Dan Ilmu Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta.

Paul Rutter, 2013, Community Pharmacy Symptoms, Diagnosis and Treatment third edition,, Churchill Livingstone ELSEVIER, United Kingdom.

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 924/MENKES/PER/X/1993 Tentang Daftar Obat Wajib Apotik No 2, 1993, Jakarta.

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Perubahan Penggolongan, Pembatasan dan Kategori Obat. 2021, Jakarta.

Probowati, A., 2018, Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Ketepatan Penggunaan Obat Swamedikasi Nyeri Persendian oleh Pasien Apotek X Kota Probolinggo, Artikel Ilmiah, Fakultas Farmasi, Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang.

Sugiyono, 2008, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D, Alfabeta, Bandung.

Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R&D, Alfabeta, Bandung.

Tjay, T. H., & Rahardja, K., 2015, Obat Obat Penting Khasiat, Penggunaan dan Efek Samping (Edisi Ketujuh), PT. Elex Media Media Komputindo Kompas Gramedia, Jakarta.

Wawang, A., Rizza, L., & Ega, F. A.-Q., 2021, Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Swamedikasi Maag di RT 01 RW 01 di Desa Cisantana, Jurnal Farmasi Muhammadiyah.

Downloads

Published

2023-05-31

How to Cite

Khoirunnisa, S. N. ., & Mutmainah, N. . (2023). HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KERASIONALAN SWAMEDIKASI PENYAKIT MAAG PADA MASYARAKAT DI DESA SELOJARI KECAMATAN KLAMBU KABUPATEN GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH. Usadha Journal of Pharmacy, 2(2), 201–217. https://doi.org/10.23917/ujp.v2i2.147

Issue

Section

Articles