OPTIMASI FORMULA ORALLY DISINTEGRATING TABLET EKSTRAK DAUN Moringa oleifera MENGGUNAKAN METODE GRANULASI BASAH DENGAN ANALISIS SIMPLEX LATTICE DESIGN
DOI:
https://doi.org/10.23917/ujp.v4i1.521Keywords:
kelor, ODT, crospovidone, croscarmellose sodiumAbstract
Tanaman kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan flavonoid untuk antidiabetes. Penggunaan daun kelor biasanya dalam masyarakat dengan cara diseduh atau dikonsumsi dalam sediaan tablet. Akan tetapi, hal tersebut dirasa kurang praktis terutama bagi lansia yang sulit untuk menelan. Oleh karena itu diciptakan inovasi baru untuk meningkatkan efisiensi yaitu dalam bentuk sediaan ODT. Orally Disintegrating Tablet adalah tablet tidak bersalut yang dimaksudkan untuk dimasukkan ke dalam mulut dan kemudian didispersikan dengan cepat sebelum ditelan dan batas disintegrasi yang diberikan untuk tablet ini adalah 3 menit. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi formulasi optimal ODT ekstrak daun kelor dengan menentukan pengaruh penggunaan kombinasi superdisintegrant crospovidone (CP) dan croscarmellose sodium (CS) dengan parameter keseragaman bobot, kekerasan tablet, waktu hancur dan kerapuhan. Formula optimal dibuat dengan metode granulasi basah dan diolah dengan menggunakan program Design Expert 13 dengan menggunakan model simplex lattice design. Formula optimal yang dihasilkan memilki nilai desirability tertinggi 0,823 dengan crospovidone (23 mg) dan croscarmellose sodium (12 mg) yang menghasilkan kekerasan 4,15±0,51 ; kerapuhan 0,51±0,20 ; waktu hancur 155,22±10,89 dan keseragaman bobot 1,82±9,22.
Downloads
References
Ayuningtyas, N. D., Febrianto, Y. and Lutfi, T. (2021). Formulasi Orally Disintegration Tablet (ODT) candesartan cilexetil dengan croscarmellose sodium dan crospovidone sebagai superdisintegrant. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia, 4 (1), 21–28. doi:10.52216/jfsi.v4i1.64.
Bestari, A. N., Sulaiman, T. N. S. and Rohman, A. (2016). Formulasi Orally Disintegration Tablet (ODT) meloksikam dengan variasi komposisi Ac-Di-Sol® dan Kollidon Cl® sebagai bahan penghancur. Majalah Farmaseutik, 12 (2), 453–465. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v12i2.26454.
Depkes RI, 2020, Farmakope Indonesia, Edisi VI. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Fadhilah, I. N. and Saryanti, D. (2019). Formulasi dan uji stabilitas fisik sediaan tablet ekstrak buah pare (Momordica charantia L.) secara granulasi basah. Smart Medical Journal, 2 (1), 1–7. https://doi.org/10.13057/smj.v2i1.29676.
Farahiyah, D. and Sulaiman, T. (2021). Pengaruh kombinasi superdisintegrant crospovidone dan croscarmellose sodium pada sifat fisik dan disolusi Fast Disintegrating Tablet hidroklorotiazid. Majalah Farmaseutik, 17 (1), 140–148. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v17i1.61756.
Fassihi, A. R. and Kanfer, I. (1986). Effect of compresssibility and powder flow properties on tablet weight variation. Scanning, 12, 1947–1966. DOI:10.3109/03639048609042619.
Garnadi, J., Rahmat, S., Sugiarti, N. V. (2019). Formulasi dan evaluasi sediaan tablet asam mefenamat menggunakan eksipien croscarmellose sodium sebagai disintegran dengan metode granulasi basah. Journal of Pharmacopolium, 2 (1), 37–44. DOI: 10.36465/jop.v2i1.470.
Halan, S. O., Woda, R. R. and Setianingrum, E. L. S. (2019). Pengaruh pemberian jus daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar glukosa darah puasa pada orang dewasa dengan risiko diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas Oebobo kota Kupang. Cendana Medical Journal (CMJ), 18 (3), 556–565. https://doi.org/10.35508/cmj.v8i1.2666.
Hidayat, I. R., Zuhrotun, A. and Sopyan, I. (2020). Design-Expert software sebagai alat optimasi formulasi sediaan farmasi. Majalah Farmasetika, 6 (1), 99–120. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v6i1.27842.
Irawan, W. and Sulaiman, T. N. S. (2016). Optimasi formula Fast Disintegrating Tablet natrium diklofenak terinklusi β-Siklodekstrin dengan superdisintegrant crospovidone dan filler binder mikrokristalin selulosa pH 102. Majalah Farmaseutik, 12 (2), 443–452. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v12i2.26453.
Kemenkes RI, (2014). Farmakope Indonesia. Edisi V. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.
Khaidir, S., Murrukmihadi, M. and Kusuma, A. P. (2015). Formulasi tablet ekstrak kangkung air (Ipomoea aquatica F.) dengan variasi kadar amilum manihot sebagai bahan penghancur. Jurnal Ilmiah Farmasi, 11 (1), 1–8. https://doi.org/10.20885/jif.vol11.iss1.art1.
Kharisma, R., Sari, I. P. and Bestari, A. N. (2018). Optimasi formula tablet ekstrak umbi bengkuang (Pachyrrhizus erosus) dengan variasi komposisi bahan pengisi Avicel® pH 101 dan bahan penghancur crospovidone. Traditional Medicine Journal, 23 (1), 9–15. https://doi.org/10.22146/mot.35113.
Kurniawan, H., Sukmawaty, S., Ansar, A., Murad, M., Sabani, R., Yuniarto, K. and Khalil, F. I. (2020). Pengolahan daun kelor di desa Sigar Penjalin kecamatan Tanjung kabupaten Lombok Utara. Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram, 2 (2), 1–8. DOI: 10.29303/amtpb.v2i2.47.
Lestari, A. B. S., Fudholi, A., Nugroho, A. K. and Setyowati, E. P. (2018). Optimasi formula sediaan Fast Disintegrating Tablet (FDT) ekstrak etanolik herba pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.). Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 16 (1), 94. DOI: 10.35814/jifi.v16i1.423.
Pratiwi, P. D., Nugroho, A. K. and Lukitaningsih, E. 2020. Optimasi tablet lepas cepat levofloksasin hidroklorida menggunakan crospovidone sebagai disintegran dan studi disolusi efisiensi. Majalah Farmaseutik, 16 (1), 58–63. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v16i1.48352.
Pusipta, E. O., Ebtavanny, G. T. and Fortunata, A. F. 2022. Studi pengaruh jenis bahan pengikat sediaan tablet dispersi solid kunyit terhadap profil disolusi ekstrak kunyit (Curcuma domestica). Pharmaceutical Journal of Indonesia, 8 (1), 95–102. DOI: 10.21776/ub.pji.2022.008.01.10.
Putranti, W., Edityaningrum, C. A., Prastyaningrum, E. and Widiyastuti, L. (2021). Formulasi Fast Disintegrating Tablet ekstrak etanol daun salam dengan kombinasi crospovidone dan croscarmellose sodium sebagai superdisintegrants. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 8 (3), 285. DOI: https://doi.org/10.25077/jsfk.8.3.285-295.2021.
Putri, J. W., Parfati N. and Rani, K. C., (2019a). Pengaruh konsentrasi sodium starch glycolate sebagai superdisintegran (0% dan 20%) terhadap karakteristik fisik Orally Disintegrating tablet atenolol. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 7 (2), 1–12.
Putri, Y. D., Tristiyanti, D. and Teresia, M. (2019b). Formulasi dan evaluasi tablet hisap triamsinolon asetonida dengan variasi pengikat maltodekstrin dan PVP. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia, 7 (2), 1–12. DOI: 10.58327/jstfi.v7i2.76.
Ramadhan, M. S. and Lantika, U. A. (2022). Kajian sediaan Orally Dissolving Film (ODF). Jurnal Riset Farmasi, 2 (2), 89–96. https://doi.org/10.29313/jrf.v2i2.1270.
Rani, K. C., Parfati N. and Putri J. W. (2017). Formulasi sediaan Orally Disintegrating Tablet atenolol dengan sodium starch glycolate sebagai superdisintegran. Farmasi Sains Dan Komunitas, 14 (1), 55–64. DOI: 10.24071/jpsc.141564.
Rowe, R., Sheskey, P. and Quinn, M. (2009). Handbook of Pharmaceutical Excipients, Sixth Edit., Pharmaceutical Press, London.
Saputra, S., Sulaiman, T. and Herowati, R. (2019). Formulasi Orally Disintegrating Tablet salbutamol sulfat menggunakan pengisi F-Melt, pemanis xylitol dan superdisintegrant sistem effervescent. Jurnal Wiyata, 6 (1), 21–30. DOI: http://dx.doi.org/10.56710/wiyata.v6i1.238.
U.S.Pharmacopeia, 2023, USP. 1174. 1216.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zanuar Syifa'ul Aini, Gunawan Setiyadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









