HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DAN PERILAKU ORANG TUA DI KELURAHAN SRONDOL KULON BANYUMANIK SEMARANG TERHADAP DIARE PADA BALITA

Authors

  • Saska Hanifah Nurrahma Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Lilla Prapdhani Agni Hajma Fakultas Farmasi, Univeritas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/ujp.v4i1.532

Keywords:

diare akut, swamedikasi, pengetahuan, sikap, perilaku

Abstract

Diare akut merupakan kondisi gangguan buang air besar yang ditandai dengan perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair selama lebih dari 3 hari tanpa disertai lendir dan darah. Pengobatan dapat dilakukan secara mandiri (swamedikasi) namun harus didasari pengetahuan obat yang memadai. Pengetahuan orang tua terhadap penanganan suatu penyakit merupakan faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap dan perilaku orang tua di kelurahan Srondol Kulon Banyumanik Semarang terhadap kejadian diare akut pada balita. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah non eksperimental dan data diperoleh melalui sebaran kuisioner. Penelitian ini dilakukan di kelurahan Srondol Kulon Banyumanik Semarang dengan melibatkan sejumlah 105 responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu masyarakat dengan rentang usia 26-45 tahun yang pernah menangani diare akut pada anak. Diperoleh hasil berupa tingkat pengetahuan orang tua dalam kategori baik dengan persentase 97%, sikap dengan kategori baik dengan persentase 87,6% dan perilaku dalam kategori baik dengan persentase 93,3%. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap dan perilaku yang dianalisis dengan metode korelasi Spearmant Rank. Hubungan tersebut memiliki nilai signifikansi 0,000 dengan nilai r 0,688 dan 0,643 dalam kategori kuat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aja, N., Patilaya, H. L. and Merdekawati, D. (2021). Gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap perilaku pencegahan diare pada balita di wilayah kerja puskesmas Kalumpang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1). pp. 97–108. https://doi.org/10.31596/jkm.v9i1.807.

Alita, P., Fahrurazi, F. and Fakhsiannor, F. (2015). Hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan ibu terhadap kejadian diare pada balita di puskesmas Cempaka Putih kota Banjarmasin. Jurnal An-Nadaa, 015. pp. 14–18. http://dx.doi.org/10.31602/ann.v2i1.2610.

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian melalui pendekatan praktik. Jakarta. Rineka Cipta.

Arsurya, Y., Rini, E. A. and Abdiana, A. (2017). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan diare dengan kejadian diare pada balita di kelurahan Korong Gadang kecamatan Kuranji kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(2). p. 452. DOI: 10.25077/jka.v6i2.720.

Asa, A. O., Prastiwi, S. and Sutriningsih, A. (2018). Hubungan pengetahuan anak tentang pola hidup sehat dengan kejadian diare pada anak Sekolah Dasar di SDN Merjosari 2 kecamatan Lowokwaru kota Malang. Jurnal Keperawatan, 3(1), pp. 358–368.

Azwar. (2016). Metode penelitian. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Christy, M. Y. (2013). Faktor yang berhubungan dengan kejadian dehidrasi diare pada balita di wilayah kerja puskesmas Kalijudan. Jurnal Berkala Epidemiologi, 2(3). pp. 297–308. DOI: 10.20473/jbe.v2i3.2014.297-308.

Gita, M. (2019). Pengaruh penyuluhan obat swamedikasi diare untuk anak terhadap tingkat pengetahuan ibu-ibu di desa Tegal Ombo, Way Bungur. Lampung Timur. Skripsi. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Illahi, R. K., Firnanda, F. P., and Sidharta, B. (2016). Tingkat pendidikan ibu dan penggunaan oralit dan zinc pada penanganan pertama kasus diare anak usia 1-5 tahun : sebuah studi di puskesmas Janti Malang. Pharmaceutical Journal Of Indonesia, 2(1), pp. 1–6.

Khasanah, U. and Kartika, G. (2015). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan perilaku pencegahan diare pada balita. Jurnal Kesehatan. pp. 150–161.

Muzakir, A. (2015). Pengaruh pendidikan kesehatan tentang diare pada anak terhadap tingkat pengetahun dan tingkat kecemasan orang tua batita di ruang melati Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahranie Samarinda. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Samarinda.

Nurrizky. (2012). Hubungan faktor individu dengan kejadian diare pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah pedesaan 3 provinsi Indonesia (Analisis data SDKI tahun 2012). Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Putra, B. A. P. and Utami, T. A. (2020). Pengetahuan ibu berhubungan dengan perilaku pencegahan diare pada anak usia preschool. Jurnal Surya Muda, 2(1), pp. 27–38. DOI: 10.38102/jsm.v2i1.54.

Robiyanto, R., Rosmimi, M. and Untari, E. K. (2018). Analisis pengaruh tingkat pengetahuan masyarakat terhadap tindakan swamedikasi diare akut di kecamatan Pontianak Timur. Jurnal Pendidikan, 16(1), pp. 135–145. https://doi.org/10.31571/edukasi.v16i1.845.

Suffah, N. K. (2017). Pengaruh tingkat pengetahuan terhadap tindakan swamedikasi diare di kecamatan Karanggeneng Lamongan. Skripsi. Fakultas Farmasi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.

Utami, N. and Luthfiana, N. (2016). Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian diare pada anak. Jurnal Kesehatan, 5, pp. 101–106.

Windiyati and Melyani. (2016). Hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASI dengan sikap dalam pemberian susu formula terhadap kejadian diare pada bayi Usia 0-6 bulan di puskesmas Kampung Dalam Pontianak Timur Tahun 2016. Jurnal Kebidanan. 6. pp. 31–40. https://doi.org/10.33486/jurnal_kebidanan.v6i2.46.

Wulandari, A. (2012). Penanganan diare di rumah tangga merupakan upaya menekan angka kesakitan diare pada anak balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2). pp. 1–9.

Yasin, Z., Mumpuningtias, E. D., and Faizin, F. (2015). Faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di puskesmas Batang-Bantang Kabupaten Sumenep. Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(2014). pp. 39–46. https://doi.org/10.24929/jik.v3i1.630.

Yusuf, S. (2016). Profil diare di ruang rawat inap anak. Jurnal Sari Pediatri. 13(4). p. 265. DOI: 10.14238/sp13.4.2011.265-70.

Vitiana, D. N. L., Martini, M., and Hestiningsih, R. (2017). Gambaran kejadian diare balita 6-24 bulan dan kontaminasi bakteri Eshericia coli pada penyajian MPASI lokal di kelurahan Tandang, Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 5(4), pp. 307–315. https://doi.org/10.14710/jkm.v5i4.18368.

Downloads

Published

2025-02-28

How to Cite

Nurrahma, S. H., & Hajma, L. P. A. (2025). HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DAN PERILAKU ORANG TUA DI KELURAHAN SRONDOL KULON BANYUMANIK SEMARANG TERHADAP DIARE PADA BALITA. Usadha Journal of Pharmacy, 4(1), 28–39. https://doi.org/10.23917/ujp.v4i1.532

Issue

Section

Articles