EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE ATC/DDD PADA PASIEN ULKUS DIABETIK DI INSTALASI RAWAT INAP

Authors

  • Haya Nabilah Utama Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Nurul Mutmainah Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/ujp.v4i2.542

Keywords:

Antibiotik, Ulkus Diabetik, ATC, DDD

Abstract

Diabetes Melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit metabolik dengan keadaan tingginya kadar gula  darah yang melewati batas normal atau hiperglikemia. Kaki dengan ulkus pada pasien diabetes adalah salah satu komplikasi yang umumnya terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ulkus diabetik yang menerima terapi antibiotik dengan menghitung nilai ATC/DDD di Instalasi Rawat Inap pada tahun 2022. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif non analitik dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi pasien dewasa dengan data rekam medis yang lengkap, sedangakan untuk eksklusinya adalah pasien dengan infeksi lain, gangguan fungsi ginjal, gangguan fungsi hati, pulang paksa, serta meninggal dunia. Data yang diambil meliputi karakteristik pasien yaitu jenis kelamin, usia, penyakit penyerta, jenis antibiotik, bentuk sediaan, keatakuatan, rute pemberian, frekuensi, dan jumlah penggunaan antibiotik. Hasil penelitian ini diperoleh 8 jenis antibiotik yang digunakan pada 62 pasien ulkus diabetik di instalasi rawat inap pada tahun 2022 antara lain Ampisilin Sulbaktam, Metronidazol, Ampisilin, Meropenem, Levofloksasin, Ceftriakson, Ciprofloksasin, dan Ceftazidim. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik diperoleh total penggunaan antibiotik  yaitu 119,82 DDD/100 bed-days, nilai tertinggi yaitu Ampisilin Sulbaktam sebanyak 65,73 DDD/100 bed-days sedangkan antibiotik yang masuk dalam DU 90% yaitu Ampisilin sulbaktam, Metronidazol, Ampisilin dan Meropenem.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggriawan, F., Endriani, R., & Sembiring, L. P. (2014). Identifikasi bakteri batang Gram negatif penghasil Extended Spectrum β Lactamase (ESBL) dari ulkus diabetikum derajat I dan II Waigner di bangsal penyakit dalam RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Disertasi, Universitas Riau.

Antwi-Bafour, S., Hammond, S., Adjei, J. K., Kyeremeh, R., Martin-Odoom, A., & Ekem, I. (2016). A case–control study of prevalence of anemia among patients with type 2 diabetes. Journal of medical case reports, 10, 1-8. http://dx.doi.org/10.1186/s13256-016-0889-4.

Detty, A. U., Fitriyani, N., Prasetya, T., & Florentina, B. (2020). Karakteristik ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus. Jurnal ilmiah kesehatan sandi husada, 9(1), 258-264. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.261.

Kavitha, K. V., Tiwari, S., Purandare, V. B., Khedkar, S., Bhosale, S. S., & Unnikrishnan, A. G. (2014). Choice of wound care in diabetic foot ulcer: A practical approach. World journal of diabetes, 5(4), 546. 10.4239/wjd.v5.i4.546.

Lipsky B.A., Senneville E., Abbas Z.G., Aragon-Sanchez J., Diggle M., Embil J.M., Kono S., Lavery L.A., Malone M., van Asten S.A., Urbancic-Rovan V. and Peters E.J.G. (2019). IWGDF guideline on the prevention of foot infection in persons with diabetes. IWGDF Guidelines, 1–43. https://doi.org/10.1002/dmrr.3280.

Perkumpulan Endokrin Indonesia. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus Tipe 2, Indonesia.

Peraturan Menteri Kesehatan. (2011). Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik, Jakarta.

Permenkes RI. (2021). Pedoman Penggunaan Antibiotik, Jakarta.

Putri R.A.S. (2020). Asuhan keperawatan pasien ulkus diabetikum dengan pre dan post debdridement yang di rawat di rumah sakit, Karya tulis ilmiah, Poltekkes Kalimantan Timur.

Wahyudi, A. E., Fadraersada, J., & Masruhim, M. A. (2018). Evaluasi penggunaan antibiotika berdasarkan metode defined daily dose (ddd) pada pasien ulkus diabetikum. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, Vol. 8, pp. 21-29. https://doi.org/10.30872/mpc.v8i.83

Webber S. (2021), International diabetes federation. IDF, Belgium.

WHO. (2023). Guidelines for atc classification and ddd assignment, 26th Ed. WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology, Norwegian Institute of Public Health.

WHO. (2018) Guidelines for atc classification and ddd assignment. WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology, Norwegian Institute of Public Health

WHO. (2017). Guidelines for atc classification and ddd assignment. WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology, Norwegian Institute of Public Health.

WHO. (2016). Guidelines for atc classification and ddd assignment. WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology, Norwegian Institute of Public Health.

Yunus B. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi lama penyembuhan luka pada pasien ulkus centre makassar, Skripsi, UIN Alauddin Makassar.

Downloads

Published

2025-06-05

How to Cite

Utama, H. N., & Mutmainah, N. (2025). EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE ATC/DDD PADA PASIEN ULKUS DIABETIK DI INSTALASI RAWAT INAP. Usadha Journal of Pharmacy, 4(2), 124–133. https://doi.org/10.23917/ujp.v4i2.542

Issue

Section

Articles