SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL AKAR BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN
DOI:
https://doi.org/10.23917/ujp.v4i2.550Keywords:
antioksidan, tikus putih, kadar MDA, skrining fitokimia, akar bajakah (Spatholobus littoralis Hassk)Abstract
Antioksidan didefinisikan sebagai zat alami maupun zat sintetis yang dapat melindungi sel karena proses oksidasi. Antioksidan alami yang didapat dari alam yaitu akar bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) diteliti dengan uji aktifitas antioksidan DPPH secara in vitro memiliki potensi antioksidan yang kuat. Induksi aloksan bertujuan untuk membuat hewan uji stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia pada ekstrak etanol akar bajakah (EEAB) dan membuktikan aktivitas EEAB secara in vivo dengan parameter kadar malondialdehid (MDA) pada hati dan plasma darah tikus aloksan. Akar bajakah diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 3 hari. Pada penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal, kontrol positif Vitamin C, kelompok 4-6 berturut-turut diberikan EEAB dosis 50, 100, 200 mg/kgBB. Induksi aloksan dilakukan secara intraperitonial. Perlakuan dilakukan selama 9 hari. Pengambilan sampel darah sebelum perlakuan sebagai baseline, setelah induksi aloksan, dan pada hari ke 3, 6, dan 9. Pada hari terakhir perlakuan tikus diterminasi, menunjukkan bahwa hasil uji skrining fitokimia EEAB mengandung senyawa saponin, fenolik, flavonoid, terpenoid, dan steroid. Dari hasil uji penelitian menunjukkan EEAB positif senyawa saponin, fenolik, flavonoid, dan terpenoid dan memiliki potensi antioksidan pada dosis 200mg/KgBB.
Downloads
References
Andriani, L., Yulion, R., Manora, O. S., & Nanda, R. B. (2023). Uji toksisitas akut LD50 ekstrak batang bajakah tampala (spatholobus littoralis hassk.) dan batang bajakah kuning (arcangelisia flava (l.) Merr.) pada mencit putih (mus musculus). Medical Sains: Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 8(1), 337-344. https://doi.org/10.37874/ms.v8i1.537
Asih, D. J., Warditiani, N. K., & Wiarsana, I. G. S. (2022). Review artikel: aktivitas antioksidan ekstrak Amla (phyllanthus emblica/emblica officinalis). Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 1(6), 674-687. https://doi.org/10.32670/ht.v1i6.1533 .
Ayuningati, L. K., Murtiastutik, D., & Hoetomo, M. (2018). Perbedaan kadar malondialdehid (MDA) pada pasien dermatitis atopik dan nondermatitis atopik. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, 30(1), 58-65. http://repository.unair.ac.id/id/eprint/95894.
Azalia, D., Rachmawati, I., Zahira, S., Andriyani, F., Sanini, T. M., Supriyatin, S., & Aulya, N. R. (2023). Uji kualitatif senyawa aktif flavonoid dan terpenoid pada beberapa jenis tumbuhan fabaceae dan apocynaceae di kawasan bodogol. Bioma: Jurnal Biologi Makassar, 8(1), 32-43. https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/issue/view/1226.
Azzahra, A., Farhani, N., Syahfitri, W., Fatahillah Pasaribu, S. (2022). Potensi kandungan flavonoid dalam kayu bajakah sebagai antidiabetes. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 14345–14350. https://doi.org/10.31004/jptam.v6i2.4708.
Dewi, S. R., Argo, B. D., & Ulya, N. (2018). Kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak pleurotus ostreatus. Rona Teknik Pertanian, 11(1), 1-10. https://doi.org/10.17969/rtp.v11i1.9571.
Gusnirwan, A., & Sangging, P. R. A. (2024). Tinjauan: Malondialdehyde (MDA) sebagai marker stres oksidatif berbagai penyakit. Medical Profession Journal of Lampung, 14(2), 321-325. https://doi.org/10.53089/medula.v14i2.990.
Hasan, H., Thomas, N. A., Hiola, F., Ramadhani, F. N., & Ibrahim, A. S. (2022). Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan kulit batang matoa (pometia pinnata) dengan metode 1, 1-diphenyl-2 picrylhidrazyl (DPPH). Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 2(1), 67-73. https://doi.org/10.37311/ijpe.v2i1.10995.
Hasna, L. Z., Sehkhaemi, P., & Aviciena, M. A. (2021). Akar kayu bajakah dan manfaatnya untuk kesehatan. FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan, 4(1), 32-39. https://doi.org/10.26418/jft.v4i1.56637.
Julianto, T. S. (2019). Fitokimia tinjauan metabolit sekunder dan skrining fitokimia. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Kamrul Hasan, A. B. M., Islam, A., Islam, M., & Selim, S. (2017). Vitamins and type 2 diabetes mellitus. J Clin Diabetol, 4(1), 3-9.
Kardina, R. N., Nuriannisa, F., Andini, A., & Anita, A. (2021). Hubungan asupan bahan makanan sumber vitamin d dan vitamin c terhadap penurunan glukosa darah pada responden terindikasi diabetes mellitus tipe ii. Journal of Islamic Medicine, 5(1), 20-26. https://Doi.Org/10.18860/Jim.V5i1.11433.
Kodariah, L., Maulana, W., & Murtafi'ah, N. M. (2022). Pengaruh rebusan daun sukun terhadap histologi hati mencit (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. In Basic and Applied Medical Science Conference (Vol. 1, No. 1, pp. 010-019). http://prosiding.gunabangsa.ac.id.
Lung, J. K. S., & Destiani, D. P. (2017). Uji aktivitas antioksidan vitamin A, C, E dengan metode DPPH. Farmaka, 15(1), 53-62. https://doi.org/10.24198/jf.v15i1.12805.
Maharani, A. I., Riskierdi, F., Febriani, I., Kurnia, K. A., Rahman, N. A., Ilahi, N. F., & Farma, S. A. (2021). Peran antioksidan alami berbahan dasar pangan lokal dalam mencegah efek radikal bebas. In Prosiding Seminar Nasional Biologi (Vol. 1, No. 2, pp. 390-399). https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol1/355.
Manongko, P. S., Sangi, M. S., & Momuat, L. I. (2020). Uji senyawa fitokimia dan aktivitas antioksidan tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli L.). Jurnal Mipa, 9(2), 64-69. https://doi.org/10.35799/jmuo.9.2.2020.28725.
Mason, S. A., Parker, L., van der Pligt, P., & Wadley, G. D. (2023). Vitamin C supplementation for diabetes management: A comprehensive narrative review. Free Radical Biology and Medicine, 194, 255-283. https://doi.org/10.1016/j.freeradbiomed.2022.12.003.
Nurkhasanah, M. A., Si, A., Mochammad, S., Bachri, S., Si, M., Si, D. S., & Yuliani, M. P. (2021). Antioksidan Dan Stres Oksidatif. UAD Press.
Pitaloka, Y. D., & Juwariyah, S. (2021). Efek pemberian buah naga merah (hylocereus polyrhizus) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes tipe 2. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 5(2), 97-103. https://doi.org/10.33655/mak.v5i2.120.
Priyanto, Y., Christijanti, W., Lisdiana, L., & Marianti, A. (2023). Aktivitas antioksidan daun kelor pada tikus diabetik induksi aloksan. Life Science, 12(1), 97-106. https://doi.org/10.15294/lifesci.v12i1.65968.
Rokhmah, N. N., Rustiani, E., Ambiya, M. N. (2021). Efektivitas antidiabetes tablet poliherbal pada model tikus diabetik. SERINA III. https://journal.untar.ac.id.
Rosyadi, I., Romadhona, E., Utami, A. T., Hijrati, Y. N., & Santosa, C. M. (2018). Gambaran Kadar Gula Darah Tikus Wistar Diabetes Hasil Induksi Streptozotocin Dosis Tunggal. Arshi Veterinary Letters, 2(3), 41–42. Https://Doi.Org/10.29244/Avl.2.3.41-42
Setiadi, E., Peniati, E., & Susanti, R. S. R. (2020). Pengaruh ekstrak kulit lidah buaya terhadap kadar gula darah dan gambaran histopatologi pankreas tikus yang diinduksi aloksan. Life science, 9(2), 171-185. https://doi.org/10.15294/lifesci.v9i2.47160 .
Sunarti, S., Wahyudin, E., & Kasim, H. (2022). Efek asam askorbat menurunkan indeks aterogenik dan kadar gula darah tikus diabetes mellitus induksi aloksan. Journal Of Experimental And Clinical Pharmacy (Jecp), 2(1), 1. http://dx.doi.org/10.52365/jecp.v2i1.303.
Tristanti, I., Fatimawali, F., & Bodhi, W. (2013). Uji efek hepatoprotektor ekstrak etanol daun benalu langsat (dendrophthoe petandra (L.) Miq.) terhadap kadar malondialdehid (mda) pada hati tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4). PHARMACON, 2(3). https://doi.org/10.35799/pha.2.2013.2383.
Ubaidah, S. S., & Mukaromah, A. H. (2023). Efek ekstrak etanol daun kesum terhadap penurunan kadar malondialdehid lambung tikus putih terinduksi monosodium glutamate. In Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat [Proceeding of Public Health Seminar] (Vol. 1, No. Oktober, pp. 114-122). https://doi.org/10.26714/pskm.v1iOktober.249.
Ulfa, A. M., Nofita, N., & Bonita, B. N. (2020). Uji aktivitas penurunan kadar glukosa darah ekstrak etanol kulit jeruk nipis (citrus aurantifolia) pada tikus jantan sprague dawley yang diinduksi aloksan. JFM (Jurnal Farmasi Malahayati), 3(2), 126-138. https://doi.org/10.33024/jfm.v3i2.3799.
Wulandari, T. R. I., Harini, M., & Listyawati, S. (2021). Pengaruh pemberian ekstrak daun sambiloto (andrographis paniculata) terhadap struktur mikroanatomi hepar dan kadar glutamat piruvat transaminase serum mencit (mus musculus) yang terpapar diazinon. Bioteknologi, 4(2), 53–58. https://Doi.Org/10.13057/Biotek/C040204.
Yusasrini, N. L. A., & Mayun, I. D. G. P. (2021). Perubahan kadar malondialdehid hati dan ginjal tikus diabetik yang diberi diet rumput laut caulerpa racemosa. Scientific Journal of Food Technology, 8(1), 09-17. https://ojs.unud.ac.id.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ilham Ramadhan, Tanti Azizah Sujono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









