SKRINING FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus
DOI:
https://doi.org/10.23917/ujp.v4i3.747Keywords:
Sambiloto, antibakteri, skrining fitokimia, difusi cakramAbstract
Sambiloto (Andrographis paniculate Ness) merupakan tanaman yang terkenal dengan beragam khasiat farmakologi sebagai antibakteri dengan kandungan senyawa metabolit yaitu flavonoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun sambiloto terhadap bakteri Escherichia coli (gram negatif) dan Staphylococcus aureus (gram positif). Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Penelitian ini menggunakan beberapa konsentrasi ekstrak etanol 96% daun sambiloto (80%, 40%, dan 20% b/v) dan fraksi daun sambiloto (20%, 10%, dan 5%) serta kontrol positif ciprofloxacin dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun sambiloto mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan terpenoid yang dapat memberikan daya hambat terhadap pertumbuhan mikroorganisme. Sedangkan hasil dari fraksi heksan, etil asetat, dan air terdapat tannin, saponin, dan terpenoid. Diameter hambat yang dihasilkan pada pengujian ekstrak etanol 96% dan fraksi daun sambiloto terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yaitu 4,6 mm pada konsentrasi 80% dan 4,3 mm pada konsentrasi 40%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi daun sambiloto tidak memiliki daya hambat terhadap E.coli dan S.aureus.
Downloads
References
Aditama, S. H., Khumaira, A., & Bimantara, A. (2025). Analisis fitokimia dan efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun kelapa bido (Cocos nucifera L.) terhadap Staphylococcus aureus. Prosiding SENANTIAS: Seminar Nasional Hasil Penelitian dan PkM, 6(1), 140–156.
Alouw, G., Fatimawali, F., & Lebang, J. S. (2022). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa dengan metode difusi sumuran. Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ), 5(1), 36. DOI: https://doi.org/10.35799/pmj.v5i1.41430
Brigitta, P., Fatmawati, N. N. D., & Budayanti, N. N. S. (2021). Uji aktivitas ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees) sebagai anti bakteri Streptococcus pyogenes ATCC 19615. E-Jurnal Medika Udayana, 10(3), 94.
Hita, I. P. G. A. P., Setiawan, P. Y. B., Septiari, I. G., & Putra, I. G. N. A. W. W. (2022). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap Propionibacterium acnes. Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 11(1), 115–126. DOI:10.48191/medfarm.v11i1.76
Jawa, L. A. E., Sawiji, R. T., & Yuliawati, A. N. (2020). Skrining fitokimia dan analisis kromatografi lapis tipis ekstrak etanol kulit naga merah (Hylocereus polyrhizus). Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 3(1), 45–58. DOI:10.35473/ijpnp.v3i1.503
Karlina, C. Y., Ibrahim, M., & Trimulyono, G. (2013). Aktivitas antibakteri ekstrak herba krokot (Portulaca oleracea L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Lentera Bio, 2, 87–93.
Kebede, T., Gadisa, E., & Tufa, A. (2021). Antimicrobial activities evaluation and phytochemical screening of some selected medicinal plants: A possible alternative in the treatment of multidrug-resistant microbes. PLoS ONE, 16(3), e0249253. DOI : https://doi.org/10.1371/journal.pone.0249253
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Kurniawan, H. M., Zuhdi, N., & Nasution, A. N. (2023). Uji sensitivitas antibiotik terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara in vitro. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Komputer dan Sains, 1(1), 712–718.
Mulqie, L., Hazar, S., & Septian, A. F. (2017). Uji aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap bakteri Bacillus subtilis ATCC 6633. Jurnal Farmasi Galenika, 4(2), 33–37.
Munira, Rasidah, Melani, E. M., Zakiah, N. Z., & Nasir, M. N. (2018). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ketapang (Terminalia catappa L.) warna hijau dan warna merah serta kombinasinya. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 1(2), 8–13. DOI:10.35473/ijpnp.v1i2.92
Neamah, R., Mohsin, H., & Kamil, H. (2021). Phytochemical screening and antibacterial effect of methanol extracts of Suaeda aegyptiaca leaves on Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Escherichia coli, and Pseudomonas aeruginosa. Razi Institute. 76(5), 1343–1349. DOI: 10.22092/ari.2021.356133.1784
Nomer, N. M. G. R., Duniaji, A. S., & Nocianitri, K. A. (2019). Kandungan senyawa flavonoid dan antosianin ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) serta aktivitas antibakteri terhadap Vibrio cholerae. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan (ITEPA), 8(2), 216.
Nortjie, E., Basitere, M., Moyo, D., & Nyamukamba, P. (2022). Extraction methods, quantitative and qualitative phytochemical screening of medicinal plants for antimicrobial textiles: A review. Plants. DOI:10.3390/plants11152011
Pradesh, U. (2009). Antibacterial activity of ethanol extract of Andrographis paniculata. Indian J Pharm Sci, 71(4): 436–438. Doi: 10.4103/0250-474X.57294
Putri, N., & Listyalina, L. (2022). Aktivitas antibakteri ekstrak etanol sambiloto (Andrographis paniculata Nees) terhadap Staphylococcus aureus. Berkala Penelitian Teknologi Kulit, 21(2022), 1–9. DOI:10.58533/bptkspk.v22i1.191
Qomaliyah, E. N., Indriani, N., Rohma, A., & Islamiyati, R. (2023). Skrining fitokimia, kadar total flavonoid, dan antioksidan daun cocor bebek. Current Biochemistry, 10(1), 1–10. DOI:10.29244/cb.10.1.1
Ramonah, D., Dian, A., Pratiwi, E., & Eliza, N. (2023). Penentuan kadar total fenolik dan flavonoid ekstrak Andrographis paniculata, Zingiber officinale, dan kombinasinya Media Farmasi Indonesia, 18(1), 8–16.
Reni, F., Wibowo, D. P., & Astriany, D. (2016). Uji aktivitas antimikroba ekstrak dan fraksi daun Ficus pubinervis dengan metode mikrodilusi. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia, 5(2), 23–33. DOI:10.58327/jstfi.v5i2.56
Rijayanti, R. P. (2014). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) terhadap Staphylococcus aureus secara in vitro. Naskah Publikasi Universitas Tanjungpura.
Safuturi, W., Dwiningrum, R., Putri, N. A., & Wulandari, F. (2024). Uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun salam dan daun sambiloto terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan Analis Kesehatan dan Farmasi, 24(2):131-141. DOI:10.36465/jkbth.v24i2.1398
Saptowo, A., Supriningrum, R., & Supomo, S. (2022). Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang sekilang (Embelia borneensis Scheff) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Al-Ulum: Jurnal Sains dan Teknologi, 7(2), 93. DOI:10.31602/ajst.v7i2.6331
Tjiptoningsih, U. G. (2020). Uji daya hambat air perasan buah lemon terhadap pertumbuhan bakteria Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi, 16(2), 86–96. DOI:10.32509/jitekgi.v16i2.1100
Wulansari, E. D., Lestari, D., & Khoirunissa, M. A. (2020). Kandungan terpenoid dalam daun ara (Ficus carica L.) sebagai agen antibakteri terhadap bakteri methicillin-resistant Staphylococcus aureus. Pharmacon, 9(2), 219.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Salsabilla Aulya Rossida , Peni Indrayudha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









