UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAN ETIL ASETAT DAUN KERSEN TERHADAP Pseudomonas aureuginosa DAN Staphylococcus aureus
DOI:
https://doi.org/10.23917/ujp.v5i1.781Keywords:
Muntingia calabura L, aktivitas antibakteri, difusi sumuran, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureusAbstract
Infeksi merupakan salah satu permasalahan kesehatan di masyarakat yang masih belum bisa diatasi dengan tuntas. Infeksi dapat disebabkan oleh beberapa bakteri salah satunya yaitu Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak etanol 70% dan etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L) dalam menghambat aktivitas bakteri dan juga untuk mengetahui kandungan golongan senyawa dalam ekstrak etanol dan etil asetat daun kersen (Muntingia calabura L) yang memiliki sifat sebagai antibakteri. Ekstrak didapatkan dari hasil maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% etil asetat. Metode yang digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri yaitu menggunakan metode sumuran (well diffusion) dengan menggunakan konsentrasi 80%, 40%, dan 20%, disk antibiotik ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil uji aktivitas dianalisis dengan menggunakan uji One way anova kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun kersen (Muntingia calabura L) memiliki aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etil asetat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dibandingkan dengan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji fitokimia ekstrak etanol 70% dan etil asetat daun kersen positif mengandung senyawa kimia flavonoid, tannin, triterpenoid, polifenol, dan saponin.
Downloads
References
Alouw, G., Fatimawali, F., & Lebang, J. S. (2022). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa dengan metode difusi sumuran. Pharmacy Medical Journal (PMJ), 5(1), 36–44. https://doi.org/10.35799/pmj.v5i1.41430
Anggraini, P.H., Septiarini, A.D., & Wardani, T.S. (2021). Uji daya hambat ekstrak dan fraksi N-heksan, fraksi etil asetat, fraksi air daun kersen (Muntingia calabura L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Duta Pharma Journal, 1(2), 8–19. https://doi.org/10.47701/djp.v1i2.1209
Arifianti, L., Oktarina, R.D., & Kusumawati, I. (2014). Pengaruh jenis pelarut pengektraksi terhadap kadar sinensetin dalam ekstrak daun Orthosiphon stamineus Bent. Planta Husada, 2(1), 3–6. https://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-ph44bbad3916full.pdf
Buhian, W.P.C., Rubio, R.O., Valle, D.L., & Martin-Puzon, J.J. (2016). Bioactive metabolite profiles and antimicrobial activity of ethanolic extracts from Muntingia calabura L. leaves and stems. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 6(8), 682–685. https://doi.org/10.1016/j.apjtb.2016.06.006
Chaniago, M.S.G., Yuliana, A., & Paramyta, B.D.A. (2024). Uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol 70% daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) dan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, 12(1), 887–900. https://e-journal.undikma.ac.id/index.php/bioscientist
Davis, W.W., & Stout, T.R. (1971). Disc plate method of microbiological antibiotic assay. Applied Microbiology, 22(4), 659–665. https://doi.org/10.1128/am.22.4.659-665.1971
Habibie, D.R., & Aldo, D. (2019). Sistem pakar untuk identifikasi jenis jerawat dengan metode certainity factor. JOINTECS (Journal of Information Technology and Computer Science), 4(3), 79–86. https://doi.org/10.31328/jointecs.v4i3.1055
Hadi, K., & Permatasari, I. (2019). Uji fitokimia kersen (Muntingia calabura L) dan pemanfaatannya sebagai alternatif penyembuhan luka. Prosiding SainsTeKes Semnas MIPAKes UMRi, 1, 22–31. https://doi.org/10.37859/sainstekes.v1i0.1579
Kundera, I.N., & Abdurahman, F. (2017). Pengaruh crude ekstrak bunga nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) terhadap ekspresi outer membrane protein (OMP) Salmonella typhi. JIMR-Journal of Islamic Medicine Research, 1(1), 1–7. https://jim.unisma.ac.id/index.php/fk/article/view/489
Manik, D. F., Hertiani, T., & Anshory, H. (2014). Analisis korelasi antara kadar flavonoid dengan aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi-fraksi daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Staphylococcus aureus. Khazanah, 6(2), 1–11. https://doi.org/10.20885/khazanah.vol6.iss2.art1
Menkes RI. (2011). Pedoman pelayanan kefarmasian untuk terapi antibiotik. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Murray, P.R., Rosenthal, K.S., & Pfaller, M.A. (2015). Medical Microbiology (8th ed.). Elsevier Health Sciences.
Prasad, N., Manukumar, Karthik, Mallesha, & Mallu. (2019). A novel copper (II) PAmPiCaT complex (cPAmPiCaTc) as a biologically potent candidate: a contraption evidence against Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) and a molecular docking proof. Bioorganic & Medicinal Chemistry, 27(5), 841–850. https://doi.org/10.1016/j.bmc.2019.01.026
Pujiastuti, E., & El’Zeba, D. (2021). Perbandingan kadar flavonoid total ekstrak etanol 70% dan 96% kulit buah naga merah Hylocereus polyrhizus dengan spektrofotometri. Cendekia Journal of Pharmacy, 5(1), 28–43. https://doi.org/10.31596/cjp.v5i1.131
Putra, D.P., & Kusmiati, T. (2015). Manajemen pemberian antibiotik dengan hasil uji kepekaan resisten. Jurnal Respirasi, 1(1), 7–14. https://doi.org/10.20473/jr.v1-i.1.2015.7-14
Putri, D.A., & Fatmawati, S. (2019). Metabolit sekunder dari Muntingia calabura dan bioaktivitasnya. ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia, 15(1), 57–78. https://doi.org/10.20961/alchemy.15.1.23362.57-78
Retnaningsih, A., Primadiamanti, A., & Marisa, I. (2019). Immediate test of ethanol extract of Pepaya seeds on Escherichia coli and Shigella dysentriae bacteria with the well diffusion method. Jurnal Analis Farmasi, 4(2), 122–129.
Rukmini, A., Utomo, D.H., & Laily, A.N. (2019). Skrining fitokimia familia piperaceae. Prosiding Seminar Nasional HAYATI VII Tahun, 7(1), 28–32. https://doi.org/10.29407/jbp.v7i1.14805
Saifudin. (2014). Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun binahong dengan variasi perbedaan pelarut. Media Pharmaceutica Indonesiana, 2(1), 84–92.
Salim, Z., & Munadi, E. (2017). Info komoditi tanaman obat. Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. https://doi.org/10.7748/ldp.5.4.28.s16
Simaremare, E.S. (2014). Skrining fitokimia daun gatal (Laportea decumana (roxb.) Wedd). Pharmacy, 11(1), 98–107. https://doi.org/10.30595/pji.v11i1.855
Situmeang, B., Musa, W.J., Mulyadi, A., Ibrahim, A.M., Widiyanto, H., & Bialangi, N. (2024). Perbandingan aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat dan metanol daun tumbuhan matoa (Pometia pinnata). Jurnal Penelitian Sains, 26(1), 65–69. https://doi.org/10.56064/jps.v26i1.919
Sobirin, M. (2019). Uji efektivitas anti mikroba ekstrak daun kersen (Muntingia calabura Linn) terhadap bakteri Salmonella sp. Jurnal Borneo Cendekia, 3(1), 76–84. https://doi.org/10.54411/jbc.v3i1.181
Soedarto. (2015). Mikrobiologi Kedokteran. Sagung Seto.
Sulaiha, S., Mustikaningtyas, D., Widiatningrum, T., & Dew, P. (2022). Senyawa bioaktif Trichoderma erinaceum dan Trichoderma koningiopsis serta potensinya sebagai antibakteri. Life Science, 11(2), 120–131.
Syamsul, E. S., Anugerah, O., & Supriningrum, R. (2020). Penetapan rendemen ekstrak daun jambu mwar (Syzygium jambos L. Alston) berdasarkan variasi konsentrasi eanol dengan metode maserasi. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 2(3), 147–157. https://doi.org/10.33759/jrki.v2i3.98
Yuliati, Y. (2017). Uji efektivitas larutan madu sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosae dengan metode disk diffusion. Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 11(1), 7–15. https://doi.org/10.33533/jpm.v11i1.206.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Putri Salma Azizah, Muhammad Haqqi Hidayatullah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









