OPTIMASI HPMC SEBAGAI GELLING AGENT DAN GLISERIN SEBAGAI HUMEKTAN PADA SEDIAAN MASKER GEL EKSTRAK LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Swartz)

Authors

  • Yumna Anis Dhiafanti Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Gunawan Setiyadi Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/ujp.v2i1.93

Keywords:

antioksidan, d-optimal design, gliserin, HPMC, labu siam.

Abstract

Labu siam (Sechium edule (Jacq.) Swartz) merupakan tanaman yang mengandung senyawa antioksidan seperti asam galat, asam kafeat, isokuresetin, asam fenolik, tannin, vitamin C dan karotenoid. Ekstrak labu siam diformulasikan menjadi sediaan masker wajah berupa gel dengan tujuan agar lebih mudah dan praktis dalam penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan konsentrasi optimum HPMC sebagai gelling agent dan gliserin sebagai humektan agar dapat memenuhi sifat fisik sediaan masker gel ekstrak labu siam dengan parameter viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH serta menilai aktivitas antioksidan sediaan masker gel ekstrak labu siam. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 7 rancangan formula menggunakan variasi HPMC dan gliserin berturut-turut yaitu 3%:12%, 5%:10%, 4%:11%, 3,67%:11,33%, 2,33%:12,67%, 2%:13%, 1%:14%. Optimasi dilakukan menggunakan metode d-optimal design dengan software Design Expert versi 13. Optimasi formula dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan persamaan model dari masing-masing respon, kemudian kriteria masing-masing respon ditentukan sebagai batas nilai-nilai respon yang diinginkan. Proses optimasi tersebut menghasilkan konsentrasi optimum HPMC dan gliserin sehingga menghasilkan sediaan masker gel yang paling banyak memenuhi kriteria respon dan prediksi responnya. Formula optimum yang didapatkan diverifikasi dengan membandingkan respon prediksi dari proses optimasi dengan respon verifikasi yang diukur dari formula optimum sediaan masker gel. Formula optimum yang didapatkan tersusun atas HPMC 2,43% dan gliserin 12,57% dengan nilai desirability 0,333, sementara rata-rata semua respon verifikasi berada dalam rentang prediction interval (PI 95%) yang terdapat pada software Design Expert versi 13 sehingga nilai respon prediksi dan verifikasi menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada respon viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH. Hasil uji antioksidan sediaan masker gel ekstrak labu siam tidak mendapatkan hasil yang valid.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afianti P.H., 2015. Pengaruh Variasi Kadar Gelling Agent HPMC terhadap Sifat Fisik dan Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Etanolik Daun Kemangi (Ocimum basilicum L. forma citratum Back.),11 (2), pp. 307.

Ardana M., Aeyni V. and Ibrahim A., 2015. Formulasi dan Optimasi Basis Gel HPMC, Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry, 3 (2), pp. 101–108.

Butarbutar M.E.T. and Chaerunisaa A.Y., 2020. Peran Pelembab dalam Mengatasi Kondisi Kulit Kering, Majalah Farmasetika, 6 (1), pp. 56–69.

Depkes R.I., 2014. Farmakope Indonesia Edisi V, Depkes RI, Jakarta.

Engelen A., 2015. Optimasi Proses dan Formula pada Karakteristik Kelengketan Mi Sagu, Jurnal Technopreneur (JTech), 35 (4).

Hasanah U. and Warnasih S., 2020. Formulasi dan Uji Stabilitas Mutu Fisik Sediaan Masker Wajah dari Bahan Alami, Prosiding Senantias, 1 (1), pp. 1355–1362.

Loizzo M.R., Bonesi M., Menichini F., Tenuta M.C., Leporini M. and Tundis R., 2016. Antioxidant and Carbohydrate-Hydrolysing Enzymes Potential of Sechium edule (Jacq.) Swartz (Cucurbitaceae) Peel, Leaves and Pulp Fresh and Processed, Plant Foods for Human Nutrition, 71 (4), pp. 381–387.

Poljšak B. and Dahmane R., 2012. Free Radicals and Extrinsic Skin Aging, Dermatology Research and Practice.

Rahmawanty D., Yulianti N. and Fitriana M., 2015. Formulasi dan Evaluasi Masker Wajah Peel-Off Mengandung Kuersetin dengan Variasi Konsentrasi Gelatin dan Gliserin, Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi, 12 (1), pp. 17.

Sakung J.M., Rahmawati S., Nursafitri N. and Muhtar H., 2020. Analysis of Flavanoids in Flour and Biscuit based on Chayote, Jurnal Akademika Kimia, 9(4), pp. 219-223.

Sriwichai W., Berger J., Picq C. and Avallone S., 2016. Determining Factors of Lipophilic Micronutrient Bioaccessibility in Several Leafy Vegetables, Journal of Agricultural and Food Chemistry, 64 (8), pp. 1695–1701.

Sulaiman S.F., Ooi K.L. and Supriatno, 2013. Antioxidant and α-glucosidase inhibitory activities of cucurbit fruit vegetables and identification of active and major constituents from phenolic-rich extracts of lagenaria siceraria and sechium edule, Journal of Agricultural and Food Chemistry, 61 (42), pp. 10080–10090.

Sunnah I., Mulasih W.S., Mariani S. and Erwiyani A.R., 2019. Uji Stabilitas Formula Optimal Sediaan Topikal Ekstrak Biji Labu Kuning (Cucurbita maxima), Avicenna : Journal of Health Research, 2 (1), pp. 48–57.

Suryani, Putri A.E.P. and Fitrih W.O.H., 2015. Uji Aktivitas Antioksidan dan Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Terpurifikasi Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.), Majalah Farmasi,Sains, dan Kesehatan, 1 (2), pp. 43–48.

Suryani S., Nafisah A. and Mana’an S., 2017. Optimasi Formula Gel Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Bligo (Benincasa hispida) dengan Metode Simplex Lattice Design (SLD), Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal), 3 (2), pp. 150–156.

Utami Y.P., 2021. Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol akar sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.F.) Ness.) dengan metode DPPH. Pharmacy Medical Journal, 4 (1), pp. 20–23.

Downloads

Published

2023-02-28

How to Cite

Dhiafanti, Y. A. ., & Setiyadi, G. . (2023). OPTIMASI HPMC SEBAGAI GELLING AGENT DAN GLISERIN SEBAGAI HUMEKTAN PADA SEDIAAN MASKER GEL EKSTRAK LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Swartz). Usadha Journal of Pharmacy, 2(1), 1–15. https://doi.org/10.23917/ujp.v2i1.93

Issue

Section

Articles