AKTIVITAS IMUNOMODULATOR EKSTRAK ETANOL DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) TERHADAP RESPON IMUN NON SPESIFIK PADA MENCIT DENGAN METODE CARBON CLEARANCE
DOI:
https://doi.org/10.23917/ujp.v5i2.954Keywords:
daun Ketepeng Cina, imunomodulator, carbon clearance, indeks fagositosisAbstract
Ketepeng cina (Cassia alata L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, tanin, flavonoid, asam krisofanat, senyawa glikosida, dan aloeemodina yang diduga berkhasiat sebagai imunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas imunomodulator ekstrak etanol daun ketepeng cina (EEDKC) berdasarkan respons imun nonspesifik dengan metode carbon clearance. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian post test with control group design. Sejumlah 24 ekor mencit jantan galur Swiss dibagi ke dalam 6 kelompok, yakni kelompok I (kontrol negatif CMC-Na 0,5%), kelompok II (kontrol positif levamisol 2,5 mg/kgBB), kelompok III (kontrol positif metilprednisolon 40 mg/kgBB), serta kelompok IV, V, dan VI yang diberi perlakuan EEDKC dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB. Pada penelitian ini, aktivitas imunomodulator terhadap respons imun nonspesifik dievaluasi berdasarkan parameter indeks fagositosis dan indeks organ limfoid. Hasil uji carbon clearance kelompok perlakuan EEDKC dosis 50 dan 100 mg/kgBB menunjukkan indeks fagositosis (k) sebesar 1,49 dan 1,47 (termasuk dalam kategori imunostimulan sedang (moderate) yakni memiliki k sebesar 1,3-1,5), sedangkan EEDKC dosis 200 mg/kgBB menunjukkan efek imunostimulan kategori kuat dengan nilai k>1,5 yakni 1,54. Hasil uji indeks organ limfoid menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan pada indeks hati, limpa, dan timus setelah perlakuan EEDKC selama 7 hari. Meskipun indeks organ limfoid tidak mengalami peningkatan dibandingkan dengan kelompok kontrol, EEDKC disimpulkan memiliki efek imunostimulan karena dapat meningkatkan indeks fagositosis >1,3.
Downloads
References
Abbas, A.K., Litchman, A.H., Pillai, S. (2016). Imunologi dasar abbas : fungsi dan kelainan sistem imun. Edisi kelima, Elsevier Science, Singapore.
Aberg, J.A., Lacy, C., Amstrong, L., Goldman, M., Lance L.L. (2009). Drug information handbook. 17th Edition, American Pharmacist Association.
Alfitasari, D.A., Kusuma, A.M., Hakim Z.R. (2017). Aktivitas immunodulator ekstrak etanol umbi bawang merah (Allium cepa L.) terhadap respon imun non spesifik pada mencit jantan galur Balb/C dengan metode carbon clearance. Biosfera, 34 (2), 75–79. https://doi.org/10.20884/1.mib.2017.34.2.482.
Baratawidjaja, K.G., Rengganis I. (2018). Imunologi dasar. Edisi Ke-12. Balai Penerbit FK UI, Jakarta.
Deng, X., Wu, F., Liu, Z., Lu,o M., Li, L., Ni, Q., Jiao, Z., Wu, M. and Liu Y. (2009). The splenic toxicity of water soluble multi-walled carbon nanotubes in mice. Carbon, 47 (6), 1421–1428. https://doi.org/10.1016/j.carbon.2008.12.032.
Dillasamola, D., Aldi, Y., Fakhri, M., Diliarosta, S., Oktomalio, B.P. and Noverial. (2018). Immunomodulatory effect test from moringa leaf extract (Moringa oleifera l.) with carbon clearance method in male white mice. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, 11 (9), 241–245. https://doi.org/10.22159/ajpcr.2018.v11i9.26703.
Erviani, A.E., Arif, A.R. and Nurfahmiatunnisa. (2019). Analisis rendemen dan skrining fitokimia ekstrak cacing laut Eunice siciliensis. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 10 (1), 1–7. https://doi.org/10.20956/jal.v10i1.6152.
Faradilla, M. and Iwo, M.I. (2014). Efek imunomodulator polisakarida rimpang temu putih ((Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe)). Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 12 (2), 273–278.
Harborne, J.B. (1987). Metode fitokimia. Diterjemahkan oleh Iwang, S. Penerbit ITB. Bandung.
Jantan, I., Ahmad, W., Nasir, S. and Bukhari, A. (2015). Plant-derived immunomodulators : an insight on their preclinical evaluation and clinical trials. Plant Science, 6 (August), 1–18. https://doi.org/10.3389/fpls.2015.00655.
Kim, K. I., Shin, K. S., Hong, B. S., Shin, D. H., Cho, H. Y., Chang, H. I., Yoo, S. M., and Yang H.C. (2001). Effects of polysaccharides from rhizomes of Curcuma zedoaria on macrophage functions. Biosci Biotechnol Biochem, 65 (11), 2369–77. https://doi.org/10.1271/bbb.65.2369.
Kresno, S.B. (2001). Diagnosis dan prosedur laboratorium. Edisi IV , FKUI, Jakarta.
Kusmardi, Kumala, S., Triana, E.E. (2007). Efek imunomodulator ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L .) terhadap aktivitas dan kapasitas fagositosis makrofag. Makara Kesehatan, 11 (2), 50–53.
Lee, S. J., Chung, H. Y., Maier, C., Wood, A. R., Dixon, a. R., Marby J. (1998). Estrogenic flavonoids from Artemisia vulgaris L. Agricultural and Food Chemistry, 46 (8), 3325–3329. https://doi.org/10.1021/jf9801264.
Mahmudah, R., Abdullah, N., Pratiwi, A. and Asrhah, M. (2018). Uji efektifitas ekstrak etanol pada daun ketepeng cina (Cassia alata L .) terhadap mikroba penyebab sariawan (Stomatitis aphtosa). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 4 (1). https://doi.org/10.35311/jmpi.v4i1.23.
Marliana, N. dan Widhyasih, R.M. (2018). Imunoserologi, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Oktarya, Z., dan Saputra, R. (2015). Pengaruh jenis pelarut terhadap jumlah ekstrak dan daya antifungi daun ketepeng cina (Cassia alata L.) terhadap jamur Trychophyton sp. Jurnal Photon, 5 (2), 15–21. https://doi.org/10.37859/JP.V5I2.581.
Puspitaningrum, I., Kusmita, L. and Franyoto, Y.D. (2017). Aktivitas imunomodulator fraksi etil asetat daun som Jawa (Talinum triangulare (Jacq.) Willd) terhadap respon imun non spesifik. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik, 14 (1), 24–29. https://doi.org/10.31942/jiffk.v14i1.1768.
Putra, A.A.B., Bogoriani, N.W. and Diantariani, N. P, Sumadewi, N.L.U. (2014). Ekstraksi zat warna alam dari bonggol tanaman pisang (Musa paradiasciaca L.) dengan metode maserasi, refluks, dan sokletasi. Jurnal Kimia, 8 (1).
Rahayu, I. (2011). Aktivitas imunomodulator dari fraksi air herba songgolangit (Tridax procumbens L.) terhadap mencit jantan galur balb/c dengan metode carbon clearance dan neutrophil adhesion. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Yogyakarta.
Rinki, S. and Mirsha, R.N. (2011). Immunomodulatory activity of Triphala megaext. International Journal of Research in Pharmaceutical & Biomedical Sciences, 2 (2), 575–579.
Saifudin, A. (2014). Senyawa alam metabolit sekunder teori, konsep, dan teknik pemurnian. Deepublish, Yogyakarta.
Suryani, N., Sulistiawati, F., Fajriani, A. (2009). Kekuatan gel gelatin tipe B dalam formulasi granul terhadap kemampuan mukoadhesif. Makara Kesehatan, 13 (1), 1–4.
Vifta, R.L., dan Advistasari, Y.D. (2018). Skrining fitokimia, karakterisasi, dan penentuan kadar flavonoid total ekstrak dan fraksi-fraksi buah parijoto (Medinilla speciosa B.). Prosiding Seminar Nasional Unimus. 1, 8–14.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tanti Azizah Sujono, Zuhratul Husna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









