UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L) DAN MADU HUTAN (Apis dorsata) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus

Authors

  • Vania Wardatu Rahmah Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Maryati Maryati Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/ujp.v5i1.972

Keywords:

antibakteri, madu, Moringa oleifera L, Staphylococcus aereus

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) dan madu hutan telah terbukti memiliki sifat antibakteri. Daun kelor mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, yang berperan dalam aktivitas antibakterinya. Sementara itu, madu hutan bersifat antibakteri karena keasaman yang tinggi, konsentrasi gula yang besar, serta adanya senyawa hidrogen peroksida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antibakteri dari ekstrak daun kelor dan madu hutan, baik secara tunggal maupun kombinasi, terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode difusi agar dengan teknik sumuran dipilih untuk menguji aktivitas antibakteri. Pada pengujian sediaan tunggal digunakan konsentrasi 80%, 60%, 40%, dan 20% sedangkan pada pengujian kombinasi digunakan konsentrasi   80%:20%, 60%:40%, 40%:60%, dan 20%:80%. Hasil pengukuran aktivitas antibakteri dari sediaan tunggal daun kelor dan madu hutan menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor menghasilkan zona hambat terbesar pada konsentrasi 80% dengan rata-rata 19,3 mm, dan madu hutan menghasilkan zona hambat terbesar pada konsentrasi yang sama dengan rata-rata 15 mm. Sementara itu, pada pengujian sediaan kombinasi, zona hambat terbesar ditemukan pada perbandingan 80% ekstrak daun kelor dengan 20% madu hutan, dengan rata-rata 13,3 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun kelor dan madu hutan menghasilkan zona hambat yang lebih kecil jika dibandingkan dengan zona hambat sediaan tunggalnya. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullahi, M., M. Ahmad, and U. F. M. (2020). Antibacterial activity and phytochemical screening of Moringa oleifera Lam. leaves and seeds extract on Staphylococcus aureus. International Journal of Research Granthaalayah. 7 (11), 276–284. http://dx.doi.org/10.29121/granthaalayah.v7.i11.2020.367.

Ali M. (2018). Antibacterial activity of honey against Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa Isolated from infected wound. Archives of Pharmacy & Pharmacology Research. 1 (1), 1–6. https://doi.org/10.33552/APPR.2018.01.000506.

Andini M. (2022). Uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera, L) dan Ekstrak Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus ATCC 25923 secara in-vitro. Skripsi. Program Studi S1 Farmasi, Stikes Karya Bangsa Tulungagung, Tulungagung.

Anggita, D., Nurisyah, S. and Wiriansya, E.P. (2022). Mekanisme kerja antibiotik: review article. UMI Medical Journal. 7 (1), 46–58. https://doi.org/10.33096/umj.v7i1.149.

Arifin, B. and Ibrahim, S. (2018). Struktur, bioaktivitas dan antioksidan flavonoid. Jurnal Zarah. 6 (1), 21–29. https://doi.org/10.31629/zarah.v6i1.313.

Aryani D.T. and Riyaningrum W. (2022). Hubungan acne vulgaris dengan kepercayaan diri pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto angkatan 2021. Jurnal Kesehatan Tambusai. 3 (3), 434–441. https://doi.org/10.31004/jkt.v3i3.6595.

Chiș, A., Noubissi, P.A., Pop, O.L., Mureșan, C.I., Tagne, F.M.A., Kamgang, R., Fodor, A., Sitar-Tăut, A.V., Cozma, A., Orășan, O.H., Hegheș, S.C., Vulturar, R. and Suharoschi, R. (2024). Bioactive compounds in Moringa oleifera: mechanisms of action, focus on their anti-inflammatory properties. Plants, 13 (1). https://doi.org/10.3390/plants13010020?urlappend=%3Futm_source%3Dresearchgate.net%26utm_medium%3Darticle.

Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). (2020). Performance Standard for Antimicrobial Susceptibility Testing. CLSI document M100. Vol 4 No. 1. Wayne, PA. USA. CLSI

Cruz, S., Vecerek, N. and Elbuluk, N. (2023). Targeting inflammation in acne: current treatments and future prospects. American Journal of Clinical Dermatology. 24 (5), 681–694. https://doi.org/10.1007/s40257-023-00789-1.

Dekotyanti, T. (2022). Efektifitas antibiotik eritromicin terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan metode difusi pada Acne vulgaris. Molucca Medica, 15 (1), 74–83. https://doi.org/10.30598/molmed.2022.v15.i1.74.

Departemen Kesehatan RI. (1979). Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia. Edisi II. Jakarta.

Hana, W., Gerung, P. and Antasionasti, I. (2021). Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun belimbing botol (Averrhoa bilimbi L.) terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne penyebab jerawat. Pharmacon Journal. 10 (November), 1087–1093. https://doi.org/10.35799/pha.10.2021.37403.

Handoyo, D.L.Y. (2020). The influence of maseration time (immeration) on the vocity of birthleaf extract (Piper betle). Jurnal Farmasi Tinctura. 2 (1), 34–41. https://doi.org/10.35316/tinctura.v2i1.1546.

Imasari, T. and Emasari, F. (2022). Deteksi bakteri Staphylococcus sp. penyebab jerawat dengan tingkat pengetahuan perawatan wajah pada siswa kelas XI di SMK Negeri1 Pagerwojo. Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya. 2 (2), 58–65. https://doi.org/10.56399/jst.v2i2.20.

Jamaluddin. (2017). Efektivitas Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) dan anting-anting (Acalypha indica) sebagai antibakteri Staphylococcus aureus. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung.

Khairunnisa, M., Helmi, T.Z., Dewi, D.M. and Hamzah, A. (2018). The isolation and identification of Staphylococcus aureus from goat udder of breed goat etawa (PE). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner. 2 (September), 538–545. https://doi.org/10.35508/jvn.v7i1.14626.

Kim, H.J. and Kim, Y.H. (2024). Exploring acne treatments: from pathophysiological mechanisms to emerging therapies. International Journal of Molecular Sciences, 25 (10). https://doi.org/10.3390/ijms25105302.

Noor, A.S., Triatmoko, B. and Nuri, N. (2020). Uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol dan fraksi daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) terhadap Salmonella typhi. Pustaka Kesehatan. 8 (3), 177. https://doi.org/10.19184/pk.v8i3.13008.

Nurkhasanah, T.A. and Dhurhania, C.E. (2023). Analisis kadar saponin pada ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) secara gravimetri. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 6 (2), 300–309. https://doi.org/10.36387/jifi.v6i2.1410.

Nurwaini, S. and Savitri, A.I. (2020). Formulasi sediaan gel antiseptik tangan daun jambu mete (Anacardium occidentale L.). The 11th University Research Colloquium 20, 95–105.

Ola, A.T.R. (2020). Identifikasi senyawa yang terkandung pada ekstrak daun kelor (Moringa oleifera). Indonesian Journal of Fundamental Sciences, 6 (2), 63–70. https://doi.org/10.26858/ijfs.v6i2.16870.

Putri, S.A.R., Susanto, H., Tambun, S.H. and Oktiarso, T. (2022). Uji aktivitas antibakteri pada macam-macam madu pada bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar dan dilusi cair. Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi. 2 (2), 85–97. https://doi.org/10.33479/sb.v2i2.153.

Ratu, D.R., Fifendy, M. and Advinda, L. (2022). The effect of various concentrations of anti-acne liquid soap on the bacteria of Staphylococcus aureus causes acne. Serambi Biologi, 7 (4), 311–317.

Radji, M. (2022). Mekanisme aksi molekuler antibiotik dan kemoterapi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Riwanti, P. and Izazih, F. (2016). Pengaruh perbedaan konsentrasi etanol pada kadar flavonoid total ekstrak etanol 50, 70 dan 96% Sargassum polycystum dari Madura. Journal of pharmaceutical care anwar medika, 2 (2), 1–23. http://dx.doi.org/10.36932/jpcam.v2i2.1.

Rokhman, M. (2021). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun jambu air (Syizygium samarangense) (BL) Merril Perry terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Skripsi, Fakultas Sains Dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Walisongo. Semarang.

Sakramentia, L.B., Fitriani, N. and Prasetya, F. (2019). Uji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) dan madu terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 10, 16–21.

Sari, E.P. and Novitasari, N. (2022). Uji aktivitas antibakteri kombinasi madu dengan air perasan jeruk lemon (Citrus Limon (L.) Burm. f.) dibanding sediaan tunggalnya terhadap bakteri Streptococcus pyogenes secara in vitro. Jurnal Insan Cendekia, 9 (2), 102–112. https://doi.org/10.35874/jic.v9i2.1082.

Siahaan, T.N., Basuki and Hamzah, A. (2023). Phytochemical screening and chemical compounds of Moringa oleifera leaf hot water extract. International Journal of Ecophysiology. 5 (2), 1–7. https://doi.org/10.32734/ijoep.v5i2.13410.

Swallow, M.A., Fan, R., Cohen, J.M. and Bunick, C.G. (2022). Antibiotic resistance risk with oral tetracycline treatment of Acne vulgaris. Antibiotics, 11 (8), 1–8. https://doi.org/10.3390/antibiotics11081032.

Vinca, T.D., Iqbal, M., Triyandi, R. and Oktarlina, Z.R. (2023). Artikel review: aktivitas antibakteri ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Medula journal, 13, 649.

Wardani, T.S. (2021). Mikrobiologi Farmasi, Pustaka Baru Press. Yogyakarta.

Wulandari J. (2022). Perbandingan aktivitas antibakteri pada madu hitam dan madu Hutan terhadap Escherichia coli dengan tekhnik difusi agar. Skripsi. Fakultas Psikologi dan Kesehatan. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Semarang.

Wulandari, I. (2023). Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Skripsi. Fakultas Kedokteran. Universitas Hang Tuah. Surabaya.

Yannas, A.F., Bangkalan, H., Febriyanti, A. and Najib, S.Z. (2022). Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L) dari kabupaten bangkalan terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Indonesia Journal Pharmaceutical and Herbal Medicine (IJPHM). 2 (1), 55–59.

Yulia, Y., Idris, M.M., Rahmadina, R. (2022). Skrining fitokimia dan penentuan kadar flavonoid daun kelor (Moringa oleifera L.) desa dolok sinumbah dan raja maligas kecamatan hutabayu raja. Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan. 6 (1), 1–52. https://doi.org/10.30821/kfl:jibt.v6i1.11678.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Rahmah, V. W., & Maryati, M. (2026). UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L) DAN MADU HUTAN (Apis dorsata) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus. Usadha Journal of Pharmacy, 5(1), 13–28. https://doi.org/10.23917/ujp.v5i1.972

Issue

Section

Articles