ANALISIS KADAR HIDROKUINON DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV PADA KRIM PEMUTIH YANG DIPASARKAN DI SUKOHARJO

Authors

  • Oktaviani Syafitriana Nur Rizki Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia
  • Ika Trisharyanti Dian Kusumowati Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/ujp.v5i2.986

Keywords:

hidrokuinon, krim pemutih, spektrofotometri uv

Abstract

Badan Pengawasan Obat dan Makanan menetapkan hidrokuinon dalam krim pemutih tidak diperbolehkan dikarenakan efek yang membahayakan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah krim pemutih yang berasal dari klinik kecantikan di daerah Sukoharjo sudah memenuhi standarisasi keamanan yang terbebas dari kandungan hidrokuinon. Metode pengujian menggunakan metode kualitatif dan kuantititatif. Uji kualitatif dengan menggunakan pereaksi FeC 1 % dan memberikan hasil yang positif pada semua sampel krim karena adanya perubahan warna dan endapan berwarna kuning dan ada yang menjadi kehitaman. Pengujian kuantitatif dilakukan dengan spektrofotometri UV dengan panjang gelombang 290,5 nm dengan nilai y= 0,0242x+0,0362 dan  0,9965. Parameter validasi metode untuk linearitas memberikan hasil  0,996. Nilai LoD dan LoQ sebesar 1,68 dan 5,61 ppm. Nilai uji ripitabilitas dan presisi antara memberikan hasil %RSD <2%, dan untuk uji akurasi memberikan hasil %recovery pada rentang 98-106%. Hasil kadar hidrokuinon krim pagi didapatkan pada krim A 0,022%, krim B 0,028%, dan krim C sebesar 0,017%. Kadar krim pemutih dalam krim malam didapatkan kadar pada sampel D 0,0021%, krim E 0,0027%, dan krim F 0,0024%. Hasil disimpulkan bahwa krim pemutih yang berada di klinik kecantikan sukoharjo masih ditemukan kandungan hidrokuinon pada krim yang diuji.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adriani A. and Safira R. (2018). Analisa hidrokuinon dalam krim dokter secara spektrofotometri uv-vis. Lantanida Journal, 6 (2), 103–202. https://doi.org/10.22373/lj.v6i2.3517.

BPOM R.I. (2015) Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2015 tentang persyaratan teknis bahan kosmetika, pp. 1–168, Indonesia.

Budianor B., Malahayati S. and Saputri R. (2022). Formulasi dan uji stabilitas sediaan krim ekstrak bunga melati putih (Jasminum sambac L.) sebagai anti jerawat. Journal Pharmaceutical Care and Sciences, 3 (1), 1–13. https://doi.org/10.33859/jpcs.v3i1.204.

Chakti A.S., Simaremare E.S. and Pratiwi R.D. (2019). Analisis merkuri dan hidrokuinon pada krim pemutih yang beredar di Jayapura. JST (Jurnal Sains dan Teknologi), 8 (1), 1–11. https://doi.org/10.23887/jstundiksha.v8i1.11813.

Depkes RI. (2009) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Klinik. pp. 2–18, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Indonesia.

Departemen Kesehatan R.I. (2020). Farmakope Indonesia Edisi VI. Kementrian Kesehatan RI, Indonesia.

Gul S., Monazzam A., Rahid H. and Mutarza ALi S. (2014). Hidden killers for women: mercury, steroids and hydroquinone in skin whitening and bleach creams. Journal Of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 2 (1), 9–17.

Kurniawan N.E., Nugraha F. and Kurniawan H. (2022). Analysis of hydroquinone content in whitening cream by spectrophotometry UV-Vis Method. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 4 (3), 768–777. https://doi.org/10.37311/jsscr.v4i3.15285.

Parengkuan K., Fatimawali and Citraningtyas G. (2013). Analisis kandungan merkuri pada krim pemutih yang beredar di kota Manado. Pharmacon, 2 (1), 62–69. https://doi.org/10.35799/pha.2.2013.886.

Pisacha I.M., Dwiningrum R., Nursoleha E. and Sutomo A. (2023). Review : analisis kualitatif dan kuantitatif hidrokuinon pada sediaan krim pemutih wajah yang beredar di pasaran. Jurnal Farmasi, 2 (1), 1–6.

Pratasik M.C.M., Yamlean P.V.Y. and Wiyono W.I. (2019). Formulasi dan uji stabilitas fisik sediaan krim ekstrak etanol daun Sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl.) Meyla. Pharmacon, 8 (2), 261. https://doi.org/10.35799/pha.8.2019.29289.

Primadiamanti A., Feladita N. and Rositasari E. (2018). Identifikasi hidrokuionon pada krim pemutih racikan yang beredar di pasar tengah Bandar Lampung secara kromatografi lapis tipis (KLT). Jurnal Analis Farmasi, 3 (2), 94–101.

Rasyid R., Susanti E and Azhar R. (2015). Pemeriksaan kualitatif hidrokuinon dan merkuri dalam krim pemutih. Jurnal Farmasi Higea, 7 (1), 63–73.

Suharyani I., Karlina N., Rahmi N., Salsabila ZD., Annisa N., Sadira A., Astuti YS., Rahmasari Y. (2021). Review: analisis kualitatif dan kuantitatif hidrokuinon dalam sediaan kosmetika. Journal of Pharmacopolium, 4 (3), 162–173. https://doi.org/10.36465/jop.v4i3.807.

Suhendi A., Rohman A. and Cahyaningrum S. (2016). Validasi metode analisis penetapan kadar protein ekstrak ikan gabus dengan metode lowry dan bromocresol green. Indonesian Pharmaceutical Journal, 6 (1), 39–48. https://doi.org/10.22435/jki.v13i1.6219.

Yulia R., Ismi M. and Hasanah Z. (2020). Analisis hidrokuinon pada beberapa sediaan krim malam dengan metoda spektrofotometri Uv-Vis. SCIENTIA : Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 10 (2), 128–135. https://doi.org/10.36434/scientia.v10i2.242.

Yuliati E.N.D. and Widowati D.A. (2023). Analisis kadar hidrokuinon dalam krim pemutih yang tidak memiliki izin BPOM yang beredar di kecamatan Ajibarang, 1 (1), 56–76. https://doi.org/10.59841/jumkes.v1i2.36.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Rizki, O. S. N., & Kusumowati, I. T. D. (2026). ANALISIS KADAR HIDROKUINON DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV PADA KRIM PEMUTIH YANG DIPASARKAN DI SUKOHARJO. Usadha Journal of Pharmacy, 5(1), 58–68. https://doi.org/10.23917/ujp.v5i2.986

Issue

Section

Articles