Usadha Journal of Pharmacy
https://jsr.ums.ac.id/ujp
<div class="row home_journal_description" style="border: 1px dashed #c7c70b; padding: 10px;"> <div class="col-12 about_journal" style="border: 1px dashed #c7500b padding: 10px;"> <div class="col-12 about_journal" style="border: 1px dashed #c7500b padding: 10px;"> <div class="header animate__animated animate__fadeInUp" style="font-weight: bold; font-size: 1.5em; height: 40px;">About Journal</div> <p><strong>Usadha Journal of Pharmacy</strong> (ISSN: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2827-9905">2827-9905</a>) is a journal managed by the Faculty of Pharmacy, Muhammadiyah University of Surakarta. This journal is published 4 times a year, namely in the months of February, May, August and November. This journal is a medium for publishing research results on all aspects of pharmacy.</p> <p>Articles published in this journal are the results of research in the fields of pharmaceutical technology research, drug delivery systems, excipients, clinical pharmacy, pharmacology, pharmacokinetics, pharmaceutical biotechnology, microbiology, herbal medicine, extract standardization, pharmaceutical chemistry, drug synthesis, development of drug analysis methods, and other related pharmaceutical aspects.</p> </div> <div class="col-3" style="float: left; margin-right: 10px; margin-top: 20px;"><img style="width: 170px;" src="https://jsr.ums.ac.id/public/journals/1/journalThumbnail_en_US.png" height="241" /></div> <div class="col-9 journal_details" style="float: left; margin-right: 10px; margin-top: 20px; border: 1px dashed #c7500b; padding: 10px;"><strong>Title:</strong> Usadha Journal of Pharmacy<br /><strong>Initials:</strong> usadha<br /><strong>Abbreviation:</strong> usadha<br /><strong>Publications:</strong> 4 issue per year (Februari, Mei, Agustus, November)<br /><strong>DOI:</strong> <a href="https://doi.org/10.23917/usadha" target="_blank" rel="noopener">10.23917/usadha</a><br /><strong>ISSN:</strong> <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2827-9905" target="_blank" rel="noopener">2827-9905</a> (Online)<br /><strong>Publisher:</strong> <a href="https://farmasi.ums.ac.id/en/homepage/" target="_blank" rel="noopener">Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta</a></div> </div> </div>Universitas Muhammadiyah Surakartaen-USUsadha Journal of Pharmacy2827-9905COOKIES TINGGI SERAT DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) DAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea): RESPONS GLUKOSA POST PRANDIAL PADA TIKUS WISTAR
https://jsr.ums.ac.id/ujp/article/view/1061
<p>Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan prevalensi yang terus meningkat secara global maupun di Indonesia. Pola konsumsi makanan tinggi gula dan rendah serat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kadar glukosa darah. Inovasi pangan fungsional yang dapat membantu mengontrol kadar glukosa diperlukan bagi penderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia, kandungan proksimat, serta efek <em>cookies</em> berbasis tepung kulit pisang kepok (<em>Musa paradisiaca</em> L.) dan tepung bunga telang (<em>Clitoria ternatea</em>) terhadap kadar glukosa darah <em>post prandial </em>(GDPP). Metode penelitian meliputi skrining fitokimia, formulasi <em>cookies</em>, analisis proksimat, serta uji respon kadar GDPP pada tikus putih jantan galur Wistar. Sebanyak 15 tikus dibagi kedalam 3 kelompok secara acak (kontrol positif, kontrol negatif, dan perlakuan). Kelompok perlakuan diberikan <em>cookies </em>6,25 g/kgBB, sedangkan kontrol positif diberikan suspensi acarbose 10 mg/KgBB. Pemeriksaan kadar glukosa dilakukan pada waktu baseline (12 jam setelah puasa), 30, 60, 90, dan 120 menit. Hasil skrining fitokimia menunjukkan tepung kulit pisang kepok dan bunga telang positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan polifenol. Hasil analisis proksimat pada formula <em>cookies</em> kombinasi (F1) menunjukkan kadar serat sebesar 8,30%, protein 10,73%, lemak 21,48%, kadar air 22,22%, kadar abu 12,03%, dan karbohidrat total 28,29%. Profil kadar GDPP menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah pada kelompok perlakuan mulai menit ke-60 hingga menit ke-120 setelah diinduksi glukosa 4g/kgBB. Rata-rata kadar glukosa kelompok perlakuan (97,6±12,6 mg/dL) lebih rendah dibandingkan kontrol positif (102,6±8,6 mg/dL) pada menit ke-120. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kadar GDPP berdasarkan waktu pengamatan (F = 45,992; p < 0,001) serta interaksi signifikan antara waktu dan kelompok perlakuan (F = 3,311; p = 0,032). <em>C</em><em>ookies</em> berbasis kulit pisang kepok dan bunga telang berpotensi dikembangkan sebagai makanan selingan tinggi serat yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus.</p>Nandifa Azzahra SalsabilaBerlian Putri Nur WindaNadya Putri AdistyElsya Bella PutriArifah Sri Wahyuni
Copyright (c) 2026 Nandifa Azzahra Salsabila, Berlian Putri Nur Winda, Nadya Putri Adisty, Elsya Bella Putri, Arifah Sri Wahyuni
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-302026-05-3015116410.23917/ujp.v5i2.1061Aktivitas Peredaman Radikal Bebas DPPH Ekstrak dan Fraksi Daun Knema pallens W.J.deWilde
https://jsr.ums.ac.id/ujp/article/view/1043
<p><em>Knema pallens W.J.deWilde, </em>yang secara lokal dikenal dengan nama Penggugut, merupakan tumbuhan endemik Kalimantan yang termasuk ke dalam famili <em>Myristicaceae</em>. Spesies ini umumnya ditemukan di ekosistem hutan dataran rendah, wilayah berpasir, serta kawasan hutan bakau. Meskipun memiliki potensi hayati yang khas, kajian ilmiah mengenai aktivitas bioaktif dari spesies ini masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase rendemen, profil fitokimia, serta aktivitas peredaman radikal bebas secara kuantitatif dari ekstrak dan fraksi daun <em>Knema pallens</em>. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol, dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan n-butanol. Uji aktivitas antiradikal dilakukan dengan metode peredaman radikal DPPH (2,2-difenil-2-pikrilhidrazil) yang dinyatakan dalam nilai <em>Inhibitory Concentration</em> 50% (IC₅₀). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh dari fraksi n-heksana sebesar 28,9%, diikuti oleh fraksi n-butanol (9,8%), ekstrak metanol (8,04%), dan fraksi etil asetat (7,83%). Skrining fitokimia mengindikasikan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, serta steroid/triterpenoid dalam ekstrak dan fraksi yang diuji. Hasil uji aktivitas antiradikal menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 50,426 ppm (ekstrak metanol), 80,863 ppm (fraksi n-heksana), dan 40,981 ppm (fraksi etil asetat). Fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas peredaman radikal paling kuat dengan nilai IC₅₀ terkecil. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi daun <em>Knema pallens</em> memiliki potensi antiradikal yang tergolong kuat hingga sangat kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa daun <em>Knema pallens</em> berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber agen antioksidan alami yang prospektif dalam bidang farmasi dan kesehatan.</p>Hifdzur Rashif Rija'iLa Ode RijaiArman Rusman
Copyright (c) 2026 Hifdzur Rashif Rija'i, La Ode Rijai, Arman Rusman
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-312026-05-3116517210.23917/ujp.v5i2.1043TINJAUAN SISTEMATIS: POTENSI TANAMAN OBAT INDONESIA DAN SENYAWA BIOAKTIFNYA SEBAGAI AGEN GASTROPROTEKTIF DALAM PENCEGAHAN DAN TERAPI TUKAK LAMBUNG
https://jsr.ums.ac.id/ujp/article/view/1020
<p style="font-weight: 400;">Tukak lambung merupakan salah satu gangguan saluran cerna yang masih menjadi masalah kesehatan global akibat ketidakseimbangan antara faktor agresif seperti asam lambung, pepsin, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan stres oksidatif dengan faktor pertahanan mukosa lambung. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi dengan berbagai tanaman obat yang berpotensi sebagai agen gastroprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis potensi tanaman obat Indonesia dan senyawa bioaktifnya dalam pencegahan dan terapi tukak lambung. Metode yang digunakan adalah <em>systematic literature review</em> berdasarkan pedoman PRISMA 2020 melalui penelusuran basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli yang diterbitkan pada tahun 2020–2026 dan membahas aktivitas gastroprotektif tanaman obat. Sebanyak 22 artikel yang memenuhi kriteria dianalisis, terdiri atas 12 studi utama farmakologis dan 10 studi pendukung terkait mekanisme serta kandungan senyawa bioaktif. Hasil telaah menunjukkan bahwa beberapa tanaman seperti <em>Aloe vera</em>, <em>Moringa oleifera</em>, <em>Zingiber officinale</em>, <em>Centella asiatica</em>, <em>Curcuma domestica</em>, <em>Tamarindus indica</em>, <em>Peronema canescens</em>, <em>Passiflora foetida</em>, dan <em>Syzygium polyanthum</em> memiliki efek gastroprotektif melalui penurunan indeks ulkus, perbaikan histopatologi, penekanan mediator inflamasi, peningkatan sekresi mukus, serta aktivitas antioksidan. Mekanisme yang dominan meliputi aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antisekretori, dan sitoprotektif mukosa lambung. Jahe dan kunyit juga menunjukkan manfaat klinis pada manusia, sehingga memiliki potensi translasi yang tinggi. Kesimpulannya, tanaman obat Indonesia memiliki potensi besar sebagai terapi komplementer tukak lambung, namun masih diperlukan standardisasi, uji toksisitas, serta uji klinik skala besar untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.</p>Yola Rizky AmaliaArifah Sri Wahyuni
Copyright (c) 2026 Yola Rizky Amalia, Arifah Sri Wahyuni
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-312026-05-3117318110.23917/ujp.v5i2.1020FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT DI SURAKARTA
https://jsr.ums.ac.id/ujp/article/view/1058
<p style="font-weight: 400;">Salah satu upaya penanganan pada kasus diabetes mellitus (DM) adalah dengan rutin melakukan kontrol kadar gula darah.Hasil pemeriksaan kadar gula darah pasien merupakan salah satu penentu pengobatan yang akan diterima. Kontrol gula darah yang baik, dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Komplikasi pada pasien diabetes, akan berdampak pada ekonomi dan penurunan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik terapi dan faktor yang memengaruhi kontrol kadar gula darah pasien diabetes mellitus. Studi ini dilakukan dengan menggunakandesain penelitian <em>cross-sectional</em>. Data diambil dari rekam medik dan pemberian kuesioner <em>medication adherence reportscale </em>(MARS-5) pada 350 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi pasien DM berusia dewasa ≥ 18 tahun, pasien dengan rekam medik lengkap dan melakukan pemeriksaan guladarah 3 bulan berturut-turut, sedangkan kriteria eksklusinya adalah pasien yang tidak bersedia menjadi responden dan tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau non verbal. Data diolah dengan menggunakan uji <em>chi-square,</em> dilanjutkan dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan gambaran terapi yang banyak diterima pasien berupainsulin <em>glargin + aspart </em>sebanyak 95 pasien (27,1%). Faktor yang memengaruhi kadar gula darah pasien meliputi pendidikan (p-<em>value</em> = 0,012); jumlah obat (p-<em>value</em> = 0,023;) dan kepatuhan (p-<em>value</em> = 0,000).</p>Tista Ayu FortunaFitriani Rizki Ainun
Copyright (c) 2026 Tista Ayu Fortuna, Fitriani Rizki Ainun
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-032026-06-0318219010.23917/ujp.v5i2.1058IDENTIFIKASI HIDROKUINON DAN ASAM RETINOAT DALAM LOTION PEMUTIH MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
https://jsr.ums.ac.id/ujp/article/view/1005
<p>Hidrokuinon dan asam retinoat sering disalahgunakan dalam kosmetik pemutih meskipun penggunaannya dilarang karena dapat menyebabkan iritasi kulit, leukoderma kontak, serta efek teratogenik dan karsinogenik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hidrokuinon dan asam retinoat pada lotion pemutih tanpa izin edar menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Lima sampel lotion dianalisis menggunakan fase gerak kloroform:metanol (9:1) dan n-heksana:aseton (6:4). Metode divalidasi melalui uji spesifisitas, batas deteksi (LOD), kestabilan sistem, dan robustness. Hasil validasi menunjukkan nilai %RSD < 5%, yang menandakan kestabilan sistem yang baik. Metode juga menunjukkan spesifisitas yang memadai, sensitif terhadap perubahan komposisi fase gerak, serta tetap stabil terhadap variasi waktu penjenuhan. Setelah tervalidasi, metode diterapkan pada sampel dan menunjukkan bahwa sampel 2 mengandung asam retinoat, sampel 3 dan 4 mengandung hidrokuinon, sedangkan sampel 5 mengandung kedua senyawa berdasarkan nilai Rf dan konfirmasi KLT dua dimensi. Metode KLT terbukti efektif dan andal untuk identifikasi kualitatif hidrokuinon dan asam retinoat dalam kosmetik, serta menegaskan pentingnya pengawasan terhadap peredaran kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya.</p>Muhammad Haqqi HidayatullahKhalisa Dhiya Amani
Copyright (c) 2026 Muhammad Haqqi Hidayatullah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-312026-05-3119120310.23917/ujp.v5i2.1005UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa
https://jsr.ums.ac.id/ujp/article/view/1010
<p>Daun pepaya (<em>Carica papaya</em> L.) diketahui mengandung senyawa dengan efek antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun pepaya terhadap bakteri <em>S. aureus </em> dan <em>P. aeruginosa</em>, serta untuk menentukan jenis senyawa metabolit yang terkandung dalam ekstrak tersebut. Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi daun pepaya dengan pelarut etanol 96%. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan konsentrasi ekstrak 10, 8, 6, 4, dan 2 mg/disk dengan metode difusi cakram. Kontrol positif pada uji adalah antibiotik Ampicillin 10 µg dan Ciprofloxacin 5 µg, masing-masing untuk bakteri <em>S. aureus </em> dan <em>P. aeruginosa</em>. Hasil uji dalam konsentrasi 10,8,6,4, dan 2 mg/disk tidak menunjukkan zona hambat pada bakteri <em>P. aeruginosa, </em>sedangkan pada bakteri <em>S. aureus </em> terbentuk zona hambat irradikal pada konsentrasi ekstrak 6, 4, dan 2 mg/disk dengan ukuran berturut-turut sebesar 8,33 mm; 7,17 mm; dan 8 mm. Analisis senyawa dilakukan dengan uji KLT menunjukkan senyawa alkaloid, tanin, flavonoid, dan saponin pada ekstrak etanol daun pepaya.</p>Vita Fadilah KhairaniMaryati MaryatiJuwita Rahmawati
Copyright (c) 2026 Vita Fadilah Khairani, Maryati Maryati, Juwita Rahmawati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-312026-05-3120421810.23917/ujp.v5i2.1010EUGENOL MENGHAMBAT MOTILITAS Salmonella Typhi: STUDI IN VITRO DAN IN SILICO
https://jsr.ums.ac.id/ujp/article/view/1017
<p>Motilitas merupakan salah satu faktor virulensi bakteri yang berperan penting dalam menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, motilitas bakteri perlu dihambat untuk menurunkan virulensinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antimotilitas eugenol terhadap motilitas <em>swimming</em> dan <em>swaming Salmonella enterica </em>serovar Typhi (<em>S.</em> Typhi) secara <em>in vitro</em> dan <em>in silico</em>. Aktivitas antibakteri eugenol diuji terhadap <em>S. </em>Typhi menggunakan metode mikrodilusi cair. Hasil dari uji tersebut digunakan untuk menentukan konsentrasi eugenol untuk uji antimotilitas. Aktivitas antimotilitas eugenol diuji terhadap motilitas <em>swimming</em> dan <em>swarming</em> menggunakan media Luria Bertani yang mengandung agar berturut-turut sebanyak 0,3 dan 0,5%. Uji <em>in silico</em> dilakukan menggunakan perangkat lunak SeeSAR (12.1.0) dan PyRx (1.0) dan aplikasi daring yaitu PSICHIC, Boltz2, DiffDock, Gnina, dan Smina (Tamarind-bio). Pada uji tersebut beberapa protein yang terlibat dalam motilitas digunakan sebagai protein target. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eugenol mempunyai aktivitas antibakteri terhadap <em>S. </em>Typhi dengan konsentrasi hambat minimum sebesar 1 mg/mL dan konsentrasi bunuh minimum sebesar lebih dari 1 mg/mL. Eugenol pada konsentrasi 0,5 dan 1 mg/mL mampu menghambat motilitas <em>swimming</em> dan <em>swarming</em> <em>S. </em>Typhi sebesar 100%. Hasil uji <em>in silico</em> menunjukkan bahwa eugenol diduga berikatan lebih kuat terhadap protein MotA dan menunjukkan aktivitas antagonis. Oleh karena itu, eugenol kemungkinan dapat digunakan sebagai agen antivirulen terhadap <em>S. </em>Typhi dan terapi kombinasi dengan antibiotik.</p> <p>.</p>Ratna YulianiAqila MaiquinaBroto Santoso
Copyright (c) 2026 Ratna Yuliani, Aqila Maiquina, Broto Santoso
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-312026-05-3121923410.23917/ujp.v5i2.1017FORMULATION AND STABILITY EVALUATION OF TRANSFEROSOMAL GEL CONTAINING PHOSPHATIDYLCHOLINE AS A VESICLE-FORMING COMPONENT AND TWEEN 80 AS A SURFACRANT
https://jsr.ums.ac.id/ujp/article/view/1014
<div><span lang="IN">Gel transfersom merupakan sediaan semipadat yang mengandung vesikel transfersom dengan kemampuan meningkatkan penetrasi ke dalam kulit sehingga berpotensi digunakan sebagai sistem penghantaran transdermal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi stabilitas basis gel transfersom menggunakan fosfatidilkolin sebagai komponen pembentuk vesikel dan Tween 80 sebagai surfaktan untuk meningkatkan elastisitas vesikel. Penelitian ini difokuskan pada formulasi basis gel transfersom tanpa penambahan zat aktif, sehingga evaluasi dilakukan terhadap karakteristik fisik dan stabilitas sediaan. Karakterisasi awal meliputi uji organoleptik, pengukuran pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta analisis ukuran partikel menggunakan <em>Particle Size Analyzer</em> (PSA). Seluruh parameter evaluasi dilakukan pada penyimpanan suhu 25 °C dan 40 °C selama 4 minggu. Selain itu, uji stabilitas dipercepat dilakukan hingga minggu ke-12 menggunakan climatic chamber pada suhu 40 °C ± 2 °C dan kelembapan relatif 75% ± 5%, dengan parameter yang diamati meliputi organoleptik, pH, dan ukuran partikel. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa selama penyimpanan tidak terjadi perubahan warna, bentuk, maupun bau sediaan. </span></div> <div><span lang="PT-BR">Nilai pH berada pada rentang 6–7 dan masih sesuai dengan persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI). Ukuran partikel rata-rata dan indeks polidispersitas pada minggu ke-4 masing-masing sebesar 229,4 nm dan 0,687, kemudian menurun pada minggu ke-12 menjadi 172,2 nm dan 0,476. Tidak ditemukan adanya aglomerasi selama penyimpanan, yang menunjukkan kestabilan fisik sediaan yang baik. Secara keseluruhan, formulasi basis gel transfersom yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu fisik dan stabilitas, sehingga berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sistem pembawa transdermal dengan penambahan zat aktif pada penelitian selanjutnya.</span></div>Yola Desnera PutriLinda Suci RamdiantiDeby TristiyantiAdit Andriyannto
Copyright (c) 2026 Yola Desnera Putri, Linda Suci Ramdianti, Deby Tristiyanti, Adit Andriyannto
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-312026-05-3123524810.23917/ujp.v5i2.1014ANALISIS KANDUNGAN HIDROKUINON PADA PRODUK KRIM MALAM YANG BEREDAR DI ONLINE MARKET PLACE DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV
https://jsr.ums.ac.id/ujp/article/view/1097
<p>Hidrokuinon merupakan senyawa turunan fenol yang sering digunakan dalam produk krim kecantikan untuk mencerahkan kulit dengan menghambat aktivitas enzim tyrosinase, sehingga menyebabkan terganggunya proses konversi L-3,4-dihydroxyphenylalanine (L-DOPA) menjadi melanin. Sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor 23 Tahun 2019 Tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, penggunaan hidrokuinon sebagai bahan pemutih telah dilarang dan hanya diperbolehkan untuk pewarnaan kuku dengan konsentrasi maksimal 0,02%, sedangkan pemanfaatan hidrokuinon dalam krim pemutih wajah sudah tidak diizinkan sejak tahun 2008. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan hidrokuinon pada krim malam yang beredar di online marketplace dan mengevaluasi pemenuhannya terhadap standar keamanan kosmetik. Lima sampel krim malam diperoleh melalui teknik <em>purposive sampling </em>dan dianalisis menggunakan metode spektrofotometri UV setelah terlebih dahulu dilakukan validasi metode terhadap parameter linearitas, batas deteksi, batas kuantifikasi, akurasi dan presisi. Hasil validasi menunjukkan linearitas yang baik dengan koefisien relasi (r) sebesar 0,9941 dan persamaan regresi Y = 0,0508x – 0,7628. Batas deteksi dan batas kuantifikasi masing-masing diperoleh 0,997 ppm dan 3,325 ppm. Akurasi yang diukur menggunakan parameter % recovery menunjukkan nilai sebesar 90,683%-109,406% pada berbagai variasi. Presisi dihitung menggunakan %RSD menunjukkan hasil sebesar 0,583%-1,215%. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa 4 dari 5 sampel mengalami perubahan warna menjadi hitam, yang mengindikasikan keberadaan hidrokuinon. Penetapan kadar hidrokuinon dilakukan pada lima sampel dan menunjukkan kadar sebesar 4,621%; 3,683%; 3,635%; 4,378% dan 3,550%. Hal ini menunjukkan adanya kandungan hidrokuinon dalam krim malam yang beredar di <em>online marketplace</em> sehingga tidak memenuhi standar keamanan kosmetik dan dapat menimbulkan risiko bagi konsumen.</p>Muthia Alimah Fissilmi KaaffahIka Trisharyanti Dian Kusumowati
Copyright (c) 2026 Muthia Alimah Fissilmi Kaaffah, Ika Trisharyanti Dian Kusumowati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-312026-05-3124926010.23917/ujp.v5i2.1097KAJIAN INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GERIATRI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT
https://jsr.ums.ac.id/ujp/article/view/1025
<p style="font-weight: 400;">Prevalensi hipertensi pada pasien geriatri tergolong tinggi dan sering disertai penyakit penyerta yang meningkatkan risiko interaksi obat antihipertensi. Kondisi ini berpotensi mengurangi efektivitas terapi serta meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi obat antihipertensi pada pasien geriatri yang ada di instalasi rawat jalan selama periode September hingga November 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif serta teknik purposive sampling, melibatkan 144 pasien sebagai sampel penelitian. Kriteria inklusi penelitian ini mencakup pasien rawat jalan yang terdiagnosis hipertensi serta memiliki data rekam medis yang lengkap. Pasien geriatri dalam penelitian ini dikelompokkan berdasarkan usia, baik laki-laki maupun perempuan, yang mendapatkan terapi anti hipertensi serta memiliki penyakit penyerta. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 144 pasien, kelompok usia yang paling banyak mengalami hipertensi adalah lanjut usia (60–74 tahun) dengan jumlah 118 pasien (81,9%). Sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan, yaitu 91 pasien (63,2%), sedangkan penyakit penyerta yang paling sering ditemukan adalah stroke iskemik dengan jumlah 51 kasus (16,9%). Analisis terhadap 144 pasien dilakukan menggunakan sumber referensi <em>Drugs.com, Medscape, dan Stockley</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 127 pasien (88,2%) memiliki potensi mengalami interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahannya, interaksi obat kategori <em>moderate</em> merupakan yang paling dominan dengan 407 kasus (92,5%), diikuti oleh interaksi mayor sebanyak 29 kasus (6,6%) dan interaksi minor sebanyak 4 kasus (0,9%). Berdasarkan mekanismenya, interaksi obat farmakodinamik merupakan jenis yang paling sering ditemukan, yaitu sebanyak 417 kasus (94,7%), sedangkan interaksi farmakokinetik tercatat sebanyak 23 kasus (5,3%).</p>Abdillah Sufi AbdiEndang SetyowatiUlviani Yulia Husna
Copyright (c) 2026 Abdillah Sufi Abdi, Endang Setyowati, Ulviani Yulia Husna
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-252026-06-2526127010.23917/ujp.v5i2.1025