Pengembangan Alternatif Strategi Pemasaran Dama Kara melalui Analisis Segmenting, Targeting, Positioning, dan Bauran Pemasaran
DOI:
https://doi.org/10.23917/determinasi.v2i1.187Keywords:
batik, inovasi, innovation, strategi pemasaran, marketing strategy, bauran pemasaran, marketing mix, strategic group mappingAbstract
AbstractSince its recognition as an Intangible Cultural Heritage by UNESCO in 2009, Batik, an art style originating from Indonesia, has gained significant attention. Batik is widely exported to various countries, both in the form of fabrics and apparel, with the main markets being the United States, Japan, and European countries. However, data shows that there has been a decline in export value from 2015 to 2021, which has encouraged business people in the batik industry in Indonesia to try to maximize the domestic market. The number of young people who are increasingly fond of using batik is an opportunity in Indonesia. Dama Kara is one of the clothing brands from Bandung that presents batik with a modern feel. Although it has many customers, Dama Kara still has to continue to innovate and develop markets in Indonesia and abroad to maintain its competitive advantage. Therefore, it is necessary to conduct research to find out Dama Kara's current position when compared to its competitors. This research was conducted with a qualitative approach and used secondary data obtained through observation. From the results of the research, it is known that Dama Kara implements a concentrated marketing strategy that targets young adults, likes local culture, and has a social spirit. When viewed through strategic group mapping by considering price and product variety, Dama Kara is in the middle position (medium price and medium product variety). To continue to be able to compete in the Indonesian and foreign batik markets, researchers developed a marketing strategy that can be implemented by Dama Kara.
Keywords: batik, innovation, marketing strategy, marketing mix, strategic group mapping.
Abstrak
Batik, yang merupakan karya seni asal Indonesia, menjadi sorotan dunia sejak diresmikan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada tahun 2009. Batik banyak diekspor ke berbagai negara, baik dalam bentuk kain maupun pakaian jadi, dengan pasar utama yaitu Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Eropa. Akan tetapi data menunjukkan bahwa terjadi penurunan nilai ekspor sejak tahun 2015 hingga 2021, di mana hal ini mendorong pelaku bisnis pada industri batik di Indonesia untuk mencoba memaksimalkan pasar domestik. Banyaknya generasi muda yang semakin gemar menggunakan batik menjadi peluang tersendiri di Indonesia. Dama Kara merupakan salah satu merek pakaian asal Bandung yang menghadirkan batik dengan nuansa modern. Meskipun telah memiliki banyak pelanggan, Dama Kara masih harus terus melakukan inovasi dan mengembangkan pasar di Indonesia dan mancanegara untuk bisa mempertahankan keunggulan kompetitifnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk bisa mengetahui posisi Dama Kara saat ini apabila dibandingkan dengan pesaingnya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui observasi. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa Dama Kara menerapkan strategi pemasaran terkonsentrasi yang menargetkan dewasa muda, menyukai budaya lokal, dan berjiwa sosial. Apabila dilihat melalui strategic group mapping dengan mempertimbangkan harga dan variasi produk, Dama Kara berada di posisi tengah (harga sedang dan variasi produk sedang). Untuk terus bisa berkompetisi di pasar batik Indonesia dan Mancanegara, peneliti mengembangkan strategi pemasaran yang dapat diimplementasikan oleh Dama Kara.
Kata kunci: batik, inovasi, strategi pemasaran, bauran pemasaran, strategic group mapping
Downloads
References
Agustinus, M. (2019, September 24). Ekspor Batik Indonesia Melempem Tahun Ini. Kumparan. https://kumparan.com/kumparanbisnis/ekspor-batik-indonesia-melempem-tahun-ini-1rvSGlqtgzE/full
Anastasia, S. (2023, Januari 2024). Perkembangan Batik dalam Tren Mode Masa Kini. Kumparan. https://kumparan.com/stefanny-anastasia/perkembangan-batik-dalam-tren-mode-masa-kini-1zh7ukKW4dD/3
Anggoro. (2022, January 14). Dama Kara Rangkul Dan Berdayakan Penyandang Autis agar Terus Bekarya. Berita Terkini Hari ini Indonesia dan Dunia - Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/nusantara/464441/dama-kara-rangkul-dan-berdayakan-penyandang-autis-agar-terus-bekarya
Anjani, R. (2022, Oktober 2). Pakai Kain Jadi Tren, Ini yang Perlu Diperhatikan Anak Muda Saat Pilih Batik. Wolipop. https://wolipop.detik.com/fashion-news/d-6324998/pakai-kain-jadi-tren-ini-yang-perlu-diperhatikan-anak-muda-saat-pilih-batik
Baskoro, D. & Anna, L. K. (2023, Oktober 2). Inovasi Batik Modern untuk Gaet Minat Anak Muda. Kompas.com. https://lifestyle.kompas.com/read/2023/10/02/132340320/inovasi-batik-modern-untuk-gaet-minat-anak-muda page=all#google_vignette
CNBC Indonesia. (2019, Oktober 2). Batik Domestik Diserbu Produk Tekstil Bermotif. [Video]. https://www.youtube.com/watch?v=JJgblCjanQ8
Dama Kara. (2023). Dama Kara Official Website. https://damakara.com/
Hestianingsih. (2023, Oktober 9). Kisah Sukses Pendiri Brand Baju Batik Dama Kara, Sampai Ekspor ke Luar Negeri.Wolipop. https://wolipop.detik.com/inspiring-people/d-6973154/kisah-sukses-pendiri-brand-baju-batik-dama-kara-sampai-ekspor-ke-luar-negeri
Hooley, G., Nicoulaud, B., Rudd, J., & Lee, N. (2020). Marketing strategy and competitive positioning (7th ed.). Pearson UK
Humas Kota Bandung. (2023). Bawa Kebaikan Dan Manfaat, Dama Kara Libatkan Anak Autis dalam Karyanya.https://www.bandung.go.id. https://www.bandung.go.id/news/read/7850/bawa-kebaikan-dan-manfaat-dama-kara-libatkan-anak-autis-dalam-karyany
Kotler, P., Keller, K. L., & Chernev, A. (2022). Marketing management (16th ed.). Pearson.
Mutiara, A. (2023, Oktober 2). 10 Besar Negara Pasar Ekspor Batik Indonesia, Ada AS & Jepang. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/research/20231002123159-128-477038/10-besar-negara-pasar-ekspor-batik-indonesia-ada-as-jepang
Owo. (2014, Oktober 2). Dalam Lima Tahun, Ekspor Batik Naik Tajam. NERACA. https://www.neraca.co.id/article/46064/dalam-lima-tahun-ekspor-batik-naik-tajam
Palau, E. L. (2023). Sentuhan anak-anak Difabel Di batik Dama Kara. BandungBergerak.id. https://bandungbergerak.id/article/detail/159056/sentuhan-anak-anak-difabel-di-batik-dama-kara
Sadya, S. (2022, Oktober 9). Indonesia Ekspor Batik Sebanyak 2.117 Ton pada 2021. DataIndonesia.id. https://dataindonesia.id/industri-perdagangan/detail/indonesia-ekspor-batik-sebanyak-2117-ton-pada-2021
Schindler, P. S. (2022). Business Research Methods (Vol. 14). New York: McGraw Hill.
Sujatmiko, T. (2022, November 18). Sejarah Batik Indonesia sampai Diakui UNESCO. KRJogja.com. https://www.krjogja.com/fashion/1242463025/-sejarah-batik-indonesia-sampai-diakui-unesco
Thompson, A. A., Peteraf, M. A., Gamble, J. E., & Strickland, A. J. (2020). Crafting and Executing Strategy: Concepts and Cases (22nd ed.). McGraw Hill Education.
Wibowo, I. (2019, September 24). Ekspor Batik RI Tergerus Perang Dagang. medcom.id. https://www.medcom.id/ekonomi/mikro/xkE31BxN-ekspor-batik-ri-tergerus-perang-dagang
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Abrar Audi Abdurrahman, Mutiara Amalia Widia Putri, Talitha Paramesti Nariswari, Bachtiar Farida Amri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
