Analisis Kelayakan Usaha Mau Tahu Banget

Authors

  • Fittatul Khamsya Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/determinasi.v2i4.303

Keywords:

tahu, pendapatan, pengeluaran, keuntungan, prospek

Abstract

Produk hasil Wirausaha Merdeka “Mau Tahu Banget” merupakan suatu usaha yang mempunyai prospek yang sangat bagus dan menguntungkan. Hal ini dikarenakan tahu merupakan sumber makanan penting yang mengandung protein bagi tubuh manusia dan banyak diminati oleh banyak orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prospek penjualan “Mau Tahu Banget” dilihat dari keuntungan yang didapatkan selama periode penelitia. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menganalisis pendapatan dan pengeluaran dalam produksi “Mau Tahu Banget” selama periode 4 November – 3 Desember 2023. Jika pendapatan lebih besar dari pengeluaran, maka usaha “Mau Tahu Banget” menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode periode penelitian, penjualan produk “Mau Tahu Banget” sebanyak 1028 pcs dengan harga satuan Rp. 5.000. Pendapatan yang dihasilkan melebihi dari pengeluaran yang dikeluarkan yaitu Rp. 5.140.000 > Rp. 4.059.000 yang berarti usaha ini menguntungkan dan layak dijalankan oleh siapapun sebagai referensi dalam mendirikan usaha.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Erlina, S., Ifada, I. I., & Supianor, S. (2016). Prospek Usaha Pembuatan Kerupuk Ikan Gabus. Zira’ah Majalah Ilmiah Pertanian, 41(2), 237-242.

[2] Gunawan, N. A. Y., Murad, M. A., & Risnawati, R. (2023). Analisis Bauran Pemasaran terhadap Tahu Adibah di Desa Sibalaya Barat. Jurnal Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis: Cuan, 1(1), 60-69.

[3] Halim, F. (2021). Entrepreneurship and Innovation Small Business. Media Sains Indonesia.

[4] Hasan, M. (2021). Kewirausahaan. Media Sains Indonesia.

[5] Hendro, A. (2011). Dasar-dasar Kewirausahaan. Erlangga.

[6] Indonesia.go.id. (2022). Upaya Mengerakan Produksi Kedelai Lokal. Portal Indonesia. https://indonesia.go.id/kategori/editorial/6150/upaya-mengerek-produksi-kedelai-lokal?lang=1#:~:text=Dalam Data Prognosa Neraca Komoditas Pangan Strategis Kementerian,produksi kedelai dalam negeri hanya sebesar 200.315 ton.

[7] Irwansyah, R. (2021). Marketing Digital Usaha Mikro. Widina Bhakti Persada.

[8] Kusuma, A. A. G. A. A., & Pramudana, K. A. S. (2017). Dampak Globalisasi Pasar dan Produksi Ditengah Lingkungan Bisnis Nasional. Matrik: Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis Dan Kewirausahaan, 11(2), 151–165.

[9] Muniarty, P. (2021). Kewirausahaan. Bandung: Widina Bhakti Persada.

[10] Sudirman, A. (2021). Meninjau Hubungan antara Penggunaan Media Sosial dan Orientasi Pasar Terhadap Kinerja Bisnis Sektor UMKM. In Prosiding Seminar Nasional Ekonomi Dan Bisnis 2021 Universitas Muhammadiyah Jember, 165–179.

[11] Triandita, N., & Putri, N. E. (2019). Peranan Kedelai dalam Mengendalikan Penyakit Degeneratif. Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian, 1(1), 6-17.

[12] Vuorio, A. M., Puumalainen, K., & Fellnhofer, K. (2018). Drivers of Entrepreneurial Intentions in Sustainable Entrepreneurship. International Journal of Entrepreneurial Behaviour and Research, 24(2), 359– 381.

Downloads

Published

2024-11-20

How to Cite

Khamsya, F. (2024). Analisis Kelayakan Usaha Mau Tahu Banget. Determinasi: Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen Dan Akuntansi, 2(4), 34–39. https://doi.org/10.23917/determinasi.v2i4.303

Issue

Section

Articles