Pengembangan Produk Minuman Mojithoss Pada Program Wirausaha Merdeka Guna Meningkatkan Inovasi Kreativitas UMKM Lokal
DOI:
https://doi.org/10.23917/determinasi.v2i4.354Keywords:
Local MSMEs, product innovation, Entrepreneurship, non-alcoholic mojitoAbstract
Penelitian ini mengkaji strategi pengembangan produk minuman Mojithoss dalam rangka meningkatkan inovasi dan kreativitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal melalui Program Wirausaha Merdeka. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengoptimalkan ide dan gagasan kreatif dalam dunia wirausaha. Mojithoss, minuman mojito non-alkohol yang menyegarkan, dipilih sebagai produk utama karena mampu beradaptasi dengan selera konsumen lokal yang menginginkan minuman halal dan menyegarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan seminar, magang, dan pameran produk. Analisis data kualitatif diterapkan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi varian rasa, penggunaan bahan alami, serta strategi pemasaran yang kreatif dan beragam, seperti pemasaran offline dan online berhasil meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM lokal. Inovasi produk Mojithoss yang meliputi variasi rasa seperti Mojithoss De Fresa, Melon, Vino Tinto, dan La Sandia, serta penggunaan irisan buah sebagai pelengkap menunjukkan bahwa UMKM lokal mampu beradaptasi dan berkembang dengan menciptakan produk yang menarik dan berkualitas. produk.
Downloads
References
[1] D. P. Rahayu, “Kajian Keberhasilan Program Pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Umkm) Pangan Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan dalam Penerapan Prinsip Keamanan Pangan,” Institut Pertanian Bogor, Bogor, 2016.
[2] M. J. Hafsah, “UPAYA PENGEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM),” 2015. [Online]. Available: https://api.semanticscholar.org/CorpusID:168363975
[3] M. G. Aboelmaged, “Predicting e-readiness at firm-level: An analysis of technological, organizational and environmental (TOE) effects on e-maintenance readiness in manufacturing firms,” Int J Inf Manage, vol. 34, no. 5, pp. 639–651, Oct. 2014, doi: 10.1016/j.ijinfomgt.2014.05.002.
[4] P. Kotler and K. L. Keller, Marketing Management, 15th Edition. New Jersey: Pearson Education,Inc, 2016.
[5] S. Suranto, A. Sulistyanto, and A. Marimin, “Program Magang Wirausaha Merdeka Meningkatkan Mental Berdaya Wirausaha Mahasiswa,”BUDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 4, no. 2, Oct. 2022, doi: 10.29040/budimas.v4i2.6924.
[6] J. Lord, “‘Condensed’ cocktails: A brief history,” Spirit of Progress, vol. 17, no. 2, pp. 8–10, Mar. 2016, [Online]. Available: https://search.informit.org/doi/10.3316/informit.307790810249668
[7] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2006.
[8] Bogdan, Robert C, Biklen, and Sari Knopp, Qualitative Research for Education, An Introduction to Theory and Method. Boston: Allyn and Bacon., 1982.
[9] A. M. Baird and S. Parayitam, “Employers’ ratings of importance of skills and competencies college graduates need to get hired,” Education + Training, vol. 61, no. 5, pp. 622–634, Jun. 2019, doi: 10.1108/ET-12-2018-0250.
[10] I. Kapareliotis, K. Voutsina, and A. Patsiotis, “Internship and employability prospects: assessing student’s work readiness,” Higher Education, Skills and Work-Based Learning, vol. 9, no. 4, pp. 538–549, Sep. 2019, doi: 10.1108/HESWBL-08-2018-0086.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Salma Saputra, Daryono Soebagiyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
