Semiotika Penafsiran Kemabruran dalam Ibadah Umroh dan Haji

Authors

  • Indria Fadhilatul Latifah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
    Indonesia
  • Nurul Maisyal Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/jkk.v4i1.159

Keywords:

ibadah haji, ibadah umroh, kemabruran, semiotika, rukun islam

Abstract

Ibadah haji termasuk ibadah mahdhah dan merupakan ibadah wajib sebagai penyempurna ibadah dalam Islam. Perintah haji terdapat dalam pedoman umat Islam yang menyatakan bahwa haji wajib bagi yang mampu, baik dari segi fisik maupun biaya. Perintah haji ini hanya diwajibkan sekali seumur hidup bagi orang yang mampu. Ibadah umroh memiliki kesamaan dengan ibadah haji, namun hukum pelaksanaannya menurut mazhab Hanafi dan Maliki adalah sunnah muakkad, sedangkan menurut mazhab Syafi’i dan Hanbali, umroh adalah wajib dilakukan sekali seumur hidup sebagai penyempurna ibadah haji dan boleh dilaksanakan kapan saja. Penelitian ini berfokus pada haji yang mabrur dengan tujuan untuk mengetahui kemabruran seseorang setelah melaksanakan haji di tanah suci Mekkah. Metode penulisan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Data yang diperoleh akan dianalisis secara mendalam untuk menjadi dasar dalam mengetahui kemabruran seseorang yang telah menunaikan ibadah haji.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akmal, A. M. (2020). Fiqh Haji Mabrur: Makna, Implementasi dan Implikasinya. Kajian Haji, Umrah dan Keislaman, 1(2), 43–46.

Alfiani, R. (2021). Makna mabrur bagi jemaah pasca haji Perumnas Krapyak Semarang. Skripsi.

Fitrah, N. A. (2022). Haji dan umrah dalam kajian fiqh. Skripsi. http://repository.iainbengkulu.ac.id/10371/1/NUR%20ANNISA%20FITRAH.pdf

Hasan, I. (2019). Studi fiqh ibadah haji dengan pendekatan filosofis dan fenomenologis. Prosiding Seminar Nasional Prodi PAI UMP, 23–30. http://digital.library.ump.ac.id/id/eprint/248

Islamy, A. (2020). Haji mabrur dalam paradigma fikih sosial sufistik. Al-Qalam, 26(1), 107. https://doi.org/10.31969/alq.v26i1.816

Istianah. (2016). Prosesi haji dan maknanya. Esoterik: Jurnal Akhlak dan Tasawuf, 2(1), 30–44. https://doi.org/10.21043/esoterik.v2i1.1900

Johari, & Arifin, J. (2019). Tuntunan manasik haji dan umroh. CV Istana Agency.

Hamidah, H., & Anganthi, N. R. N. (2017). Strategi coping pada jamaah haji tunanetra. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(1).

Kementerian Agama RI. (2020). Tuntunan manasik haji dan umrah Kementerian Agama RI. http://haji.kemenag.go.id

Mase, H. (2020). Haji: Pelajaran penting perjalanan spiritual keluarga Nabi Ibrahim AS. Jurnal Kajian Haji, Umrah dan Keislaman, 1(2), 38.

Munir, M., Syar’i, A., & Muslimah, M. (2021, Desember). Tantangan dan peluang pendidikan Islam di tengah arus perkembangan teknologi digital. Dalam Proceedings of Palangka Raya International and National Conference on Islamic Studies (PINCIS) (Vol. 1, No. 1).

Nurhayati, & Lubis, N. A. F. (2019). Ibadah haji dalam perspektif fiqh dan sosial.

Jannah, W. N., Agustin, M., Rahman, R., & Herman, T. (2024). Navigating uncertainty: Exploring elementary school teachers' perspectives on metacognitive development in the VUCA era. Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE), 6(1), 32–46.

Pahrizal, N., Vintoni, A., Sotlikova, R., & Ya'akub, H. Z. H. (2024). Metacognitive reading strategies and their impact on comprehension: Insights from rural EFL learners. Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE), 7(1), 18–36.

Razali, M. (2019). Haji mabrur. Buletin Taqwa Universitas Medan Area, 1–34.

Safrudin, M. (2016). Gelar dan makna haji mabrur, 1–23.

Setiawan, F. A., Arisanty, D., Hastuti, K. P., & Rahman, A. M. (2020). The effect of metacognitive ability on learning outcomes of geography education students. Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE), 2(2), 82–90.

Supriyanto, J. (2016). Historiografi haji menurut Al-Qur’an. JIA, 1(2), 390–392.

Syahdaniya, A. V., & Rifa’i, S. (2021). Dekonstruksi haji dan umrah dalam dakwah. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah, 3(2), 109–123. https://doi.org/10.32939/ishlah.v3i2.89

Syar'i, A. (2005). Filsafat Pendidikan Islam.

Syar'i, A., Hamdanah, H., & Akrim, A. (2020). The development of Madrasa education in Indonesia. Revista Argentina de Clínica Psicológica, 29(4), 513-523.

Wibowo, Y. E., Syar’i, A., & Muslimah, M. (2021). Manusia dan Pendidikan dalam Perspektif Islam. MAKSIMA: Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pengajaran, 1(1), 43-48.

Yuwono, S. (2002). Ibadah haji sebagai prediktor pembeda intensi prososial. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi.

Zulaikha, S., Noviani, & Weni, A. A. (2021). Multazam: Jurnal Manajemen Haji dan Umrah. Desember, 1(2), 89–98. http://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/Multazam89

Downloads

Published

2024-12-07

How to Cite

Latifah, I. F., & Maisyal, N. (2024). Semiotika Penafsiran Kemabruran dalam Ibadah Umroh dan Haji. Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 4(1), 30–36. https://doi.org/10.23917/jkk.v4i1.159

Issue

Section

Articles