Mahkamah Mazalim dan Relevansinya terhadap Lembaga Ombudsman Modern: Tinjauan Historis Komparatif

Authors

  • Mahfuz Assiddiq Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    Indonesia
  • St. Halimang Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    Indonesia
  • Asni Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/jkk.v4i3.706

Keywords:

akuntabilitas, mahkamah mazalim, ombudsman, pengawasan kekuasaan

Abstract

Mahkamah Mazalim merupakan lembaga peradilan khusus dalam sejarah pemerintahan Islam yang berperan menegakkan keadilan serta mengawasi tindakan penguasa, khususnya pada masa Dinasti Abbasiyah. Namun, kajian historis mengenai lembaga ini masih terbatas pada aspek deskriptif dan belum banyak mengaitkannya dengan konsep lembaga pengawasan modern seperti Ombudsman. Penelitian ini bertujuan menganalisis Mahkamah Mazalim dari perspektif historis sekaligus mengkaji relevansinya terhadap pengembangan lembaga pengawasan kekuasaan modern. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan historis-komparatif. Data dikumpulkan melalui literatur klasik dan jurnal ilmiah kontemporer, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Mazalim memiliki prinsip dasar seperti akuntabilitas, keadilan, dan perlindungan hak rakyat, yang sejalan dengan prinsip lembaga Ombudsman modern. Meski terdapat perbedaan dalam konteks hukum, kewenangan, dan ruang lingkup, Mahkamah Mazalim berpotensi menjadi sumber inspirasi untuk memperkuat lembaga pengawasan publik di Indonesia. Penelitian ini menyarankan integrasi nilai-nilai Mahkamah Mazalim dalam pembentukan lembaga pengawasan kontemporer, agar tata kelola pemerintahan berjalan lebih transparan dan berkeadilan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alfarisi, M. H. (2020). Urgensi peran peradilan Al-Mazalim dalam menyelesaikan sengketa administrasi. Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah, 1(2), 104–118. https://doi.org/10.52431/minhaj.v1i2.306

Az’ari. (2017). Transformasi peradilan pada masa Umar bin Abdul Aziz. Jurnal Islamika, 17(1), 13–42.

Desika, P., & Ulinnuha, R. (2023). Panopticism on the consumption of halal products in Indonesian Muslim society markets. Journal of Islamic Economic Laws, 6(1), 41–59. https://doi.org/10.23917/jisel.v6i1.20661

Dimyati, K., Nashir, H., Elviandri, E., Absori, A., Wardiono, K., & Budiono, A. (2021). Indonesia as a legal welfare state: A prophetic-transcendental basis. Heliyon, 7(8), e07743. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e07743

Hakim, A. (2015). Fungsi dan peran Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Barat dalam mendorong kepatuhan pemerintah daerah terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. Jurnal IUS, 3(7), 1–8.

Haq, H. S., Pradnyawan, S. W. A., Rachman, M. T., Yanto, E., Dewi, A. P., & Sybelle, J. A. (2022). Legal reasoning of a judge’s dissenting opinion in the decision of the Constitutional Court No. 1/PUU-VIII/2010 against the judicial review of Law No. 3 of 1997 on juvenile courts. Jurnal Jurisprudence, 12(2), 250–264.

Hasjimzoem, Y. (2014). Eksistensi Ombudsman Republik Indonesia. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 8(2), 192–207. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v8no2.330

Hidaya, W. A. (2023). The role of Witness and Victim Protection Agency for Imekko Tribe in criminal justice system in Sorong. Law and Justice, 8(2), 176–191. https://doi.org/10.23917/laj.v8i2.26352

Iriani, D., Fauzan, M., Hudzaifah, A., Acob, J. R., & Inzaghi, D. M. (2025). Judicial restraint law politics of Constitutional Court against parliamentary threshold: A comparison of Indonesia and Philippines. Jurnal Jurisprudence, 15(1), 1–17. https://doi.org/10.23917/jurisprudence.v15i1.8716

Kosim. (2012). Fiqih peradilan (A. Hidayat, Ed.; 2nd ed.). Diadra Press.

Lubis, A. H., Zulyadi, R., Pinem, S., Siagian, F. S., & Muazzul, M. (2024). The role of the code of ethics and code of conduct in maintaining the honor and dignity of judges. Law and Justice, 9(1), 33–49.

Makmur, S. M., Dunggio, R., Pilomonu, M. Z., & Maulana, R. (2023). Penguatan nasionalisme melalui pembelajaran Pancasila dan metode repetisi bagi siswa di Sanggar Bimbingan Rawang Selangor, Malaysia. Buletin KKN Pendidikan, 5(1), 74–83.

Musyaffa, N. F., Paksi, A. K., & Nizar, M. (2023). Mainstreaming the realism paradigm on eradication of corruption through analysis of Law (Undang-Undang) No. 19 of 2019 concerning the eradication of criminal acts of corruption. Journal of Transcendental Law, 5(1), 1–15. https://doi.org/10.23917/jtl.v5i1.1915

Pambudi, A. S. (2023). Permasalahan pelayanan publik dan peran Ombudsman perwakilan dalam pendampingan aparatur sipil negara. Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja, 13(2), 128–141. https://doi.org/10.33701/jiwbp.v13i2.3178

Prastikawati, E. F., Adeoye, M. A., & Ryan, J. C. (2024). Fostering effective teaching practices: Integrating formative assessment and mentorship in Indonesian preservice teacher education. Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE), 6(2), 230–253.

Rakia, A. S. R., Ali, M., Afoeli, L. M. T., Hidaya, W. A., & Monteiro, S. (2024). Principles of legal compliance on the Constitutional Court decisions adoption in legislation. Jurnal Jurisprudence, 14(1), 39–62. https://doi.org/10.23917/jurisprudence.v14i1.3149

Siboy, A., & Nur, M. (2023). The constitutionality of appointment of acting regional heads in Constitutional Court judgment. Jurnal Jurisprudence, 12(2), 244–263.

Solechan. (2018). Memahami peran Ombudsman sebagai badan pengawas penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia. Online Administrative Law & Governance Journal, 1(1), 67–89.

Suleman, F. (2016). Peradilan masa Bani Abbasiyah. Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah, 14(1), 1–10.

Sultan, L. (2013). Kekuasaan kehakiman dalam Islam dan aplikasinya di Indonesia. Jurnal Al-Ulum, 13(2), 435–452.

Syarifa, M., Aufa, M. Z., & Advani, R. R. (2023). Sejarah peradilan masa Dinasti Abbasiyah: Kebijakan sistem peradilan oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid. Jemari: Jurnal Edukasi Mahasiswa Sunan Giri, 1(1), 1–10.

Ulumiyah, M. S. B. (2021). Perkembangan hukum dan pengadilan pada era Abbasiyah. Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization, 3(4), 211–229.

Wati, R. Y. (2025). Peran strategis Ombudsman Republik Indonesia dalam penanganan maladministrasi dalam kasus Afif Maulana. SUMBANG 12 Jurnal, 3(2), 208–221.

Downloads

Published

2025-09-14

How to Cite

Assiddiq, M., Halimang, S., & Asni. (2025). Mahkamah Mazalim dan Relevansinya terhadap Lembaga Ombudsman Modern: Tinjauan Historis Komparatif. Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 4(3), 386–395. https://doi.org/10.23917/jkk.v4i3.706

Issue

Section

Articles