Pesantren dan Feodalisme: Reinterpretasi Hadis Adab dan Tabarruk dalam Tradisi Pesantren melalui Pendekatan Hermeneutika Yusuf Al-Qardawi

Authors

  • Azis Umar Wahid Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Khozinatul Ulum Blora
    Indonesia
  • Rohmad Sofyan Ali Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Khozinatul Ulum Blora
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/jkk.v4i4.763

Keywords:

adab santri, feodalisme pesantren, hadis, hermeneutika yusuf al-Qaradawi, tabarruk

Abstract

Globalisasi dan modernisasi Barat telah mempengaruhi aspek pendidikan Islam, termasuk dalam memaknai hadis sebagai entitas keagamaan. Seperti penafsiran terhadap tradisi adab dan praktik tabarruk di pesantren yang kerap dikaitkan dengan feodalisme, Pandangan tersebut muncul akibat tradisi adab dan praktik tabarruk santri terhadap kyai yang dinilai sebuah ketimpangan sosial oleh sebagian publik. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini memiliki tujuan mengkaji ulang hadis-hadis tentang adab dan tabarruk melalui kitab-kitab hadis serta menggunakan pendekatan hermeneutika Yusuf al-Qardawi guna menyikapi feodalisme pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif-analitis: deskriptif guna menjelaskan landasan teoretis hadis-hadis tabarruk, dan analitis guna menafsirkan ulang hadis adab dan tabarruk melalui perspektif hermeneutika Yusuf al-Qardawi. Analisis tekstual penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dari sumber akademik yang tervalidasi seperti kitab hadis, buku, dan artikel ilmiah. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup: (1) bagaimana konsep adab dan tabarruk dipahami di dalam dunia pendidikan pesantren?, dan (2) bagaimana reinterpretasi metode hermeneutika Yusuf al-Qardawi dapat menghadirkan pemahaman baru terhadap hadis-hadis tabarruk?. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa adab dan tabarruk (ngalap barokah) di pesantren adalah simbol spiritual dan juga sarana pendekatan terhadap agama melalui penghormatan, khidmah, dan kedekatan santri terhadap kyai. Kesimpulan penelitian ini ialah praktik tabarruk memiliki akar kuat dalam tradisi Islam yang diwujudkan melalui perilaku adab yang menghubungkan ilmu, amal, dan spiritualitas di dalam tradisi pesantren. Pesantren juga menjadi lembaga yang menjaga berbagai warisan nilai ajaran pendidikan Islam di tengah arus zaman modern hingga saat ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Aziz, J. (2018). Pesantren: Genealogi, dinamika, dan nasionalisme. Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 138–143.

Aljufri, A. K. (2009). Terjemah ta'lim muta'allim. Mutiara Ilmu.

Al-Makhalli, J., & Al-Suyuti, J. (2004). Tafsir al-Jalalain. Darut Taqwa.

Al-Qaradawi, Y. (1990). Kaifa nataʿāmal maʿa al-sunnah al-nabawiyyah. Dar Al-Wafa.

Andriani, F. (2020). Tabarruk dan barakah dalam berbagai perspektif. Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam, 11(2), 255.

Arifin, Z., & Turmudi, M. (2019). Character of education in pesantren perspective. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 30(2), 346.

Ashadi. (2013). Dakwah wali Songo pengaruhnya terhadap perkembangan perubahan bentuk arsitektur mesjid di jawa (studi kasus: mesjid agung demak). Jurnal Arsitektur NALARS, 12(2), 4.

Fahimah, S. (2017). Hermeneutika hadis: Tinjauan pemikiran Yusuf Al-Qardhawi dalam memahami hadis. Refleksi, 16(1), 84–86.

Firdaus. (2017). Tarekat qadariyah wa naqsabandiyah: Implikasinya terhadap kesalehan sosial. Al-Adyan, 12(2), 192. https://doi.org/10.24042/ajsla.v12i2.2109

Halim, A. (2020). Barokah dalam perspektif komunitas pesantren: Persepsi santriwati yang berstatus ‘abdi dhalem Kiai. Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, 3(1), 49.

Harweli, D., & Aprison, W. (2024). Pesantren: Problematika dan solusi pengembangannya. Journal on Education, 6(2), 12060.

Ibnu Mandzur al-Afriqi, I. (1431 H). Lisan al-'Arab. Darun Nawadir.

Kamaludin, H., Hidayat, S., & Ali, M. (2020). Manajemen pembelajaran tahfizh Al-Qur’an di Pesantren Al-Kahfi Surakarta dan Pesantren Nurul Iman Karanganyar. Profetika: Jurnal Studi Islam, 77–85.

Khoiri, M. A. (2018). Interaksi dan pemahaman hadis (telaah hermeneutis pemikiran Yusuf Al-Qaradawi). Universum, 12(1), 38–42.

Muharani, A., & Hudaidah. (2021). Dampak masuknya Hindu Budha terhadap pendidikan di Indonesia. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(3), 928–934.

Nashiruddin, N. (2022). Tabarruk perspektif hadis (kajian kualitas, pemahaman, dan implementasi) [Tesis magister, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar].

Nashiruddin, N., Tangngareng, T., & Mukhtar, M. (2021). Konsep tabarruk dalam perspektif hadits. Al-Afkar, 4(2), 392.

Nihwan, M., & Paisun, P. (2019). Tipologi pesantren (mengkaji sistem salaf dan modern). Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman, 2(1), 74.

Pranowo, Y. (2016). Genealogi moral menurut Foucault dan Nietzsche: Beberapa catatan. Melintas, 32(3), 152–169.

Prasetyaningrum, J., Fadjaritha, F., Aziz, M. F., & Sukarno, A. (2022). Kesejahteraan psikologis santri Indonesia. Profetika: Jurnal Studi Islam, 86–97.

Qomar, M. (2002). Pesantren: dari transformasi metodologi menuju demokratisasi institusi. Erlangga.

Rahman, M. A. (2022). Ngalap barokah minuman bekas kiai: Kajian living hadis dan teori sosial Emile Durkheim (studi kasus Pondok Pesantren An-Nur Komplek Nurul Huda Bantul Yogyakarta). Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara, 1(2).

Romadlan, S., Maududi, M. M., & Wahdiyati, D. (2025). Komunikasi sosial di kalangan pondok pesantren Muhammadiyah pada era disrupsi. Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, 17(2), 283–308.

Sholeh, M. M. A., An, A. N., & Hidayat, S. (2023). Good character, good deeds and good speech for developing multicultural Islamic education: An Islamic concept. Multicultural Islamic Education Review, 1(2), 180–195.

Tambak, S. (2016). Eksistensi Pendidikan Islam Al-Azhar: Sejarah sosial kelembagaan Al-Azhar dan pengaruhnya terhadap kemajuan pendidikan Islam era modernisasi di Mesir. Jurnal Al-Thariqah, 1(2), 130.

Downloads

Published

2025-12-01

How to Cite

Wahid, A. U., & Ali, R. S. (2025). Pesantren dan Feodalisme: Reinterpretasi Hadis Adab dan Tabarruk dalam Tradisi Pesantren melalui Pendekatan Hermeneutika Yusuf Al-Qardawi. Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 4(4), 622–654. https://doi.org/10.23917/jkk.v4i4.763

Issue

Section

Articles