Ragam Pemaknaan Konsep Khalifah dalam QS. Al-Baqarah [2]: 30: Studi Living Qur’an terhadap Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama

Authors

  • Muhammad Rifky Alfares Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
    Indonesia
  • Andri Ashadi Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
    Indonesia
  • Novizal Wendry Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
    Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23917/jkk.v5i1.868

Keywords:

hizbut tahrir indonesia, muhammadiyah, nahdlatul ulama, living Qur’an, khilafah dan negara bangsa, maqāṣid al-syarī‘ah

Abstract

Konsep khalifah merupakan salah satu tema sentral dalam Al-Qur’an yang berkaitan erat dengan hakikat manusia dan tanggung jawabnya di bumi. Namun, dalam sejarah pemikiran Islam, istilah ini sering mengalami pergeseran makna dari konsep etis-antropologis menjadi legitimasi politik melalui gagasan khilafah. Perbedaan pemaknaan tersebut memunculkan perdebatan serius, khususnya di Indonesia, antara kelompok yang memandang khilafah sebagai sistem politik wajib dan kelompok yang menolaknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ragam pemaknaan QS. Al-Baqarah [2]: 30 tentang konsep khalifah dalam perspektif tiga organisasi Islam besar di Indonesia, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama, serta mengkaji implikasi sosial dan ideologis dari penafsiran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Living Qur’an, berbasis studi kepustakaan terhadap kitab tafsir, dokumen resmi organisasi, karya tokoh, serta literatur akademik terkait. Analisis dilakukan melalui pendekatan analisis isi dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hizbut Tahrir Indonesia menafsirkan konsep khalifah secara ideologis sebagai legitimasi teologis penegakan Khilafah Islamiyyah. Sebaliknya, Muhammadiyah memaknai khalifah sebagai amanah eksistensial manusia untuk menciptakan kemaslahatan melalui pendekatan etis, humanistik, dan ekologis. Sementara itu, Nahdlatul Ulama menempatkan konsep khalifah dalam kerangka etis dan maqāṣid al-syarī‘ah, serta menegaskan bahwa khilafah sebagai sistem politik merupakan konstruksi historis, bukan ajaran eksplisit Al-Qur’an. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep khalifah dalam QS. Al-Baqarah [2]: 30 memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kekuasaan politik, meliputi dimensi spiritual, etis, sosial, dan kemanusiaan. Dengan demikian, pemaknaan kontekstual terhadap ayat ini menjadi penting dalam menjawab tantangan masyarakat Muslim modern yang plural dan bernegara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Qahtani, S. A., & Al Aql, N. B. A. K. (2003). Aqidah Ahlul Sunnah Wal Jamaah Dan Kewajiban Mengi-kutinya. Surabya: Pustaka As-Sunnah.

Ansari, R., Pohan, H. M., Elisa, E., Lu-bis, M., Sormin, A. S., Mora, J. L., & Harahap, H. J. (2022). Work-shop Calistung Berbasis Pictures Themes bagi Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar, 1-7.

Arifan, F. A. (2011). Pandangan Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Di Malang Tentang Metode Ijtihad Hti Dalam Bidang Politik Dan Ibadah. Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah.

AS, W. T., Mudafri, F. S., & Khairi, I. S. (2024, September). Sejarah dan peran muhammadiyah di dalam pendidikan. In Proceeding Interna-tional Seminar of Islamic Stud-ies (No. 1, pp. 1323-1329).

Damayanti, E., Akin, M. A., Nurqadria-ni, N., Suriyati, S., & Hadisapu-tra, H. (2021). Meneropong pen-didikan Islam di Muhammadiyah. Al Asma: Journal of Islamic Education, 3 (2), 250.

Fahrudin, F. Hadis dalam Perspektif Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Jalsah, 1(1), 23-35.

Fajriansyah, B., Rhain, A., Dahliana, Y., & Nurrohim, A. (2025). Konsep Khilafah dalam Surah Al Baqo-roh ayat 30 (Studi komparasi Tafsir Fii Zhilalil Qur'an Karya Sayyid Qutb dan Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka). Hamalatul Qur'an: Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an, 6(1), 253-265.

Farih, A. (2016). Nahdlatul Ulama (NU) dan Kontribusinya dalam Mem-perjuangkan Kemerdekaan dan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 24(2), 251-284.

Fata, A. K., Adnan, A., & Fauzi, M. (2021). From Khilâfah To Mod-ern State: The History of Islamic Political Transformation. Ulul Albab, 22(1), 1.

Fawaid, A., & Mardlatillah, N. A. (2020). Bias Ideologis Tafsir Hizb al-Tahr. Jurnal Maghza, 5(2).

Hilmy, M. (2011). Akar-Akar Transna-sionalisme Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman, 6(1), 1-13.

Huda, M. N. Kajian Kitab Tafsir At-Tanwir Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah (QS. AL-BAQARAH [2]; 1-5) (Bachelor's thesis, FU).

Jayanti, I. T., Cahyo, A. N., Setyaning-sih, E., Purnomo, E., Winarti, A., & Mawardi, M. (2022). Penguatan Pendidikan Karakter Religius di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) Nurul Yaqin Desa Jago-an. Buletin KKN Pendidikan, 4(1), 69-79.

Lubis, M., Has, M. H., & Has, H. (2021). Makna Khalifah Dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Muqaran Qs. Al-Baqarah/2: 30 Dan Qs. Sad/38: 26). El-Maqra': Tafsir, Had-is dan Teologi, 1(2), 84-101.

Lufaefi, L. (2018). Kritik Atas Penafsiran Ayat-Ayat Khilafah. Al-Fanar: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 1(1), 19-34.

Mandasari, Y., Yulianti, N., Sufanti, M., & Rahmawati, L. E. (2021). Pen-guatan Pendidikan Karakter Pro-fetik melalui Optimalisasi Peran Taman Pendidikan Al-Quran di Sumberjatipohon, Grobo-gan. Buletin KKN Pendidikan, 100-106.

Marcelliani, A. W., Fatihatunnisa, F., Ramadhan, K. S., Ilyas, M. N., Tsauriyah, Z. A., & Parhan, M. (2025). Relativitas Waktu: Kajian Integratif antara Teori Einstein dan Tafsir Qur’ani. Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 4(4), 554–563. https://doi.org/10.23917/jkk.v4i4.750

Musawar, M., & Suhirman, G. (2021). Khilāfah in the View of Nahdhatul Ulama (NU), Mu-hammadiyah, and Nahdhatul Wathan (NW) Ulema in Lom-bok. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 59(2), 317-346.

Niam, K., & Afifah, F. N. (2024). Narasi Khilafah di Era Digital: Studi Epistemologi Muslimahnews. net atas Penafsiran Ayat Khil-afah. AL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur'an, 10(1), 85-115.

Nurhayati, S., Mahsyar, M., & Hardian-to, H. (2019). Muhammadiyah Konsep Wajah Islam Indonesia.

Pamuji, W. R. (2024). KHALIFAH DA-LAM AL-QUR’AN (Studi Komparatif Tafsir Al-Wa’ie dan En-siklopedi Al-Qur’an Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci) (Doctoral dissertation, INSTITUT AGAMA ISLAM KE-DIRI).

Pulungan, J. S. (2016). Fiqh Siyasah: Ajaran, Sejarah, dan Pemikiran.

Ramadhani, F. N., Huda, M., Fitriyya, M., & Handayani, T. (2025). Im-plementasi Program Kerja Kam-pus Mengajar untuk Meningkat-kan Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Kam-pus Mengajar, 53-67.

Rendi, R. I., Prasetiawati, E., & Amin, M. N. (2025). Ayat-Ayat Kepem-impinan dalam Tafsīr Al-Munīr Perspektif Tafsīr Maqāṣidī Abdul Mustaqim. Journal of Islamic Scrip-tures in Non-Arabic Societies, 2(1), 54-68.

Ridwan, N. K., & Usman, A. (2023). Ikhtisar Sejarah NU 1344 H 1926 M. LTNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Rohmana, J. A. (2020). Tafsir Al-Qur’an dari dan untuk Orang Sunda: Ayat Suci Lenyepaneun Karya Moh. E. Hasim (1916-2009). Quran and Hadith Stud-ies, 9(1), 1.

Saifuddin, S. (2012). Khilafah Vis a Vis Nation State; Telaah Atas Politik HTI. Yogyakarta: Mahameru.

Sani, K. R., Hasdinawati, H., Mukhlis, S., & Asrul, A. (2025). Pening-katan Kemampuan Numerasi Siswa melalui Program Kampus Mengajar di SD Negeri 65 Kom-pang. Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar, 33-42.

Shitu-Agbetola, A. (1991). Theory of al-Khilafah in The Religio-Political View of Sayyid Qutb. Hamdard Is-lamicus: Quartely Journal of Studies and Research in Islam, 14(2), 25.

Slamet, S., Shobahiya, M., Muwakhid-ah, M., Ambarwati, A., Wardhani, J. D., Mukhlisin, L., & Yansyah, Y. (2023). Optimalisasi Daya Ingat Guru dan Kepala TK Aisyiyah Surakarta melalui Workshop Hafalan Qur’an. Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar, 133-145.

Soleh Pohan, A. (2025). Studi Komparatif Pandangan Ulama Klasik dan Kontemporer ter-hadap Pro-Kontra Konsep Na-sikh-Mansukh dalam Al-Qur’an. Jurnal Keilmuan Dan Keis-laman, 4(2), 314–320. https://doi.org/10.23917/jkk.v4i2.560

Suprapto, B. (1987). Nahdlatul Ulama; Eksistensi Peran dan Prospeknya. Kabupaten Malang: Lembaga Pendidikan Maarif.

Syakir, A. I., Daulay, A. N., & Fitri, S. R. (2025). Metode Tafsir Kontekstu-al Fazlur Rahman dalam Al-Qur’an Berpendekatan Double Movement dan Sintetis Logis. Jurnal Keilmuan Dan Keis-laman, 4(3), 332–342. https://doi.org/10.23917/jkk.v4i3.571

Tahrir, H., & Yahya, A. R. (2006). Struktur negara khilafah: pemerintahan dan administrasi. Hizbut Tahrir Indonesia-Press (HTI-Press).

Turmudi, E., & Sihbudi, M. R. (Eds.). (2005). Islam dan radikalisme di In-donesia. Yayasan Obor Indonesia.

Utami, H. W., Anggraeni, M. S., Duha, S., & Rochmat, C. S. (2025, Octo-ber). Islamic Eco-Teology: Di-alektika Tafsir Klasik Dan Kon-temporer Serta Relevansinya Dengan Pendidikan Islam Per-spektif Qs. Al-Baqarah Ayat 30. In Proceeding International Confer-ence on Pesantren and Islamic Edu-cation (Vol. 1, No. 1, pp. 59-70).

Zahro, Ahmad. Tradisi Intelektual NU: Lajnah Bahtsul Masail 1926–1999, (Yogyakarta: LKiS, 2004).

Downloads

Published

2026-02-09

How to Cite

Alfares, M. R., Ashadi, A., & Wendry, N. (2026). Ragam Pemaknaan Konsep Khalifah dalam QS. Al-Baqarah [2]: 30: Studi Living Qur’an terhadap Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama. Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 5(1), 166–194. https://doi.org/10.23917/jkk.v5i1.868

Issue

Section

Articles